33

3.5K 194 26
                                        

"Apa maksudmu?!" tanya gadis berambut pendek dengan sedikit membentak Chrys.

"Kau bercanda?!" tanya gadis yang di kepang dua dengan marah.

Chrys menatap bingung kedua orang itu. Apakah yang ia katakan salah?

"Kenapa kalian memarahiku? Padahal aku hanya menyuruh kalian pulang untuk membantu pelayan lainnya di kedai. Aku tidak ingin membuat kalian menunggu. Aku akan menyusul kalian setelah aku bersiap" jelas Chrys dengan tatapan yang ia buat sepolos mungkin.

Kedua gadis yang mendengar itu menghembuskan nafas lega secara bersamaan.

"Kami tidak bermaksud memarahi mu. Kami hanya...hanya kaget saja" ucap wanita berkepang dua melembut-lembutkan nada bicaranya.

Chrys hanya mengangguk-anggukan kepalanya dengan tersenyum.
"Kalau begitu...sampai jumpa" ujar Chrys dengan melambai-lambaikan tangannya.

Kedua gadis itu pun hanya tersenyum dan berjalan keluar mengikuti perintah Chrys.

"Chrys. Kemana tamu mu tadi?" tanya wanita tua itu melihat sekeliling.

Chrys yang mendengar itu hanya tersenyum manis menatap wanita tua itu.
"Tidak tahu bu, mereka terburu-buru pergi tadi"

"Lalu bagaimana dengan minuman dan cemilan yang sudah ku buat ini?" tanya wanita  tua itu seraya menghembuskan nafas.

"Ibu tidak lupa? Ada aku, Dhena dan Asteria yang akan menghabiskannya" balas Chrys dengan setengah berbohong. Mana mungkin ia memakan cemilan yang sudah di masak seperti itu, apalagi itu bukan daging.

"Baiklah. Bawa ini ke atas setelah kau mandi. Dan jangan lupa untuk membangunkan Dhena dan Asteria!" ucap wanita tua itu seraya menaruh minuman dan cemilan yang ia buat di atas meja.

"Siap bu"

******

Chrys sudah berada di depan kedai makan yang kemarin ia kunjungi. Ia meninggalkan Asteria dan Dhena di kamar setelah membangunkan mereka dan pergi sendiri ke sini. Ia juga sudah pamit dengan ibu Dhena, jadi mereka tidak akan menanyakan keberadaannya.

Setelah masuk ke dalam kedai, dapat Chrys lihat banyaknya manusia dan siluman yang berada di kedai itu dengan menghancurkan barang yang ada di sekitar. Keempat pelayan terlihat menenangkan para pembeli yang mengamuk.

Chrys lantas melangkahkan kakinya ke dapur kedai. Sangat sulit untuk berpindah tempat karena ruangan yang ramai. Chrys sampai harus berdesak-desakan untuk menuju dapur.

Sesampainya di dapur, Chrys di kejutkan dengan koki kemarin yang sedang mengamati makanan yang ada dihadapan koki itu. Dan betapa terkejutnya Chrys melihat makanan hasil buatan koki itu.

Koki itu malah membuat telur dadar yang di gulung-gulung lalu di tusuk menggunakan tusuk sate. Begitu pula dengan telor ceplok balado yang sambalnya ditumis terlalu lama sampai berubah warna menjadi merah gelap. Chrys sangat penasaran bagaimana bisa koki itu bisa berada di posisi koki sampai saat ini?

Chrys langsung saja mendekati koki itu dan meminta izin untuk membantu sang koki. Koki itu terlihat mengangguk setuju dengan wajah yang memerah malu.

Chrys dengan lihai membuat telur gulung dan telur ceplok balado dengan porsi yang banyak dibantu oleh koki. Sesekali ia mengajari koki itu cara pembuatan kedua makanan yang Chrys masak. Koki itu dengan canggung mengikuti arahan Chrys.

Makanan telah siap untuk dibagikan. Koki itu lalu memanggil dua pelayan wanita untuk menyajikan makanan kepada para pembeli yang mengamuk.

CHRYSOPELIA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang