26

3.9K 193 0
                                        

Chrys yang sedari tadi tenggelam dalam pemikirannya, tiba-tiba tersentak dengan remasan tangan Kaiser di pinggangnya. Segera saja ia menoleh dan mendapati tatapan dalam Kaiser. Ia tanpa sadar mengabaikan pertanyaan naga yang ada disebelahnya.

"Aku ingin turun, hanya saja aku kasihan dengan Matarys yang sedari tadi melihat ke arah kita" ucap Chrys sambil menunjuk ke pintu Gua.

Di pintu Gua itu tidak hanya ada ketiga pemeran utama tetapi juga para Elf yang berusaha melerai, meskipun sia-sia. Karena setiap ada Elf yang mendekat, pasti akan menjadi korban dari keganasan Asteria dan Arcangela. Ditambah lagi Marlys dan nenek Gammy sedang tidak ada disana yang menyebabkan para Elf senin kesulitan melerai keduanya.

Kaiser yang mendengar ucapan Chrys hanya mengangguk dan tersenyum. Kaiser semakin mendekatkan tubuhnya dengan Chrys. Lalu tanpa aba-aba Kaiser melempar pisau belati ke arah tiga pemeran utama.

Belati itu meluncur menuju Arcangela dan Asteria yang sedang saling beradu kekuatan. Beruntungnya protagonis dan antagonis itu secara reflek menghindar. Jika tidak, sudah dipastikan belati itu akan menembus kepala salah satu dari mereka.

Belati itu lalu dengan spontan ditangkap oleh Matarys. Jika tidak cepat ditangkap, belati itu pasti sudah menusuk jantungnya. Matarys, Asteria dan Arcangela lalu secara serempak menatap ke arah datangnya pisau belati untuk melihat pelaku yang hampir membunuh mereka. Dan betapa kaget nya mereka ketika mengetahui si pelaku adalah Kaiser.

Begitu pula dengan Chrys dan Oziel yang sama terkejutnya dengan ketiga pemeran utama. Apakah Kaiser sudah tertular sifat psikopat Gracelynn dan Arzhel? Karena Chrys tidak pernah sekalipun melihat Kaiser berbuat jahat dengan teman dekatnya sendiri. Apalagi sampai melempar dengan belati yang terlihat sangat familiar di ingatan Chrys.

Tunggu!! Apakah itu belati miliknya?!

Chrys lalu dengan segera melepaskan tangan Kaiser dari pinggangnya dan memeriksa keberadaan belati yang ia sembunyikan di balik pakaiannya.

Tidak ada. Chrys menjadi yakin jika belati yang dilempar Kaiser adalah belati miliknya. Ia lalu menatap tajam Kaiser, yang malah menampilkan raut wajah tidak bersalahnya.

Untung saja Kaiser adalah putra mahkota. jika tidak, ia tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya karena telah menyentuh belati kesayangannya. Ia lalu memberi kode pada Matarys agar membawa belati miliknya.

Chrys hampir saja berteriak karena Kaiser yang tiba-tiba membopongnya untuk turun dari dahan pohon. Diikuti Oziel yang menampilkan raut wajah malasnya melihat Chrys dan Kaiser. Tidak ada yang menyadari keberadaan mereka sebab para penyusup yang berbondong-bondong berkerumun menunggu Gracelynn dan Arzhel membagikan makan siang untuk mereka.

Namun sepertinya keberuntungan sedang tidak berpihak kepada mereka. Makanan yang dibagikan Gracelynn dan Arzhel habis dengan cepat membuat kerumunan itu seketika bubar tepat ketika Matarys, Arcangela dan Asteria yang sudah berada di balik pohon akan keluar dari tempat persembunyian mereka saat ini.

Ketiga pemeran utama itu tidak meneruskan langkahnya karena sebagian penyusup yang tidak mendapatkan makanan, kembali berjaga seperti biasanya.

Chrys dan yang lain tentu saja panik. Apalagi ketika melihat Arzhel dan Gracelynn yang bersiap-siap pergi ke markas, entah ingin menaruh peralatan makan atau mengisi makanan yang habis. Apakah mereka harus menunggu keduanya mengambilkan makanan yang habis? Tidakkah terlalu lama untuk menunggunya?

Chrys kemudian memandang teman- temannya satu persatu yang menampilkan raut wajah profesional mereka yang tenang, kecuali si Elf. Raut wajah kecewa yang ditampilkan dengan jelas oleh Oziel membuat Chrys ingin sekali tertawa. Bagaimana Oziel bisa seekspresif  ini padahal hanya terpaut satu tahun lebih muda darinya? Apakah Oziel belum pernah mengalami situasi seperti sekarang?

CHRYSOPELIA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang