"Aaa Feera, sumpah aku kangen banget!!!"
"Sama aku juga kangen.."
Kedua perempuan tersebut tengah berpelukan. Melepas rasa rindu, karena beberapa bulan tak bertemu. Semenjak keduanya menikah, mereka memang jarang bertemu. Apalagi keduanya sudah sama-sama lulus kuliah, jadi kesempatan untuk bertemu sangat sedikit.
Syafeera melapaskan pelukkannya, mengelus perut buncit sahabatnya. "Masyaallah, kamu sudah berapa bulan Ila? Udah keliatan hihihi"
"Udah jalan lima bulan Feera. Ayo Feer, masuk dulu." Ajak Kalila, mempersilahkan Syafeera untuk masuk.
"Bang Al lagi kerja ya Ila?" tanya Syafeera. Sebab ia tak melihat keberadaan sang kakak.
"Iya Feera, Mas Altaf kerja. Jadi aku sendirian di rumah deh. Oh ya tadi kamu dianter siapa?"
"Tadi aku dianter Mas Gaga Ila. Tapi dia langsung berangkat kerja tadi." Jelas Syafeera. "Aku punya kabar bahagia loh buat kamu!" sambung Syafeera dengan wajah berseri, saat keduanya sudah duduk di ruang tamu.
"Apa ih, kamu bikin aku penasaran deh!" ujar Kalila agak sedikit kesal. Karena Syafeera lama sekali memberitahunya.
"Oke-oke jadi.... Aku hamil!"
Kalila memelototkan matanya, ia sangat terkejut denga ucapan sahabatnya itu. "Demi apa!!!" Pekik Kalila.
"Beneran Ila, di sini ada baby udah jalan 3 minggu." ucap Syafeera membawa tangan Kalila ke atas perutnya.
"MasyaAllah aku seneng banget dengernya! Jadi kita hamil bareng." Kalila langsung memeluk tubuh sahabatnya, saking bahagia mendengarkan kabar mengejutkan dari Syafeera.
"Alhamdulillah Ila, tapi dedeknya mau di buatin rujak sama kamu." kekeh Syafeera.
Kalila yang mendengarkan ngidam Syafeera segera menurutinya. Ia melepaskan pelukkannya. Menarik tangan Syafeera menuju dapur.
"Ayok kita bikin!"
***
Sedaritadi Kalila terus gelisah dalam tidurnya. Entah mengapa, malam ini Kalila susah sekali untuk tidur. Ia terus mencari posisi yang nyaman untuk tidur. Padahal waktu sudah menunjukan pukul 23.00 WIB. Rasanya Kalila ingin menangis saja. Sekilas dia melirik ke arah Altaf. Menghembuskan napas kasar. Ingin membangunkan suaminya, tetapi kasihan karena besok Altaf harus berangkat ke kantor.
"Dede bayi yang tenang yah, Umma pingin bobo." Gumam Kalila, sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.
Altaf yang merasakan pergerakan terus menerus di sampingnya. Membuka mata, dilihatnya Kalila yang masih membuka mata.
"Sayang, kok masih bangun? Kenapa hemm?" tanya Altaf mendekat ke arah istrinya.
"Eh, mas Altaf kok bangun?Maaf ya pasti gara-gara aku yang gak bisa diam ya." Ringis Kalila, tak enak hati.
Altaf tersenyum, mengubah posisi tidurnya menghadap Kalila. Mengusap perut buncit milik Kalila. "Engga kok sayang, kamu kenapa hemm kok belum tidur? Ini udah jam 11 malam loh!"
"Engga tau mas, rasanya aku belum mengantuk. Mmm mas, aku mau minta sesuatu boleh?" pinta Kalila dengan puppy eyes nya.
"Boleh sayang, mau minta apa memangnya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKALI
SpiritualBacalah My Imam Until Jannah lebih dulu, agar tidak bingung! *** Muhammad Altaf Khair Wijaya seorang pembisnis muda. Ketampanan yang di milikinya di warisi dari sang Ayah. Dia pria yang memiliki sifat di...
