ALKALI #27

47 2 0
                                        

Sementara itu di sisi lain...

Pagi di Bandung terasa sedikit mendung ketika mobil Altaf dan Kalila memasuki halaman rumah mereka. Setelah lima hari berlibur di Bali, keduanya akhirnya kembali ke rutinitas semula. Mobil itu baru saja tiba dari bandara, masih tampak sedikit basah oleh embun pagi. Di bagasi, koper besar dan tas belanjaan dari berbagai tempat wisata memenuhi ruang belakang mobil.

Kalila melangkah keluar lebih dulu, menarik napas panjang. “Udara Bandung beda banget ya, mas. Lebih adem dari biasanya,” katanya sambil tersenyum sambil memeluk dirinya sendiri karena hawa pagi yang dingin.

Altaf menutup pintu mobil dan mengangguk. “Iya, benar sayang. Sepertinya cuaca di Bandung sedang tidak menentu."

Mereka masuk ke rumah, dan suasana di dalam masih terasa sejuk. Kalila langsung menuju dapur untuk membuat teh hangat, sementara Altaf mulai menurunkan koper satu per satu dari bagasi.

Mereka lalu duduk di ruang tamu, menikmati teh hangat sambil berbagi tawa ringan. Udara pagi Bandung yang lembap menambah suasana jadi lebih nyaman. Saat itulah ponsel Altaf bergetar di atas meja. Nama di layar membuatnya tersenyum.

“Syafeera nelpon,” kata Altaf pada Kalila.

Begitu panggilan diangkat, terdengar suara riang dari seberang.

“Abang! Kalila udah di Bandung, ya? Feera pengin main ke rumah, boleh kan?”

“Tentu boleh, Dek,” jawab Altaf sambil tersenyum. “Abang sama Kalila juga kangen.”

Kalila yang duduk di sebelahnya ikut berseru, “Bilangin sekalian suruh bawa Gaga, biar ramai!”

Syafeera tertawa dari seberang, “Siap, Ila! Kami berangkat abis ini!”

Setelah panggilan ditutup, Altaf menatap istrinya sambil tersenyum kecil. “Kayaknya rumah kita bakal rame hari ini.”

Kalila mengangguk, wajahnya tampak berbinar. “Dan itu hal yang aku suka. Aku udah kangen sama Syafeera juga.”

Mereka pun mulai menata ruang tamu. Altaf membuka koper kecil berisi oleh-oleh dari Bali, di mulai dari kue pia, kopi, laklak, beberapa gantungan kunci berukir kayu, baju, dan masih banyak lagi. Kalila menata semuanya di meja. Niatnya ia aka membagikan semua ini ke keluarga dan para sahabatnya.

Tak lama setelah Altaf dan Kalila selesai menata ruang tamu, suara mesin mobil terdengar berhenti di depan pagar rumah. Dari dalam rumah, Kalila melongok lewat jendela dan tersenyum senang.

“Itu pasti Feera mas!” serunya sambil segera berjalan ke depan dengan langkah cepat.

"Sayang, pelan-pelan jalannya! Kamu lagi hamil." Ujar Altaf sedikit menaikan suaranya.

Kalila meringis, "ia mas, maaf! Abisnya aku seneng banget." balas Kalila, melanjutkan jalannya yang tidak secepat tadi.

Benar saja, Syafeera turun dari mobil dengan langkah riang. Ia membawa kantong kecil berisi roti kesukaannya dan senyum lebar tak pernah lepas dari wajahnya. Gaga di sampingnya membantu membuka pagar.

“Ila!” panggil Syafeera begitu melihat Kalila di depan pintu.

Kalila langsung membuka tangannya lebar-lebar dan memeluk sahabat sekaligus adik iparnya itu dengan hangat. “Ya ampun, Feera! Akhirnya ketemu juga sama bumil cantik ink. Baru aja aku sama Abang kamu nyampe tadi pagi!”

Syafeera tersenyum cerah. “Makanya Feera langsung ke sini. Kangen banget! Di chat aja udah gak sabar pengin denger cerita di Bali. Kalila juga makin cantik aja, bumil satu ini.”

Gaga yang sudah memarkirkan mobilnya, menyalami Altaf yang baru keluar dari rumah. “Wah, udah balik juga, Bang. Mukanya cerah banget, liburan sukses nih.”

ALKALITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang