Ida Bagus Deri eh Derry, Ada.

25 3 0
                                        

Sepulangnya Ajik Arya ke Denpasar, ia mendatangiku ke Villa lalu mengajakku keluar untuk makan malam,
Disela perjalanan, dia bertanya,
"Mana de, yang namanya Gus Deri? Aku mau liat, katanya kemarin DM-an? Coba liat instagramnya"

Aku pun kelimpungan, bagaimana mungkin aku bisa menunjukkan sosok yang selama ini fiktif ku ceritakan.

Lagipula, nama Ida Bagus Deri terlalu spesifik untuk mudah ditemukan, bukan seperti satu kata nama umum.

Saat aku gambling mencoba mencari akun instagram dengan nama itu sedangkan aku berada tepat disamping Ajik Arya, ternyata ADA.

Ya, aku menemukan nama akun Ida Bagus Derry, yah masih serupa dengan nama yang ku sebut hanya berbeda komposisi huruf.

Saat itu aku berhasil menunjukkan salah satu foto pemilik nama Gus Derry,
Aaaaaaah syukurlah.

Tetapi, aku perhatikan lagi,
Kok ada mutual friends beberapa guru musik di sekolah?
Hingga aku lihat-lihat lagi,
Ternyata, foto tersebut tidaklah asing.

Seingatku memang benar-benar salah seorang yang bekerja disekolah. Yang sering aku jumpai tidak sengaja dan tidak pernah berkenalan.

Hahaha lucunya,
Aku telah lama mengarang namanya didepan Ajik Arya sebagai sosok yang kutemui di sekolah.
Ternyata disekolah, benar-benar ada yang bernama Gus Derry.

Malam itu setelah ku tunjukkan instagram nya pada Ajik Arya, aku pun mulai menyapa akun Gus Derry dan berkenalan.

Aku sapa dia dengan sapaan Ajik, sebagaimana aku diajarkan Ajik Arya..
Sedikit perkenalan di instagram ternyata saling mengetahui satu sama lain walau baru kali itu tahu nama.
Sedikit memperkenalkan diri, ternyata dia juga single parent sebagaimana yang ku ceritakan pada Ajik Arya.

Terlalu banyak kebetulan,
Tetapi yasudahlah.
Biar kusimpan sendiri kebetulan-kebetulan yang kutemui.

Walau aku harus percaya,
Bahwa tidak ada yang kebetulan.

Setelah perkenalan itu, aku masih tetap berhubungan intens dengan Ajik Arya, tetapi memang Ajik Arya semakin dan semakin menarik diri.

Seperti yang ku katakan sebelumnya, aku bahkan menggunakan ojek bulanan demi perlahan berhenti bergantung pada Ajik Arya yang mulai berubah.

Hingga suatu hari, driver ku mulai bersikap aneh.
Bapak tua yang menjadi driverku seperti merasa sebagai pelindungku, aku mulai merasakan driverku bertindak berlebihan, seperti masuk ke kamarku sembarangan, posesif, dan memberikan perhatian lebih.

Ah, aku benci situasi ini...
Benar saja,
Suatu malam aku meminta driverku menjemputku selesai bekerja di hotel jam 11 malam,
Tapi aku mulai tersinggung dengan jawabannya,

"Baik ade sayang, bapak bela-belain ni agak gerimis demi jemput ade sayang"

Ah Tuhaaaannn... Driver macam apa iniii?
Aku yang mulai geram pun membalas chat tersebut dengan sangat tegas,
"Pak maaf ya, gak usah begitu demi2, saya sudah siapin gaji bapak. Saya tunggu jemputannya ya pak driver, Terimakasih. "

Dan diapun tersinggung.
Lucunya malah sumpah serapah muncul dari mulutnya, lalu dia tidak datang menjemput sedangkan tas besarku yang juga berisi dompet ada di motornya.

Aku bertanya pada Ajik Arya bolehkah aku ikut pulang, lalu alasan klasik tentang Dayu fiktif pun dimunculkannya lagi.
HALAAAAAAHHH capek,
Ku jawab saja, "Oh ok, aman jik, barusan sudah mau dijemput Gus Derry. "

Lalu, karena kupikir-pikir beberapa teman lain yang ku kenal bukanlah single, pasti akan menjadi masalah kalau menolong seorang janda sepertiku.

Kemudian kupikir coba sajalah beneran bilang ke Gus Derry mencari pertolongan, walau agak ragu karena kami belum pernah ngobrol langsung.

Untuk kali pertama aku merepotkannya,
Syukurlah dia menolong dengan dikirimkannya taksi online.

Ah thank you!
(Ingin rasanya bilang sama Ajik Arya, Dayu mu masih fiktif, tapi kali ini saat ku bilang di tolong Gus Derry udah gak fiktif lagi yaaa,hehe.)

Selepas pertolongan itu, aku pun membuka lowongan untuk driver baru, dan lagi...
Ajik Derry yang membantu.

Thanks! Andai saja Ajik Derry tau, bahwa sosoknya yang banyak menolongku itu sudah ku ciptakan sebelum aku mengenalnya bahkan sering jadi penyebab perang Dingin antara aku dan Ajik Arya,
Sudahlah...
aku tahan untuk tidak bercerita...
Aku takut dikira gila... :)

"NINGRAT"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang