"Jika anda berani kabur, siap-siap saja hukumanmu akan bertambah"
Haha, ia tahu ini suara siapa. Yah, Siapa lagi yang berani mengancam nya kecuali dayang galak nya Aelora.
Chrys bimbang ingin melanjutkan perjalanannya atau berhenti. Jika ia melanjutkan perjalanannya pasti Aelora akan melapor pada ibunya dan hukumannya akan bertambah mengingat ia kabur dari penginapan. Tapi jika ia berhenti disini, ia pasti akan mendapat wejangan-wejangan cinta dari ketiga dayangnya itu.
Ia pun menekuk lengannya ke depan lalu mengepalkan tangannya melampiaskan kekesalannya karena berhasil tertangkap oleh orang-orangnya.
Tunggu. Ia baru ingat kalau ia memakai penutup wajah dan rambut palsu. Siapa tahu mereka tertipu?
Ia lalu membalikkan badannya menghadap ke semua orang yang ada disana.
"Ehm, sepertinya kau salah orang" ucap Chrys dengan suara yang di buat-buat. Lalu ia menatap rombongan Asteria yang menatapnya penasaran.
Aelora tersenyum manis ke arahnya yang tentu saja membuatnya bergidik ngeri melihatnya. Itu tidak seperti Aelora yang biasanya.
"Perlukah saya yang melepas rambut palsu dan penutup wajah anda?"
Chrys yang mendengar itu tentu saja kaget. Bagaimana dayangnya itu bisa tahu jika ia sedang menyamar? tetapi dengan sebisa mungkin ia bersikap tenang.
"Apa maksudmu? Ini adalah rambut asli ku"
"Baiklah jika itu keinginan anda" Aelora berjalan mendekat ke arah Chrys. Yang tentunya membuat Chrys panik setengah mati.
Sudahlah ia pasrah saja. Ia pun melepas rambut palsu dan penutup wajahnya. Yang membuat pengawalnya dan rombongan Asteria kaget, kecuali ketiga dayangnya yang sudah tahu sedari tadi.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Chrys penasaran sekaligus kesal.
"Jika nona lupa, kami sudah bekerja menjadi dayang pribadi anda sejak anda masih kecil. Kami bisa mengenali anda lewat tatapan mata anda" jelas Aelora sambil menyuruh Marie mengambil kain untuk membersihkan wajah Chrys yang terciprat darah.
Dengan darah yang masih menempel di wajahnya, Chrys tiba-tiba tersenyum membuat Marie yang ingin membersihkan wajah Chrys bergidik ngeri.
"Jangan laporkan apa yang aku lakukan pada ibu ya~" pinta Chrys dengan wajah yang sengaja di imut-imutkan.
"Itu tentu tidak bisa nona. Dan saya meminta tolong kepada anda untuk tidak membuat raut wajah yang membuat saya mual" ucap Aelora tidak peduli dengan permohonan Chrys.
"Dasar Kau ini"
Dayang pribadi Asteria mendekat menuju Chrys.
"Mohon maaf saya tidak mengenali anda nona. Sharon dayang pribadi nona Tinley memberi salam kepada nona lilith"
"Tidak apa" ucap Chrys seraya mengangguk menerima salam dari Sharon.
"Nona, bisakah saya meminta bantuan anda untuk membawa orang kami yang terluka menuju istana?" pinta Sharon dengan memohon.
Chrys kemudian melirik rombongan Asteria menimang permintaan Sharon. Ia bisa saja menolak permintaan itu tetapi ia mempunyai ide untuk mengganggu Asteria karena sudah menghentikan kepergiannya.
"Ya, itu bukan masalah untukku" ucap Chrys.
"Terima kasih banyak nona, saya tidak akan melupakan kebaikan anda" ujar Sharon sembari tersenyum. Yang diangguki oleh Chrys.
"Kalian. Bawa orang yang terluka menuju istana kecuali nona Asteria, karena aku yang akan membawanya" perintah Chrys pada pengawal nya.
"Baik nona" ucap keempat pengawalnya serempak.
Ia pun membantu Asteria untuk berdiri karena Asteria sudah cukup pulih. Ia kemudian meraih satu tangan Asteria untuk melingkar dilehernya lalu tangannya Menggenggam pinggang Asteria.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHRYSOPELIA (END)
FantasyMasuk novel?? Ia kira transmigrasi hanya karangan belaka, namun pemikiran itu di patahkan oleh kejadian yang ia alami. Ia bertransmigrasi ke sebuah novel ber tema kan fantasy dan ia masuk ke raga siluman ular. ohh tidakk!! ia tidak suka dengan ular...
