CHAPTER : 09

91 14 1
                                        

JANGAN LUPA VOTE & COMMENT, JUJUR COMMENT DARI KALIAN BIKIN AKU SENENG BANGETT🥺💗. THANKYOU YAA YANG UDAH BACA, LOPYUU!

ENJOY!

HAPPY READING
.

.

.

.

.

———

Kayera dengan cepat mengeram mobilnya, "ANJING!" umpat Kayera tersentak kaget.

Terlihat ada dua orang pria yang menghalangi jalannya, mereka berhenti tepat di depan mobil Kayera.

DUK DUK DUK

Dua pria itu mengetuk kaca mobil mereka, "Kay, gue takut.." lirih Seyra.

"Telpon Jeano cepet!" perintah Kayera, Seyra langsung mengangguk ia mengambil ponselnya dari tasnya yang berada di pahanya itu.

"TURUN!" teriak pria bertubuh kekar yang kulitnya agak hitam itu, "TURUN ATAU GUA PECAHIN KACA MOBIL LO?" ancamnya.

"Sial." umpat Kayera, "Kayanya, ini salah satu yang lo sebut ancaman." ucap Kayera kepada Seyra.

Seyra yang masih berusaha menelpon Jeano itu mengernyitkan dahinya, "Maksud lo.. Kita di buntutin?" tanya Seyra.

Kayera mengangguk pelan, "Gimana Jeano?" tanya Kayera.

Seyra menggeleng pelan, "Susah, memanggil mulu." jawab Kayera.

"Sey, kita kena jebakan." ujar Kayera, dan suara ketukan kaca itu semakin keras.

"TURUN GAK LO?! KALO GAK TURUN NYAWA LO PADA BAKAL JADI TARUHANNYA!" ancam pria itu dari luar jendela.

"Kay.." ucap Seyra lirih, ia memegang pergelangan tangan Kayera. Kayera bisa merasakan betapa dinginnya tangan Seyra, tampaknya gadis itu sedang ketakutan.

"Maaf Sey, seharusnya gue nggak ngajak lo keluar. Maafin gue." balas Kayera dengan nada sendunya itu, Seyra menggeleng kuat.

"Gak, ini bukan salah lo. Gue yang maksa juga," sahut Seyra tertunduk.

"Kirim pesan sama Jeano dan telpon yang lainnya." ujar Kayera, "Kay, lo mau kemana?" tanya Seyra heran.

"Gue? Gue bakalan hadapin mereka." balas Kayera, Seyra menggeleng kuat.

"Jangan Kay, bahaya! Nanti lo kenapa-kenapa gimana? Apa kita gak bisa langsung jalan aja? Biarin tabrak aja motor mereka." titah Seyra.

Pria itu mengambil batu besar dan mengarahkan nya ke jendela mobil milik Kayera, "TELPON CEPET!" ujar Kayera sedikit berteriak.

Tangan Seyra dengan cepat mengutak-atik ponselnya, jendela kaca mobil Kayera perlahan mulai ada retakan.

SATU..

Jemian dan LukanyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang