Kalila mengambil konci mobil Altaf, yang kebetulan ada di meja kerja suaminya. Setelah itu, Kalila berjalan keluar ruangan dengan langkah anggun. "Mas aku tunggu kamu di mobil. " ucap Kalila lembut, tanpa menoleh ke arah belakang.
Altaf mengusap wajahnya kasar. Dia menatap Thalita dengan tatapan menusuk. "Sekali lagi kamu macam-macam sama saya Thalita! Hidup kamu tidak akan tenang." Ketus Altaf. Lalu meninggalkan Thalita di ruang kerjanya, dan menyusul Kalila ke parkiran mobil.
"Sialan." Umpat Thalita, begitu Altaf mencampakkan dirinya. Thalita tersenyum smirk ternyata istrinya Altaf bukan lawan yang mudah di patahkan. Dia akan terus menyusun rencana jahatnya dengan rapih.
***
Kalila yang sudah sampai di parkiran mobil, membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil, lalu menutupnya dengan kencang. Sungguh dia kesal sekali dengan Thalita. Bisa-bisanya menggoda Altaf.
"Dasar wanita murahan! Segala pegang-pegang suami aku lagi." Umpat Kalila dengan napas naik turun.
Altaf datang beberapa detik kemudian, napasnya sedikit terengah. Dia langsung masuk ke dalam mobil. Ia duduk di kursi kemudi, napasnya panjang, mencoba menenangkan diri sebelum bicara.
"Sayang..." suaranya lembut. "Aku minta maaf. Tadi aku udah mau nepis tangan permepuan itu kok, tapi kamu keberu datang." jujur Altaf.
Kalila menatap keluar jendela, malas melihat suaminya. "Aku nggak nyalahin kamu, Mas. Tapi aku nggak bisa diem waktu perempuan lain ngelewatin batas."
Altaf menangkup wajah istrinya, "sayang liat aku dulu." Ujar Altaf menyuruh Kalila untuk menatapnya. Saat Kalila sudah balik menatapnya Altaf berkata, "aku nggak akan biarin dia ngelakuin itu lagi. Aku bakal bikin dia tahu batasnya."
Kalila mengangguk pelan, lalu tersenyum tipis. "Aku percaya kamu."
Ia mengusap perutnya. "Besok-besok kamu harus lebih tegas kalau cewek itu udah ngelewatin batas. Ngerti!"
Altaf menggenggam tangan Kalila. "Iya, Aku janji sayang." Altaf mengecup tangan istrinya. "Jantung mas rasanya mau copot liat kamu kayak tadi, mas fikir kamu bakal marah sama mas. Makasih ya sudah percaya sama mas." Sambung Altaf.
"Tapi aku masih ngambek ya sama mas!" balas Kalila mengerucutkan bibirnya.
"Baiklah, mas minta maaf. Kasih tau mas sesuatu, agar kamu tidak ngambek lagi sama mas." Ujar Altaf membujuk istrinya.
"Oke. Sebagai gantinya mas harus beliin aku Pizza satu meter!" Celetuk Kalila.
Altaf tersenyum, dia akan membelikan Pizza untuk istrinya, agar tidak merajuk lagi. "Siap sayang. Nanti setelah dari rumah sakit kita beli ya."
"Yasudah mas, sekarang kita harus ke rumah sakit. Nanti telat lagi ketemu sama bayi." Seru Kalila.
"Iya sayang, ayo kita berangkat." Altaf menyalahkan mesin mobilnya. Lalu melajukan mobilnya ke arah rumah sakit.
Beberapa jam kemudian, mereka duduk di ruang tunggu rumah sakit. Kalila bersandar di bahu Altaf, matanya mulai lembut lagi.
"Aku tadi terlalu galak ya?" tanyanya pelan.
Altaf tersenyum kecil. "Nggak. Justru aku bangga banget lait kamu. Bisa membuat tuh perempuan diam."
Kalila tertawa kecil. "Aku cuma nggak mau kelihatan lemah di depan orang yang ngetes kesabaranku. Lagian, dia berani-beraninya nyentuh kamu! Kamu itu kan punya aku titik."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKALI
SpiritualBacalah My Imam Until Jannah lebih dulu, agar tidak bingung! *** Muhammad Altaf Khair Wijaya seorang pembisnis muda. Ketampanan yang di milikinya di warisi dari sang Ayah. Dia pria yang memiliki sifat di...
