25

4K 222 0
                                        

Chrys mengejapkan matanya. Ia melihat sekelilingnya yang terlihat familiar. Bukankah ini adalah Gua tempat teman-temannya berada?

Tunggu!! Bagaimana bisa? Bukankah ia tadi ada di perpustakaan?

Chrys lalu mendudukkan tubuhnya dengan cepat yang membuat Chrys meringis kesakitan. Ia dapat melihat banyak sekali perban yang membalut dirinya. Siapa yang melakukannya?

Chrys mendengar langkah kaki yang menuju ke arahnya. Ia ingin bersembunyi tetapi tidak bisa, jadi ia hanya menatap ke arah suara langkah kaki itu.

"Chrys!" panggil orang itu.

Chrys hanya mengerutkan keningnya, berusaha mengenali suara orang yang memanggilnya.

"Marlys?" balas Chrys memastikan.

"Iya, ini aku. Apa yang kau rasakan sekarang? Apakah kau sudah merasa lebih baik?" ucap Marlys sambil membaringkan Chrys untuk ia periksa.

"Aku sudah lebih baik. Tapi kenapa aku bisa ada disini? Bukankah tadi kita—" balas Chrys menatap Marlys yang sedang memeriksanya.

"Tidak perlu kau pikirkan! Aku dan beberapa Elf membantumu keluar dari sana. Rencana kita sudah berhasil!" ujar Marlys gembira.

"Aku ingat kalau aku mengamuk di perpustakaan. Dan ada yang menenangkan ku sebelum aku tidak sadarkan diri. Apakah itu kau?" tanya Chrys penasaran.

"Tentu tidak! Kekuatanku belum cukup kuat untuk menenangkan siluman yang mengamuk. Yang melakukannya adalah nenek Gammy. Satu-satunya Elf penyembuh yang tersisa" jawab Marlys.

Saat ingin membalas ucapan Marlys, tiba-tiba saja Elf lain datang ke arah Chrys. Elf itu mengajak rombongan nya untuk menghampiri Chrys.

"Kau yang bernama Chrys? Terimakasih ya sudah menolong kami" ucap seorang Elf muda yang tampan dengan semangat.

"Nak, Tidak sopan!" timpal Elf yang sudah tidak lagi muda, seumuran nenek Chrys.

"Hehehe. maafkan aku nek" balas pemuda itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Setelah percakapan itu mereka semua melihat Chrys yang memandang mereka dengan bingung.

"Chrys. Perkenalkan mereka adalah warga ku yang tersisa. Terima kasih sudah membantuku Chrys" ujar Marlys dengan senyum tulusnya yang tidak pernah Chrys lihat sebelumnya.

Chrys membalas ucapan Marlys dengan anggukan dan senyuman karena tidak ada kata-kata yang pas untuk menjawab Marlys.

Sudah berapa lama ya kira-kira, ia tidak sadarkan diri. Dan bagaimana nasib Myr—tunggu dulu!! Bagaimana keadaan teman-temannya sekarang?! Apakah sudah di obati?!

"Marlys! Bagaimana keadaan teman-temanku?! Apakah mereka sudah diobati?! Atau sekarang mereka sudah sadar?! Atau jangan-jangan—"
Panik Chrys yang bersiap ingin bangun.

"Hei...hei Chrys! Jangan panik! Nenek Gammy sudah mengobati mereka. Bahkan mereka sudah sadar tiga hari yang lalu" ucap Marlys dengan khawatir.

"Benarkah? Apa boleh aku menemui mereka?" pinta Chrys memohon.

"Benar! Tapi kau jangan menemui mereka dulu. Jika kau memaksakan diri ke sana dengan keadaan kau yang seperti ini, mereka pasti akan mengkhawatirkan mu. Apalagi kau sudah tiga hari tidak sadarkan diri" tolak Marlys.

Chrys pun menuruti ucapan Marlys. Marlys menceritakan kejadian di perpustakaan karena Chrys terus memaksa Marlys untuk bercerita. Yang menenangkan Chrys saat itu adalah nenek Gammy. Nenek itu jugalah yang menolongnya dan teman-temannya.

"Terimakasih nek! Sudah mengobati ku dan teman-temanku" ujar Chrys dengan tersenyum tulus.

Nenek Gammy terlihat menggeleng.
"Tidak perlu berterimakasih nak. Kau pun sama telah menolong kami. Nenek hanya bisa membalasnya dengan itu. Mungkin jika aura magis di Hutan ini tidak melemah, kau pasti sudah sembuh walaupun wujud ular mu yang terluka"

CHRYSOPELIA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang