"———racun yang melukai teman- temanmu adalah racun bunga tidur"
"Racun yang membangkitkan ketakutan dan keputusasaan seseorang di dalam tidurnya. Jika dalam kurung waktu dua minggu seseorang itu tidak juga disembuhkan, ia akan menggila dan sulit di jinakkan"
'Siapa yang berbicara? Kenapa aku berbaring?' batin Chrys yang masih setengah sadar dengan mengejap- ngejapkan matanya.
Dalam kondisinya yang setengah sadar ia menatap lurus ke langit-langit bebatuan yang gelap dan lembab. 'Seperti di dalam Gua' pikir Chrys.
"Hampir tidak ada penawar yang dapat menyembuhkan racun itu"
"Karena 'dia' yang menciptakan racun hina itu, sekaligus penyebab—hiks..."
'Siapa? Kenapa orang itu menangis?'
Chrys membuka matanya dan bangun dari tidurnya lalu duduk dengan menyenderkan punggungnya ke dinding Gua. Ia melihat sekelilingnya yang kelam. Ia sangat yakin jika tempatnya sekarang adalah Gua tempat persembunyiannya dan para sahabatnya.
'Kenapa ia bisa ada disini?'
Chrys merasa kepalanya sedikit pusing. Ia lalu mengurut pelan dahinya berharap sakit di kepalanya menghilang.
'Aku ingat! Saat itu aku nekat hendak menerobos penjagaan para penyusup yang berada di dekat Gua ini, tetapi tiba-tiba saja seseorang yang menyentuh kepala ku dari belakang. Seketika itu juga mataku menggelap dan aku ter—'
Hiks...hiks
'Tunggu dulu! Kenapa seseorang yang menangis tadi tidak kunjung berhenti? Kepalaku kembali sakit mendengar tangisan nya'
Chrys lalu mengedarkan pandangan nya. Karena merasa seseorang yang menangis itu tidak berada di dekatnya. Ia lalu berjalan ke pintu Gua, yang betapa kaget nya Chrys ketika melihat Elf menangis yang terdengar menyayat hati di telinga Chrys.
'Apa jangan-jangan Elf ini berbicara padaku saat aku terbaring tadi'
Elf itu berhenti menangis ketika merasakan seseorang menatapnya. Netra merah Elf itu bertubrukan dengan netra biru milik Chrys. Dalam keadaan pipi yang masih basah dan mata yang memerah, Elf itu menatap tajam Chrys.
Ditatap tajam seperti itu tidak membuat Chrys gentar untuk bertanya. Ia malah memasang senyumnya yang entah dilihat atau tidak oleh Elf cantik itu.
"Kenapa kau menangis?"
"..."
Mendapat pengabaian dari Elf itu, Chrys mengerutkan keningnya dan balik menatap tajam Elf dengan netra merah itu.
"Bukankah kau yang mengatakan tentang racun bunga tidur yang melukai sahabat-sahabat ku. Kau pun berkata hampir tidak ada penawar yang dapat menetralkan racun itu. Tetapi bukan berarti tidak dapat di sembuhkan, bukan?"
"Beritahu aku cara menyembuhkan teman-temanku?!"
"..."
Chrys mengepalkan kedua tangannya, geram dengan pengabaian yang Elf itu lakukan.
"Kenapa kau menghalangi ku saat itu? Padahal aku sudah memperingati mu untuk tidak menghambat setiap gerak gerik ku"
Sunyi. Chrys dan Elf itu sama-sama terdiam. Chrys yang menunggu jawaban dengan hati yang panas. Dan Elf itu yang terus saja menatap Chrys.
"Baiklah jika kau tidak ingin menjawab ku. Aku akan mencari sendiri penawar racun bunga tidur walaupun itu mustahil di temukan"
Chrys hendak melangkah melalui pintu Gua dengan keadaan marah. Tetapi baru selangkah ia berjalan, Elf itu tiba-tiba berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHRYSOPELIA (END)
FantasyMasuk novel?? Ia kira transmigrasi hanya karangan belaka, namun pemikiran itu di patahkan oleh kejadian yang ia alami. Ia bertransmigrasi ke sebuah novel ber tema kan fantasy dan ia masuk ke raga siluman ular. ohh tidakk!! ia tidak suka dengan ular...
