36

2.5K 150 16
                                        

Seperti yang Chrys perkirakan. Ketika Asteria, Lowell dan Coney tiba, mereka semua dengan panik mengatakan bahwa Dhena menghilang. Chrys yang mendengar itu tentu saja ikut berpura-pura panik.

"Bagaimana ini? Ibu Dhena pasti akan bertanya padaku tentang Dhena" cemas Asteria dengan menggigit kukunya untuk melampiaskan ketakutannya.

"Hei, tenanglah. Kita pasti bisa menemui Dhena" jawab Coney menenangkan Asteria.

"Dimana terakhir kali kalian bertemu Dhena?" tanya Chrys dengan raut wajah yang juga cemas.

"Di ujung jalan kecil itu" balas Asteria seraya menunjuk jalan Chrys yang tadi mereka lalui.

"Bukankah itu sudah terlalu jauh dari sini" ujar Chrys.

"Apa hubungannya dengan itu. Kau iri karena tidak diajak?" sinis Asteria.

"Tidak. Sudahlah dari pada kita bertengkar lebih baik kita mencari Dhena sekarang juga" ucap Chrys yang disetujui semuanya kecuali Asteria yang hanya terdiam.

"Terakhir kali, Dhena meminta izin pada kami untuk pergi sebentar dari tempat kami. Dan saat kami bertanya dia ingin kemana, dia tidak menjawab kami dan pergi begitu saja" jelas Lowell memberi petunjuk.

Mereka pun lalu berpencar mencari Dhena menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah Chrys dan Asteria, kelompok kedua adalah Coney dan Einar, lalu terakhir adalah Lowell yang pergi sendirian.

Mereka mengitari dan menelusuri setiap tempat yang ada di bukit itu untuk mencari jejak keberadaan Dhena. Semakin lama mereka mencari semakin khawatir pula mereka dengan keadaan Dhena.

Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kota dan memberitahukan hal ini pada ibu dari Dhena yaitu ibu Zillah.

******

Bantuan para warga dikerahkan untuk membantu mencari Dhena yang hilang atas permintaan dari ibu Zillah. Saat Chrys dan yang lainnya memberitahukan tentang hilangnya Dhena, ibu dari Dhena tentu tidak langsung mempercayainya sebelum melihat raut wajah mereka yang serius.

Ibu Zillah tidak henti-hentinya menangis, memanggil-manggil nama anaknya. Chrys dan Asteria yang serumah dengan Dhena tentu ikut bersedih. Tetapi untungnya ibu Zillah tidak memarahi mereka atas hilangnya Dhena.

Hanya dalam semalam Dhena di temukan berkat ketajaman penciuman siluman tikus. Mayat Dhena yang ditemukan di jurang di bawa ke rumahnya. Ibu Zillah yang melihat anaknya sudah tiada meraung-raung dengan tangisan yang membanjiri kedua pipinya meratapi nasib anaknya. Semua orang yang mendengar tangisan itu menjadi ikut bersedih dibuatnya.

Siluman tikus yang menemukan mayat Dhena berpendapat jika Dhena terpeleset ke jurang dan tanpa sengaja jantungnya tertusuk ranting pohon tua sehingga menyebabkan Dhena meninggal di tempat.

Disaat semua orang ikut bersedih atas tiadanya Dhena, Asteria justru menatap tajam Chrys dengan mata yang memerah. Chrys mengabaikan tatapan Asteria dan sibuk bersedih mengikuti ekspresi semua orang yang ada di sini.

Asteria yang merasa diabaikan dan perasaan marah yang tidak dapat tertahan lagi, menarik lengan Chrys dengan kuat lalu membawanya pergi keluar dari keramaian yang ada di ruang tamu tanpa Chrys sempat memberontak.

Sesampai di belakang rumah Dhena, Asteria melepaskan cengkraman tangannya pada lengan Chrys. Chrys yang sudah lepas dari pegangan tangan Asteria mengusap tangannya yang terasa sakit dan menatap Asteria dengan bingung. Kenapa tiba-tiba Asteria menjadi seperti ini?

CHRYSOPELIA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang