Kini Kalila sudah sampai di depan gedung kantor milik suaminya. Perempuan itu segera masuk ke dalam gedung tersebut. Semua karyawan yang memang mengenal Kalila adalah istri bos mereka tersenyum ramah ke arah Kalila. Bahkan, banyak sekali yang menyapa Kalila saat dia menuju ruangan kerja milik Altaf. Karena keberadaan ruangan Altaf di lantai 5 jadilah Kalila memutuskan untuk menaiki lift yang ada di kantor suaminya. Saat di lift ia bertemu dengan asisten pribadinya Altaf.
"Loh Bu bos, kok ada disini! Mau ke ruangan pak bos kah?" tanya Riza saat melihat istri bosnya.
"Eh kak Riza. Iya kak aku mau ke ruangan mas Altaf. Ini mau makan siang bareng sama mas Altaf!" jawab Kalila sambil menunjukan rantang makan yang ia bawa.
"Wis mantap, pak bos pasti suka nih! Semoga lancar-lancar makan sianganya bu bos." ujar Riza.
"Oh iya, aku juga bawaain pempek buat kak Riza. Kebetulan tadi aku buat sendiri. Dimakan ya kak, semoga suka!" Kalila menyerahkan pempek yang sengaja memang ia bawa juga untuk asisten pribadi suaminya. Pikirnya agar tidak mubazir, jadi ia membagikannya pada yang lain.
Dengan senang hati Riza menerima pemberian Kalila,"wih!! Saya juga dapat ternyata. Makasih ya bu bos." Kekeh Riza.
"Sama-sama kak. Panggil aku Kalila saja ya, jangan bu bos." Kekeh Kalila, sebenernya ia agak kurang nyaman di panggil bu bos, lebih baik di panggil nama saja.
"Siap Kalila."
"Yasudah, kalau gitu aku ke ruangan mas Altaf dulu ya kak Riza." Pamit kalila saat lift sudah terbuka.
Kalila yang sudah tidak sabar bertemu Altaf mempercepat langkahnya. Saat sampai di depan pintu ruangan suaminya, dia langsung masuk begitu saja. Pelan-pelan ia membuka pintu, agar tidak menimbulkan suara. Karena dia ingin membuat kejutan untuk suaminya. Saat sudah masuk ke dalam ruangan ia menghampiri suaminya, yang sedang menerima telpon dari partner bisnisnya. Karena posisi Altaf yang membelakangi Kalila. Jadi Altaf belum sadar, bahwa Kalila datang. Perempuan itu perlahan mendekat ke arah Altaf, lalu memeluk suaminya dari belakang.
Altaf tersentak kaget saat tiba-tiba ada lengan seseorang memeluknya dari belakang, ia segera mengakhiri telponnya. "Baik pak, kalau gitu sampai bertemu besok di ruang rapat, terimakasih."
"Kamu! Siapa kamu berani-beraninya memeluk saya!" Ucap Altaf meninggikan suaranya.
Kalila tersentak kaget,"mas, ini aku Kalila!" cicit Kalila.
Deg!
Altaf membulatkan matanya, dia segera membalikkan badanya. Laki-laki itu merasa bersalah, saat tahu bahwa yang ia bentak itu adalah istrinya.
"Astagfirulla, sayang... maaf mas kira siapa." Lirih Altaf menghampiri istrinya.
Tubuh Kalila sudah bergetar hebat akibat bentakan suaminya. "Maaf mas..." lirih Kalila sambil menundukan kepalanya.
Altaf membawa Kalila ke dalam dekapannya, "ya Allah, maafin mas sayang. Mas nggak bermaksud membentak kamu! Mas kira tadi ada wanita lancang yang memeluk mas dari belakang. Maaf sayang, maaf." Sesal Altaf mengusap punggung istrinya agar tenang.
Kalila yang sudah merasa sedikit tenang membalas ucap suaminya, "ngga papa kok mas. Salah Kalila juga tadi main peluk saja. Ta-tadinya Kalila mau buat kejutan buat mas Altaf."
Altaf mencium kening, bibir istrinya sekilas dan terakhir kedua punggung tang istrinya. "Maafin ya sayang, sekali lagi mas minta maaf." Altaf membawa Kalila untuk duduk di sofa yang terdapat di ruang kerjanya. Keduanya duduk di sofa tersebut.
Kalila yang sudah tenang, tersenyum kearah suaminya. "Sudah mas, Kalila tidak kenapa-kenapa kok. Lupaim saja yang tadi yah, sekarang lebih baik kita makan siang. Mas pasti belum makan siangkan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKALI
SpiritualBacalah My Imam Until Jannah lebih dulu, agar tidak bingung! *** Muhammad Altaf Khair Wijaya seorang pembisnis muda. Ketampanan yang di milikinya di warisi dari sang Ayah. Dia pria yang memiliki sifat di...
