18

4.2K 272 0
                                        

Hari sudah menjadi gelap, ditambah kabut tebal yang menghalangi pandangan Chrys. Untungnya ia bersama dengan dua siluman serigala yang mempunyai pendengaran dan penglihatan yang tajam. Jadi memudahkan ia dan teman-temannya yang lain untuk melarikan diri. Apalagi di sini tidak ada tanaman berbahaya yang dapat membahayakan mereka seperti tanaman pemangsa dan beracun di seberang lumpur hisap.

Chrys memegang erat bulu-bulu Gracelynn yang berguncang akibat berlarian. Sudah lama mereka berlari tanpa henti karena tidak menemukan tempat yang cocok untuk mengobati Kaiser. Dan apabila menemukan tempat yang tepat, entah dari mana datangnya pasti para penyusup itu selalu memergoki mereka. Padahal mereka mengira sudah berada jauh dari jangkauan para penyusup itu.

Tidak ada pilihan lain. Chrys pun meminta Gracelynn untuk berlari di samping Arzhel. Ia lalu meraih tangan Kaiser dengan susah payah. Terlihat jelas kerutan-kerutan di dahi Kaiser pertanda Kaiser sedang menahan sakit yang dirasakannya. Chrys menyentuh luka Kaiser yang belum sempat di balut. Ia lalu mengarahkan tangannya yang berlumuran darah ke hidung nya.

'Bau ini!!'

Sudah jelas sekali ini racun yang di ekstrak dari...bisa ular? Tidak salah lagi. Jahat sekali dalang dari semua ini. Marah? Tentu saja. Tetapi ia tidak boleh membuang-buang waktu. Ia harus segera mengobati Kaiser.

Ia lalu mengambil sebuah botol kecil di balik pakaiannya dan menuangkan isi dari botol itu ke luka Kaiser yang membuat Kaiser meringis kesakitan. Isi dari botol itu adalah penawar racun tingkat tinggi yang di siapkan dayang pribadi Chrys untuk berjaga-jaga. Untunglah racun yang ada di luka Kaiser berdosis sedang jadi ia tidak perlu terlalu khawatir.

Tetapi meskipun begitu, luka itu tidak akan mudah sembuh karena wujud asli Kaiser yang terluka. Mungkin jika mereka ada di kerajaan luka kaiser pasti akan cepat sembuh hanya dalam dua hari.

Karena tidak mempunyai perban, Chrys dengan segera merobek pakaian di bagian lengan kirinya. Untungnya pakaian itu tidak berbahan kasar, jadi tidak akan memperparah luka Kaiser.

Arzhel, Gracelynn, dan Matarys menghentikan lari mereka setelah di rasa sudah cukup jauh dari para penyusup itu. Semoga saja penyusup itu tidak berhasil menyusul mereka. Jika boleh jujur, sungguh mereka lelah sekali berlari tanpa henti sedari tadi. Apalagi dengan membawa teman-teman mereka.

Srak...srak

Tap...tap

Tap...tap

Suara ini. Jangan lagi!! Tapi sayang nya mereka sudah terkepung oleh para penyusup. Mau tidak mau mereka pun harus melawan penyusup itu.

Chrys, Kaisar dan Asteria turun dari punggung teman-temannya. Kaiser terlihat memaksakan diri agar tidak tumbang. Mereka tidak bisa menghentikan Kaiser yang sangat keras kepala ingin ikut membantu. Mereka membentuk lingkaran dengan posisi saling membelakangi.

Desing...desing

Auuuuuu

Krak

Klotang...klotang

Grrrrr

Swoosh

Bunyi-bunyi pertarungan terdengar. Crys dan para sahabatnya harus berhati-hati pada penyusup itu karena penyusup itu mengoleskan racun pada senjatanya.

"Dasar makhluk sialan! Enyah kau dari hadapanku!!" umpat Matarys yang sudah hampir mencapai batasnya.

"Ayo kita kabur sini!" ujar Asteria yang juga kelelahan.

"Tidak semudah itu!! Mereka pasti selalu dapat menemukan kita. Aku tidak ingin membuang-buang energi untuk hal yang sia-sia" timpal Gracelynn sambil mencakar musuh yang ada di hadapannya.

CHRYSOPELIA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang