"Lepasin dia." laung Tio setelah sampai di depan sofa panjang yang diduduki Clara dan para pria itu.
Orang yang meremat lengan gadis malang itu menekuk alis, menatap remeh pada pahlawan kesiangan di depannya.
"Lo telat, bro. Nih cewe cantik udah gue booking." guraunya.
"Lepas atau patah tulang." cetus Tio. Kepalan tangannya semakin kuat saat peringatannya tak dianggap serius.
"Wuidihh, takut!" ledek salah satu.
"Mukanya kek orang jepang, ye?" timpal yang lain.
"Eh, wibu, mending cosplay di jalanan sana! Yakin dah laris!" gurau orang yang menahan lengan Clara.
Amarah sudah memenuhi tubuh Tio, ia menyalurkan semuanya pada gelas di tangannya.
Pyang!!!
Seluruh pria di sekitar Clara sontak mendelik, karena gelas wine yang dipecahkan sosok itu lumayan tebal.
Mereka kompak meneguk ludah dengan susah payah, terutama orang yang menggenggam tangan Clara.
"Kabur, cok! Ntar ginjal lo digituin!" ujar panik salah satu.
"Njing, padahal mangsa empuk!" umpat sang pelaku jengkel.
Seluruh pria disana bubar menjauhi sosok dingin yang tangannya dilumuri cairan merah pekat.
Tio mengayun kaki mendekati gadis yang masih saja lanjut meneguk minumannya.
"Kamu gapapa?" laki-laki itu memastikan.
"Sinii, bos brengsek~ duduk dulu~" ajak gadis yang sudah kehilangan setengah kesadarannya itu.
Tio memejamkan mata, ia mengaku salah telah memperlakukan gadis ini dengan tidak adil.
Ia menuruti keinginan Clara, kemudian duduk di hamparan kursi yang sama.
Baru saja Tio menyatukan pantatnya dengan sofa, ia mendelik saat gadis itu tiba-tiba menangkup rahang tegasnya.
Mata lemah Clara dan mata Tio yang membulat kaget kini bertemu.
"Kenapa harus kakek berurat ini sih yang jadi bos gue..?" racau gadis itu.
Tio merotasikan mata, berusaha melepaskan tangan Clara dari wajahnya.
Tut...
Benda tipis yang tergeletak di meja depan mereka berdering. Tampak nama Kiran disana.
"Ra nelfon tuh, angkat." titah Tio.
"Hng? Kak Ra?" Clara mencoba membuka mata lebih lebar, lalu melirik ponselnya.
"Gak ah, males.." tolaknya.
"Gue mau habisin malem disini.. Gue cuma beban buat mereka.. Gara-gara gue, semua orang jadi capek.." lanjut gadis itu dengan senyum kecut.
"Jangan ngomong gitu." pangkas Tio.
Clara terkekeh melihat ekspresi khawatir laki-laki di depannya.
"Lah? Emang faktanya gitu, bos~ Gue cuma anak yatim yang selalu dijadiin sampah sama mama.."
"Gue gak punya masa depan... Mending sekalian mati aja disini.."
Netra Tio menyelami mata gadis yang sedang berkaca-kaca itu, bahkan meneteskan bulir bening.
"Ada saya. Ayo pulang." ajak Tio.
"Kemana?"
"Rumah." jawab laki-laki itu sayu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Benefit
Hayran Kurgu[Collaboration To Celebrate NCT Dream's Anniversary] Gavin Aksagara, laki-laki pewaris Grup First Empire, perusahaan impor asal China yang tengah menguasai pasar Asia. Ia memiliki prinsip tidak ingin menikah seumur hidup, bermain bersama teman dan '...
