Seorang R. Tumenggung N. Pradhana,
baru saja kalah dalam percintaan :)
Dendamnya pada ibuku,
Mengalahkan cintanya dan bahkan mengorbankan aku dan darah dagingnya.
Aku sebut dia PECUNDANG.
Seorang laki-laki bangsawan sudah sepatutnya memiliki kesaktian, dan sesungguhnya kesaktian tertinggi terletak pada keteguhan hatinya
Maka,
Aku mencintainya, tetapi aku juga mengutuk perbuatanya.
Yang dendam pada ibuku, menghilangkan anakku.
Aku butuh waktu 2 bulan untuk mengobati lukaku setelah Dhana pergi begitu saja, keluarga ku benar-benar merasa bersalah, ibuku mencoba membujukku ini dan itu agar setidaknya aku mau makan...
Aku sampai kehilangan 20kg berat badanku dalam 2 bulan karena aku mengurung diri tidak makan, minum, dan tidak tidur.
Semua anggota keluarga prihatin atas apa yang menimpaku, mereka pun berniat membantuku mencari jejak anakku karena aku yakin anakku terlahir sehat dan seharusnya hidup.
Dalam masa berat itu,
Suatu hari kakakku yang baru saja menikah kedatangan tamu, yang merupakan teman lama saat sekolah.
Teman kakakku bekerja sebagai mekanik pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.
Sontak kakakku terfikir menanyakan apakah temannya kenal dengan mantan pacarku,
Belum sempat kakakku bercerita, di urungkan niatnya bercerita karena teman kakakku tersebut langsung semangat menceritakan si pilot yang ternyata bajingan.
"Oh iya, saya kenal banget. Itu baru berangkat ke Amerika tuh belum lama ini dibiayain Capt. ****** pilotnya ****** karena mau dinikahin sama anaknya. Anaknya hamil soalnya, makanya nurut aja dia di sekolahin lagi ke Amerika. Padahal si Dhana kan udah punya pacar (aku), dulu sih kalau bawa tongkrongan bilangnya calon istri, tapi yang hamil malah anaknya Capt ******."
:)
Kakakku yang tadinya ingin bertanya dimana bisa menemui Dhana , langsung terdiam.
Sedangkan aku?
Aku mendengar semua itu dari dalam kamar.
Hebat,
Dia menghamili tidak hanya aku. Dan dia memilih membuang Chakra, karena disana ada keuntungan disekolahkan ke Amerika.
Adakah kata yang lebih baik dari bajingan?
Kalau gak ada, gapapa. Itu aja.
Yang uniknya, aku tau perempuan yang dimaksud, yg mana itu adalah mantan pacarnya dulu.
Ketika aku mencari tahu tentang perempuan itu, saat itu Twitter,,,
Betapa lukanya hatiku.
Bukan hanya kemesraan mereka berdua yg ku dapati,
Tetapi setiap tanggal cuitannya berkaitan dengan apa yang terjadi padaku.
Termasuk Tweet nya yang berkata :
"Time's up! Queen and her baby well done."
Tepat ditanggal kelahiran putraku, Chakra.
Sejak saat itu aku meletakkan luka ku tepat didepan mataku sendiri, entah seberapa hebat yang aku sudah alami, hingga membangunkan singa yang hanya pingsan sementara diterpa badai.
Aku bangkit,
Kujadikan luka ku sebagai kekuatanku.
Aku mulai memenuhi aktivitas ku lagi, aku mengajar piano, aku jadi model lagi, aku lanjutkan kuliah, aku belajar sebaik-baiknya, aku mencari banyak teman dengan bergabung komunitas mobil dan motor, aku mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya,
aku bangkit.
Yesss!!!
Bangkit dengan luka.
Yaaaap!!!!
Hingga suatu hari saat hatiku mulai kuat, ku temui seorang sahabat Den Gung Dhana, temannya di masa pendidikan sekolah pilot. mencari tau yang sejujurnya antara aku dan wanita itu.
Saat ia bercerita, aku tidak terlalu sakit lagi.
Sampai dia bercerita bahwa
YA, ANAKKU MASIH HIDUP.
Bahkan aku diperlihatkan fotonya.
Si biadab Den Gung Dhana mencari uang tambahan untuk membekalinya ke Amerika, dijual lah anakku kepada sepasang suami-istri asal Tasik, Jawa Barat.
Dengan memberikan bayiku, Den Gung Dhana mendapatkan 35 juta sebagai tanda biaya pengganti persalinan.
SESAKIT APA?
JANGAN TANYA.
Ya, Chakra masih hidup..
Keluarga ku pun mengetahuinya,
Kami lelah mengejar pasangan suami yang telah mengadopsi anakku, hingga keluarga menguatkanku untuk menyerahkan hidup dan mati anakku seutuhnya pada Tuhan.
KAMU SEDANG MEMBACA
"NINGRAT"
Spiritual• Jembatan Tak Terlihat Antara Jawa dan Bali • Sebuah Kisah Nyata Inspiratif Tentang Perjalanan Hidup Seorang Wanita Bangsawan Yang Tidak Biasa
