CHAPTER : 38

152 9 0
                                        

---

---

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

---

"Other than upholding friendship, we also uphold high solidarity." -DRG

🎶Di Akhir Perang - Nadin Amizah

---

Hari-hari berlalu, ini adalah hari senin. Pagi ini sungguh cerah banyak burung berkicauan, bahkan langit pun sepertinya mendukung pagi yang cerah ini. Karamel bersiap-siap untuk sekolah, memulai hari baru lagi.

"Non, bekel nya jangan lupa di bawa." peringat bi Darti.

"Kayanya Karamel nggak usah bawa bekel deh, bi." ucap Karamel sembari menuruni anak tangga.

Bibi Darti pun menoleh, "Loh, kenapa Non?" tanya bi Darti.

Karamel tersenyum mendekati bi Darti, "Nggak apa-apa bi. Karamel nanti bisa beli di kantin, buat bibi sarapan aja, ya? Bibi jangan telat makan," ujar Karamel menepuk pundak bi Darti.

Lalu Karamel pun memeluk bi Darti, "Karamel berangkat dulu, ya bi? Karamel sayang bibi." ucap Karamel sambil mengurai pelukan itu.

Bi Darti tersenyum kepada Karamel, "Iya, Non. Hati-hati di jalan, bibi juga sayang Karamel." ucap bi Darti.

Karamel pun pergi keluar, saat di luar senyuman Karamel merekah. Karamel terasa hidup dalam mimpi, kini Karamel benar-benar akan menikmati kebahagiaannya setelah semua yang ia lalui?

"Good morning princess." sapa Jemian dengan senyuman lembutnya, Karamel hanya bisa tersenyum malu-malu.

Karamel pun mendekati Jemian, "Good morning too prince Ian!" Karamel berbalik menyapa.

Jemian menyodorkan helm pada Karamel, "Semalem tidurnya nyenyak nggak?" tanya Jemian.

Karamel hanya bisa menganga, karena Jemian tak pernah sebelumnya menanyakan ini padanya. Jemian mencubit pipi Karamel, "Kenapa, hm? Kok bengong?"

Lamunan Karamel pun buyar, "Eh? Nggak apa-apa kok! Semalem aku tidurnya nyenyak, cuman rada kepikiran kamu terus." sahut Karamel sembari memakai helm.

Jemian pun mengernyitkan dahinya, "Kenapa?"

Karamel hanya bisa terkekeh, "Abis semalem kamu buat aku salah tingkah terus! Jadinya kebawa sampe mau tidur, kan."

Jemian ikut terkekeh, Jemian pun membantu Karamel mengikat helm itu. "Tumben roknya nggak pendek?" tanya Jemian.

Karamel pun berdecak, "Ini kan hari senin, Ian.."

"Nanti kalo aku di hukum gimana?" lanjut Karamel.

"Siapa yang berani ngehukum princess nya Ian, hm?" tanya Jemian dengan tatapan mengintimidasi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 06, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Jemian dan LukanyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang