Chrys terus berjalan setelah menaiki tangga lantai dua. Ia mengikuti karyawan pria yang menjadi petunjuk jalan menuju ruangan yang ia pesan. Netra birunya dapat melihat beberapa ruangan yang pintunya tertutup pertanda sudah ada orang di dalamnya. Sampai pada satu ruangan yang pintunya sedikit terbuka. Itu bukan ruangan miliknya karena sudah ada orang di dalamnya.
Pria yang menjadi petunjuk arah pun terus berjalan tanpa tahu bahwa Chrys sudah tidak mengikutinya. Gadis dengan netra biru itu penasaran dengan apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Siapa tahu ia bisa melihat langsung aktivitas dewasa yang selama ini ia bayang-bayangkan. Beruntungnya di lantai dua ini hampir tidak ada orang yang berlalu lalang.
Chrys mendekatkan matanya ke celah pintu. Ia dapat melihat dua siluman ular wanita sebagai jalang dan dua pria berbadan besar yang duduk menikmati pelayanan dari jalang yang ada disana.
Dua pria itu...ia sedikit aneh saat merasakan aura yang keluar dari tubuh kedua pria itu, rasanya seperti makanan yang biasa ia makan tetapi anehnya ia tidak ingin memakannya. Tidak ada bangsa yang mempunyai aura seperti itu di wilayah ini apalagi bangsa hibrida di pusat kota. Ia sangat yakin kalau kedua pria itu adalah penjelajah dari bangsa hibrida di kerajaan lain.
Yah, itu bukan masalahnya. Ia hanya ingin melihat kegiatan dewasa dari kedua pria itu. Tapi...tidak ada tanda-tanda kedua pria itu akan melakukan kegiatan yang ia bayangkan. Hanya dua wanita itu yang terus berusaha membangkitkan nafsu pria yang mereka layani. Sepertinya tidak ada harapan di ruangan ini karena kedua pria itu malah asik berbincang-bincang.
Chrys kemudian menjauhkan dirinya dari pintu itu dan hendak melanjutkan perjalanannya menuju ruangan yang ia pesan. Namun, belum ia melangkah ia dapat mendengar obrolan yang mengejutkan dari kedua pria itu.
"Hei, bagaimana jika kita coba saja racun yang itu pada kedua jalang ini sebagai bahan percobaan?"
"Kau ingin membuat kita ditangkap karena meracuni jalang-jalang ini!"
"Tikus tanah bodoh! Bukankah kita mempunyai penawarnya. Lagi pula kedua jalang ini sudah kita bayar"
"Dasar tidak sadar diri! Aku hibrida manusia setengah tikus tanah sialan! Jangan kau sama kan aku dengan makhluk kotor itu"
"Aku tidak peduli! Jadi bagaimana kau setuju atau tidak?"
Mendengar percakapan singkat kedua hibrida itu Chrys sontak menatap dingin ke arah mereka. Raut wajah yang tadinya santai berubah menjadi serius ketika salah satu dari pria itu mengeluarkan racun yang dibicarakan dan suara jeritan ketakutan terdengar dari kedua wanita itu.
Enak saja ingin meracuni sesamanya, apalagi kedua siluman ular itu berasal dari wilayahnya. Tanpa pikir panjang ia masuk ke ruangan itu. Yang pastinya membuat mereka yang ada di dalam ruangan terkejut melihat kedatangan Chrys.
"Siapa kau?" Tanya salah satu dari pria itu sambil menyembunyikan racun yang sempat ia keluarkan.
Chrys yang tersadar dengan apa yang di lakukannya langsung mengendalikan dirinya.
"Ah, aku adalah jalang yang nyonya perintahkan kemari sebagai hadiah ulang tahun rumah bordil kami yang ke enam puluh tahun" balas Chrys asal.
"Benarkah itu?" tanya pria lainnya kepada jalang yang melayaninya karena sedikit tidak percaya dengan ucapan Chrys.
Chrys menatap tajam wanita itu ketika wanita itu menatap Chrys dengan takut sekaligus bingung.
"Yang dikatakan wanita ini benar tuan. Rumah bordil kami sedang berulang tahun yang ke enam puluh"
"Baguslah, bahan percobaan kami menjadi bertambah" seringai kedua pria itu.
Chrys yang melihat seringaian kedua pria itu hanya tertawa dalam hati.
"Aku tidak mengerti maksud kalian, namun aku akan menjamu kalian terlebih dahulu sebelum melakukan apa yang kalian inginkan" ucap Chrys berpura-pura bodoh. Ia kemudian menuangkan sake ke gelas milik kedua pria berbadan besar itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHRYSOPELIA (END)
FantasyMasuk novel?? Ia kira transmigrasi hanya karangan belaka, namun pemikiran itu di patahkan oleh kejadian yang ia alami. Ia bertransmigrasi ke sebuah novel ber tema kan fantasy dan ia masuk ke raga siluman ular. ohh tidakk!! ia tidak suka dengan ular...
