[Collaboration To Celebrate NCT Dream's Anniversary]
Gavin Aksagara, laki-laki pewaris Grup First Empire, perusahaan impor asal China yang tengah menguasai pasar Asia. Ia memiliki prinsip tidak ingin menikah seumur hidup, bermain bersama teman dan '...
Gavin jatuh. Jatuh sedalam-dalamnya saat ini. Jantungnya berdegup tak karuan ketika bibirnya mulai menyatu dengan bibir mungil Kiran.
Dua insan yang dulu seperti langit dan bumi, saat ini ingin meluapkan cinta satu sama lain. Sampai akhirnya, hanya terdengar deru nafas keduanya.
"I love you, sayang.." ujar laki-laki itu dengan suara rendah.
"I love you, Gavin.." pelan Kiran dengan sorot yang tertunduk, dada kirinya sakit karena jantung yang berdegup amat kencang. Belum pernah ia merasa seingin ini untuk mendapatkan cinta dari seorang laki-laki.
Melihat pipi gadisnya yang merona, Gavin segera membawanya dalam pelukan untuk naik ke keramik.
Kiran duduk di sisi kolam, lalu mereka berdiri setelah Gavin juga keluar dari air. Putra semata wayang keluarga Aksagara itu membalut tubuh kekasihnya dengan handuk besar. Lalu mengangkatnya ke kedua lengan.
Ia menggendong Kiran dan mengayun kaki ke arah lift. Naik ke kamar mereka untuk membersihkan diri dan berganti.
°•~♡♡♡~•°
Gavin menggosok surai hitamnya yang basah kuyup dengan handuk kecil setelah mereka mandi bersama. Entah untuk keberapa kalinya.
Namun, netranya tak bisa lepas dari perempuan mungil berpiyama yang sedang berbaring di tempat tidurnya.
Kiran asik menyender di headboard kasur king size Gavin.
"Ra..." laki-laki itu melompat dan menghampiri kekasihnya, mendusel di perut hangat Kiran. Mendapat dehem.
"Mau main lego.." rengeknya.
"Hng?" gadis dengan wangi feminim yang candu itu membuka mata yang sebenarnya sudah mengantuk.
"Besok Apin kerja, mau seneng-seneng dulu.." bujuk laki-laki itu, mentoel-toel lengan Kiran dengan mata berbinar.
Gadis itu menghela nafas tipis, lalu menerbitkan senyum.
"Yauda, ambil," ujarnya setuju.
Mendapat kepalan tangan dibarengi sorakan girang dari putra semata wayang di kelurga Aksagara ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jarum jam merangkak ke angka sepuluh, keduanya sama sekali tidak sadar waktu lewat secepat angin.
"Yang ini untuk bagian rodanya, Gav?" Kiran menodong serpihan hitam kecil.
Gavin menadahkan tangan, menerimanya tanpa memutus netra dengan petunjuk di kertas.
"Yes, selesai, Ra!" laki-laki dengan kulit wajah sepucat susu itu mengembangkan senyum pada Kiran.
Ia menawarkan dua telapak tangan terbuka ke depan pada gadisnya.
Mereka melakukan tos di udara sembari jingkrak-jingkrak karena berhasil menyelesaikan satu set lego hanya dengan waktu dua jam kurang.