ALKALI #32

67 2 0
                                        

"Sayang, mas pulang! Kamu di mana?" Teriak Altaf saat tak mendapati keberadaan istrinya. Biasanya Kalila selalu menyambutnya saat pulang kerja.

Kalila yang sedang asik mengadon kue buatannya di dapur, tidak mendengar suara teriakan Altaf, karena suara mixer yang tak kalah keras.

Altaf yang tak mendapatkan jawaban dari sang istri, menelusuri setiap sudut rumah satu persatu, ia menghentikan langkahnya saat melihat istrinya yang berada di dapur. Altaf menghembuskan napas lega, menghampiri istrinya dan memeluk Kalila dari belakang.

"Sayang, mas cariin. Ternyata sedang asik di dapur." Bisik Altaf di telinga Kalila.

Kalila tersentak kaget, saat ada tangan yang melingkar di perutnya, "Astagfirullah, mas Altaf ngagetin Kalila aja ih!" pekik Kalila memukul lengan suaminya.

Altaf terkekeh, "lagi buat apa sih Yang? Asik banget kayaknya. Sampai mas pulang aja nggak tau." tanya Altaf, sambil menduselkan wajahnya di ceruk leher Kalila.

"Aku lagi buat bolu pisang mas. Dari tadi aku bosan sekali menunggu mas pulang, jadi berkreasi deh di dapur." Balas Kalila, dia membalikkan badannya menghadap ke arah Altaf. "Maaf ya mas, tadi aku nggak nyambut kamu. Mas mau aku bikinin kopi atau minuman lainnya?" Sambung Kalila.

Altaf mengelus pipi istrinya, "boleh sayang. Buatkan mas jus jeruk saja yah."

"Oke siap mas, ada lagi?"

"Sudah, itu saja cukup. Mas ke kamar dulu ya. Mau mandi, nanti mas ke sini lagi. Makasih sayang." Ujar Altaf mencium kening istrinya, lalu pergi meninggalkan Kalila menuju kamar mereka untuk mandi.

Kalila segera membuatkan suaminya jus jeruk. Lalu, kembali melanjutkan kegiatanya membuat kue. Kali ini di tinggal memasukan kue ke dalam open. Setelah di masukan, dia mengatur suhu open tersebut agar pas.

Dua puluh menit berlalu. Altaf kembali menghampiri istrinya di dapur. Dia yang melihat Kalila tengah menyiapkan teh dan satu potong kue buatan Kalila, menghampiri istrinya.

"Wah, kuenya sudah jadi sayang?" Altaf memeluk istrinya dari belakang.

"Sudah mas, ayok kita cobain di ruang TV sambil menonton film." Jawab Kalila.

Altaf melepaskan pelukkannya, meraih nampan yang berisi kue dan jus buat Kalila. " Ayok! Biar mas saja ya yang bawa." Kedua melangkahkan kaki menuju ruang TV.

"Nah, sekarang mas harus cobain kue buatan aku." Ujar Kalila menyuapi kue ke mulut suaminya, saat mereka sudah duduk di sofa.

Altaf menerima suapan istrinya, "Mmm... buatan istri mas selalu enak!" Puji Altaf, dia sangat jujur karena buatan Kalila memang sangat enak dan tidak pernah gagal.

"Alhamdulillah kalau mas suka, aku senang dengernya." Senyum Kalila menatap suaminya yang semakin hari semakin tampan.

"Sekarang gantian yah, mas yang suapin kamu." Kata Altaf meraih piring kue satu lagi, menyuapkan ke mulut istrinya.

Kalila menerimanya dengan senang hati, "enak juga ya mas! Lain waktu aku mau bikin brownis ah."

"Boleh sayang, asal kamu senang mas ikut senang. Mmm, atau mas bikin kamu toko kue kali yah, gimana mau ngga? Lagian juga kamu pinter loh ini, selalu enak buat kuenya." Ujar Altaf.

"Wah... Aku mau sih mas, tapi nanti aja deh kalau aku sudah lahiran."

"Oke deh, mas serahin semuanya ke kamu. Nanti kalau mau bilang saja ya sayang."

"Siap mas! Makasih mas suami." Kata Kalila, sambil mengecup pipi suaminya.

"Mulai nakal ya kamu!" Kekeh Altaf, mengusap rambut istrinya.

ALKALITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang