35

2.5K 163 4
                                        

Chrys tidak menyangka alur novel yang ia baca bisa secepat ini. Ia menatap mahkota bunga yang telah selesai ia rangkai dengan pandangan rumit. Jika saja ada Gracelynn, pasti sudah ia berikan mahkota bunga ini padanya.

Netra birunya kemudian melirik Einar yang sedari tadi terdiam di sebelahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Netra birunya kemudian melirik Einar yang sedari tadi terdiam di sebelahnya. Sepertinya ia dan yang lainnya sudah terlalu lama di bukit ini. Ia kemudian menatap lagi rangkaian mahkota bunga miliknya lalu menatap Einar. Ia membawa mahkota bunga itu ke kepala Einar yang membuat Einar tersentak kaget.

"Apa ini?" tanya Einar meraba sesuatu yang di taruh Chrys di kepalanya.

"Aku memberimu mahkota bunga. Dan kulihat kau cocok memakai itu" balas Chrys seraya bangun dari duduknya dan berdiri di depan Einar.

"Terimakasih, tidak pernah ada yang memberikan ini padaku sebelumnya" ucap Einar dengan tersenyum tulus.

"Sama-sama. Dan sepertinya kita harus pulang sekarang. Kita sudah terlalu lama berada di bukit ini" ujar Chrys seraya membantu Einar untuk berdiri.

Mereka pun pergi dari sana dan kembali ke tempat awal mereka piknik. Saat tiba di sana, teman-teman yang lainnya masih belum kembali. Mereka pun duduk di tikar yang tadi sudah mereka gelar. Mereka memutuskan untuk menunggu yang lainnya sebentar lagi.

Waktu terus berlalu, belum ada siapapun yang kembali kecuali Chrys dan Einar. Karena kesal menunggu, Chrys memutuskan untuk pergi menyusul mereka. Ia meninggalkan Einar dan pergi dari sana.

Ia menyusuri jalan setapak kecil yang ada di bukit itu dengan netra yang mencari-cari teman-temannya. Angin malam yang berhembus cukup kencang membuat Chrys sedikit kedinginan.

Itu dia. Chrys melihat Asteria, Dhena, Coney dan Lowell dari kejauhan. Tanpa pikir panjang, ia pun mendekati mereka dengan tersenyum. Entah bagaimana pasangan Asteria dan Dhena bisa bertemu, tetapi ia senang karena tidak perlu membuang waktu lama untuk mencari-cari mereka. Semakin ia mendekat, semakin terdengar pembicaraan Asteria dan Dhena.

"Ya, kau benar Dhena. Chrys jalang itu bahkan menggoda semua teman dekat laki-lakinya. Menjijikan sekali melihat tingkahnya yang berpura-pura baik padaku"

"Astaga! Aku tidak menyangka sikap Chrys jauh lebih buruk dari dugaan ku"

"Tidak hanya itu. Bahkan teman-temannya pun membenci dan menjauhiku karena hasutan jalang itu. Setiap kali melihat wajahnya, tubuhku selalu merinding membayangkan tingkahnya yang menjijikan itu. Untung saja aku bertemu dengan kau, Dhena. Jika tidak entah bagaimana nasibku hingga sekarang"

"Kasihan sekali kau Asteria. Ibuku pun bahkan terhasut oleh tipu daya siluman rendahan itu. Ibuku terlalu polos dan tidak tahu apa-apa tentang dunia ini sehingga terlalu mempercayai orang tak dikenal. Kau pengecualian Asteria"

"Yah, banyak sekali bukan keluhan...."

Chrys yang mendengar itu semua tidak melanjutkan langkahnya dan hanya terdiam kaget menatap mereka. Ia tidak menyangka Asteria dan Dhena akan menusuk nya dari belakang. Rupanya ia sangat naif dengan mempercayai kedua orang itu.

CHRYSOPELIA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang