31. Time Is Of The Essence!

245 32 7
                                    


Aku up! Jangan lupa vote dan tandain typonya yaa

Baca chapter sebelumnya biar ga bingung.



---



Jane bangun dipagi hari untuk mempersiapkan meetingnya.


Saat itu masih pukul lima pagi jadi dia memilih untuk melakukan Yoga sebelum mandi. Dia kemudian mengenakan blouse putihnya yang dipasangkan dengan celana hitam dan blazer hitam. Dia memutuskan untuk membiarkan rambutnya yang tergerai dipundaknya dibanding mengikatnya. Setelah memakai make up ringan dan menyemprotkan parfum khasnya, dia yakin kalau dia sudah rapih untuk meetingnya.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ketika dia selesai, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh dipagi hari. Jane tidak membuang waktunya lagi dikamarnya dan pergi kebawah untuk sarapan. Namun, yang membuatnya terkejut, Taetae sudah berada di rumahnya dan bahkan sedang menyiapkan meja untuknya sarapan.



"Ekhem..." Jane mengkode kehadirannya, diam-diam menggerutu kalau ini masih terlalu pagi baginya menelpon agensi memberitahu mereka untuk menggantikan Taetae. Jane mempertahankan sikap tenangnya ketika dia duduk dimeja makan.



Melihat kalau Taetae tidak bertingkah seperti yang mengenal Jane sejak tadi malam sampai saat ini, Jane berasumsi kalau dia pasti tidak mengenal Jane. Jika Taetae bekerja sebagai seorang pendamping, masuk akal baginya untuk mengingat Jane. Pria ini pasti telah melayani banyak wanita sebelumnya, Pikir Jane sebelum mulai untuk makan apa yang disiapkan Taetae untuknya.

Taetae membuatkan sarapan ala Inggris dengan roti panggang, bacon, sosis dan jamur. Jane mulai berpikir apakah memasak adalah suatu keahlian Taetae untuk memuaskan pelanggannya. Namun, dengan cepat dia menghilangkan pikiran itu. Jane mengingatkan dirinya sendiri agar meminta Mina menelpon agensi security nanti setelah Taetae mengantarnya ke kantor Kim Capital.


"Diamana Mina... sekretarisku?" Jane bertanya pada pria yang makan disebrangnya dengan tenang. Untuk beberapa alasan, mata Jane seketika terpaku pada kemeja putih Taetae. Sejak Taetae memasak lebih awal, dia pasti sudah melepas blazernya. Beberapa kancing kemejanya yang paling atas terbuka, memperlihatkan sedikit bagian dadanya. 


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The Villain's WifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang