Sebagai seorang selebgram Vape, tentunya aku memiliki banyak fans.
Ibu anak satu ini ternyata masih banyak pengagumnya.
Suatu ketika, berkenalan di Instagram, aku terfokuskan dengan seorang follower bernama Raden Panji F. Joraldo.
Entah sepertinya intuisi ku memang selalu meronta-ronta jika terkoneksi dengan orang-orang yang memiliki trah dalem seperti diriku ini.
Den Panji pun menjadi teman lelaki pertama yang dekat denganku di tengah status ku sebagai seorang istri dan ibu.
Kami memang dekat, tapi kami saling menghormati.
Dia sepertinya hanya kagum saja, demikian aku juga mengagumi kepribadian nya yang humoris dan pintar.
Pertemanan kami, ini seperti membawa pesan singkat kepadaku,
Pertama tentang kesadaran ku terhadap leluhur.
Den Panji adalah seorang muslim, tetapi dia juga menjalankan ajaran budhi dharma nusantara, yang artinya dia sangat mempercayai keberadaan leluhur.
Perkenalan singkat ku dengan Den Panji, mengingatkanku pada keberadaan leluhur walau aku masih meragukan Tuhan.
Perlahan Den Panji menjadi sosok teman yang bisa mengobati luka dan kecewa ku pada Tuhan.
Itu adalah positif yang bisa kuambil,
Tapi muncul juga sisi negatif dalam pertemanan kami,
Yaitu aku baru menyadari bahwa kesempatan dan waktuku cukup bebas sebagai seorang perempuan bersuami.
Buktinya aku bisa kapan saja bertemu dengan Den Panji tanpa dicari suamiku.
Ya lagi dan lagi,
Aku harus mengakui bahwa aku dan suamiku tidak memiliki rasa keterkaitan atau tepatnya tidak saling ketergantungan.
Pertemanan ku dengan Den Panji, bisa ku artikan positif sebagai pengingat ku dengan Tuhan dan kesadaran ku akan leluhur, tetapi juga negatifnya adalah membuatku menemui kesadaran bahwa ternyata
aku bisa sebebas-bebasnya berteman sekalipun aku bersuami.
Yang saat ini, hal ini adalah bibit bahaya pertama bagi seorang istri yang terikat perkawinan.
KAMU SEDANG MEMBACA
"NINGRAT"
Spiritual• Jembatan Tak Terlihat Antara Jawa dan Bali • Sebuah Kisah Nyata Inspiratif Tentang Perjalanan Hidup Seorang Wanita Bangsawan Yang Tidak Biasa
