"ASTERIA DI BELAKANGMU!!" teriak Chrys dengan sekuat tenaga.
Namun, sayangnya Asteria tidak mendengarkannya dan malah memejamkan matanya.
"Ck, kenapa kau tidak merasakan bahaya disekitarmu!" gumam Chrys sedikit panik.
Karena pohon di sana sangat besar dan berdekatan, Chrys dengan cepat berlari berpindah dari cabang pohon yang lain. Saat ia ingin turun dari pohon mendekati Asteria ia melihat beberapa akar gantung di sebuah pohon. Otak cerdasnya terpikirkan sebuah ide ketika melihatnya.
Chrys mengikat salah satu akar gantung yang ada di sebuah pohon ke pinggangnya lalu meluncur ke bawah dengan segera.
"ASTERIA!!"
Asteria membuka matanya dan seketika terkejut melihat kedatangan Chrys yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Apa yang sedang terjadi??
"Ada ap—" balas Asteria terpotong dengan tarikan tangan Chrys yang gesit dan cepat.
Chrys menarik salah satu tangan Asteria secepat kilat saat melihat sebuah tanaman Venus Flytrap dengan ukuran sangat besar muncul tiba-tiba dari dalam tanah. Tanaman itu hendak menangkap Asteria yang berada di bawahnya.
Chrys menjauh dari sana dengan mengayunkan akar gantung itu ke sebuah cabang pohon besar.
Ia sangat yakin jika ia memotong tanaman itu dengan pisau belati kesayangannya, pasti tidak akan mempan karena ukurannya yang besar.
Chrys lalu memotong akar gantung yang mengikat tubuhnya dan segera turun ke bawah dimana para sahabatnya sudah lengkap berkumpul disana. Ia membantu Asteria untuk turun dari pohon itu mengabaikan Asteria yang hanya diam sedari tadi, sepertinya Asteria syok.
Para sahabat Chrys langsung saja mengerumuni Chrys setelah Chrys dan Asteria turun ke bawah. Matarys dengan segera mendudukkan Asteria di tanah untuk memeriksa keadaan Asteria. Mereka berada lumayan jauh dari tanaman pemangsa itu.
Chrys sendiri malah kebingungan kenapa semua temannya ini berada disini? Dan kenapa mereka meninggalkan tempat mereka berjaga? Cerdas sekali sahabat- sahabatnya ini. Apakah mereka tidak takut jika tiba-tiba penyusup datang?
Sudah sedari tadi teman-temannya terus-menerus menanyakan hal yang sama padanya. Dan selalu ia jawab bahwa ia baik-baik saja.
Netra birunya melirik ke arah tanaman pemangsa yang tadi muncul, tanaman itu tidak hanya satu tetapi ada sekitar lima batang dengan dua belas daun perangkap di setiap batangnya. Tidak lama tanaman itu kembali menyembunyikan dirinya. Sepertinya ada pemicu mengapa tanaman itu keluar.
"Ayolah teman-teman berhenti mengkhawatirkan ku~ Sudah aku katakan berulang kali aku baik-baik saja! Malah sebaiknya kalian mengkhawatirkan Asteria, lukanya pasti lebih para dariku" ucap Chrys yang bosan dengan pertanyaan- pertanyaan beruntun dari sahabatnya kecuali Matarys yang sedang menenangkan Asteria.
"Hey! Bagaimana bisa kami tidak khawatir melihat kau hampir ditelan hidup-hidup oleh tanaman itu?!" balas Arcangela dengan mendekap kedua tangannya.
"Kau baik-baik saja bukan? Lalu mengapa tangan ini terus bergetar?!!" tanya Kaiser dengan kalimat retoris.
Chrys melihat kedua tangannya sendiri yang gemetar. Ia sebenarnya menyadari itu tetapi ia tidak ingin membuat teman-temannya itu khawatir. Ia takut. Ia masih dapat merasakan Detik-detik tanaman itu hendak memangsanya. Belum lagi ia harus mengangkat Asteria yang sudah pasti tidak ringan.
"Ini...bukan masalah besar! Sebaiknya kalian kembali ke posisi masing- masing. Apakah kalian ingin membuat kita tertangkap?!" balas Chrys sembari memegang pergelangan tangan kanannya sendiri dengan tujuan menghentikan tangannya yang bergetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHRYSOPELIA (END)
FantasíaMasuk novel?? Ia kira transmigrasi hanya karangan belaka, namun pemikiran itu di patahkan oleh kejadian yang ia alami. Ia bertransmigrasi ke sebuah novel ber tema kan fantasy dan ia masuk ke raga siluman ular. ohh tidakk!! ia tidak suka dengan ular...
