43

1.9K 114 1
                                        

Chrys mendudukkan pria itu lalu mengelap darah yang telah selesai dikeluarkan pria itu menggunakan kain putih yang memang sudah ada sejak tadi di atas meja dekat ranjang.

"Siapa kau?" tanya pria dewasa itu dengan telapak tangan yang sengaja ditempelkan ke matanya.

Chrys yang hendak menaruh kain noda darah itu terhenti mendengar suara dari pria itu lalu melanjutkan kegiatannya. Netra birunya lalu menatap pria itu diiringi senyuman ramah.
"Saya pelayan disini, nama saya Chrysopelia" ucap Chrys memperkenalkan diri.

Ia ragu sebenarnya dengan perkenalannya sendiri karena sepertinya posisi pria itu cukup tinggi. Ia juga tidak bisa melihat warna bola mata pria itu karena tertutup tangan, sehingga ia tidak bisa memastikan siapa sebenarnya pria paruh baya itu.

"Aku tahu kau berbohong karena tidak mungkin seorang pelayan istana tidak mengenali tuannya. Berterus teranglah, aku tidak akan menghukum mu" ujar pria paruh baya itu menatap Chrys.

Chrys yang mendengar kebohongannya terungkap membalas tatapan pria itu. Atmosfer berat yang dikeluarkan pria itu membuatnya mau tak mau menjawabnya dengan jujur. Sekarang ia tahu siapa pria itu. Pria itu adalah ayah dari putra mahkota atau sang raja kerajaan Craven.

"Semoga kemuliaan tertinggi selalu menjadi milik kerajaan, Chrysopelia Lilith memberi salam kepada raja" ucap Chrys memberi salam.

"Lilith? Bukan kah itu marga dari bangsa ular biru yang agung? Bisakah kau menceritakan mengapa kau kemari dan apa yang telah terjadi selama aku terbaring di kamar ini?" cecar pria paruh baya itu yang wajahnya tidak lagi pucat.

"Percaya padaku. Aku tidak mungkin mengkhianati orang yang telah menyelamatkan nyawaku" ujar pria itu ketika melihat tatapan curiga dari Chrys.

Chrys terdiam dengan raut wajah dinginnya yang tidak lagi tersenyum seperti sebelumnya.
"Benar yang mulia, saya berasal dari bangsa ular di kerajaan Chaster. Saya akan menceritakan semuanya, tetapi dengan syarat yang mulia harus membantu saya. Apalagi saya telah menyelamatkan nyawa yang mulia"

Pupil mata pria itu mengecil mendengar jawaban Chrys. Ia tidak menyangka Chrys bisa sangat berani meskipun tahu bahwa ia adalah raja. Secara perlahan senyum tipis mulai terukir di wajahnya.
"Baiklah, aku terima persyaratan mu. Aku tidak mungkin tidak membalas kebaikanmu yang telah menyelamatkan nyawaku"

Chrys mengangguk kemudian menceritakan semuanya kepada raja. Tidak lupa ia memberitahukan bantuan yang ia minta tadi kepada sang raja. Bantuan yang hanya bisa dilakukan oleh pria paruh baya itu.

"Dasar bedebah tidak tahu terima kasih! Bisa-bisanya dia memimpin kerajaan ini dengan tidak bertanggung jawab setelah mengkhianati ayahnya sendiri!!" marah pria itu setelah mendengar cerita dari Chrys.

"Aku akan mendukung kalian. Dan aku berharap rencana kalian berhasil. Tadi kau meminta bantuanku untuk menyelamatkan raja dari kerajaan Chaster bukan? Akan aku lakukan sekarang juga dengan berteleportasi" Ucap pria paruh baya itu setelah amarahnya mereda.

Chrys yang mendengar kalimat terakhir raja, tentu terkejut bukan main. Ia mengetahui informasi dari Marlys jika raja Chaster tidak sadarkan diri dan kesehatan ratu ikut menurun karenanya, persis di cerita aslinya.

Dan yang sekarang memimpin kerajaan Chaster adalah tangan kanan raja yang nantinya akan membunuh ratu dan para pemimpin bangsa karena terhasut oleh para penyusup yang menyusup kerajaan Chaster, serta orang yang akan mengadilinya nanti jika ia tertangkap. Untuk itu ia meminta bantuan raja Craven untuk menyelamatkan raja Chaster dan membantu melindungi kerajaan itu.

Tetapi bukan berarti harus membantunya sekarang juga. Raja Craven baru saja sadarkan diri dan ia tidak mau bertanggung jawab jika sang raja kembali sakit.

CHRYSOPELIA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang