Pagi ini Syafeera sedang menyiram tanaman di depan halaman rumahnya. Perempuan itu menyibukkan diri di rumah, agar tidak merasa sepi. Beberapa menit yang lalu Gaga baru saja berangkat ke kantor. Sambil mengelus perut buncitnya, dia menyiram tanaman dengan tangan satunya lagi. Setalah sibuk menyiram tanaman, ia kembali ke ruang TV dan menonton TV sampai bosan.
"Hmm, enaknya aku ngapain ya? Biar nggak bosan." Gumam Syafeera. "Ha! Aku punya ide, kayaknya kalau belanja bareng Kalila seru deh." Sambunya.
Tiba-tiba saja dia kepikiran untuk main bersama Kalila. Lagian sudah lama sekali mereka tidak main bersama. Apalagi sekarang mereka sudah mempunyai suami. Jadilah sangat jarang untuk me time bersama. Syafeera meraih ponselnya yang ada di atas meja. Segera mencari nomor sahabatnya. Lalu, mengirim pesan pada Kalila.
Syafeera
Assalamualaikum. Ila apa kabar? Aku kangen! Kita main yuk.
Kalila
Waalaikumsalam Ferra, aku juga kangen banget! Mau main kemana Feera memangnya?
Syafeera
Kita belanja yuk! Udah lama nggak belanja bareng. Dari pada bosan di rumah.
Kalila
Boleh juga! Sama aku juga bosen banget di rumah. Nanti aku ke rumah kamu ya jam 12 siang. Kan searah tuh kalau mau ke Mall. Tapi aku izin dulu ya ke abang kamu
Syafeera
Wah boleh banget Ila, aku tunggu ya. Oke siap, aku juga mau izin ke mas Gaga dulu. Sampai ketemu nanti Ila.
Kalila
Oke siap bestie, bye-bye.
"Yey! Jadi main. Aku bilang mas Gaga dulu ah." Ujar Syafeera langsung menelpon suaminya dan Gaga memperbolehkan dia main bersama Kalila. Syafeera langsung bersiap-siap.
***
Sekitar tiga puluh menit kemudian, mobil Kalila berhenti di depan rumah Syafeera. Dari dalam, terlihat Syafeera sudah berdiri di depan pagar, mengenakan dress hamil warna krem dengan kerudung lembut berwarna sage. Ia tampak memegangi perutnya yang juga sudah membuncit dengan lembut.
“Kalila!” seru Syafeera dengan senyum lebar.
Kalila keluar dari mobil sambil melambaikan tangan. “Duh, cantik amat bumil satu ini,” goda Kalila sambil memeluk sahabatnya.
Syafeera tertawa, “Sama aja kamu juga, malah makin bersinar. Kayaknya karena sering disayang sama bangAltaf, ya?”
Kalila mencubit pelan lengannya. “Ih, dasar suka ngeledek terus.”
"Udah yuk, kita ke mall. Aku pengen banget jalan, di rumah tuh bosen banget. Mas Gaga sibuk kerja terus,” ujar Syafeera sambil masuk ke mobil. Keduanya sama-sama duduk di jok belakang.
“Sama. Mas Altaf juga udah rapat dari pagi. Jadilah kita para bumil kesepian, ya.” kekeh Kalila. Mereka berdua terwa lagi
Mang Arif yang mengetahui majikannya sudah masuk ke dalam mobil pun melajukan mobilnya perlahan meninggalkan halaman rumah.
Jalanan menuju mal tidak terlalu ramai. Di dalam mobil, musik lembut mengalun, membuat suasana terasa tenang. Mereka mengobrol ringan, mulai dari topik makanan yang mereka craving, sampai membicarakan drama Korea yang sudah mereka tonton
“Kamu tau gak, Feer, malam kemarin aku tiba-tiba pengen banget cilok. Tengah malam pula,” kata Kalila sambil nyengir.
“Serius? Terus gimana?” tanya Syafeera penasaran.
“Ya mas Altaf mau gak mau keluar. Cari cilok jam sebelas malam! Untung ada tukang lewat depan komplek.”
Syafeera langsung ngakak, karena puas sekali sang abang di suruh-suruh. “Kasihan banget bang Altaf. Tapi ya gimana, suami siaga memang harus begitu!”
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKALI
SpiritualBacalah My Imam Until Jannah lebih dulu, agar tidak bingung! *** Muhammad Altaf Khair Wijaya seorang pembisnis muda. Ketampanan yang di milikinya di warisi dari sang Ayah. Dia pria yang memiliki sifat di...
