Setelah Den Panji menjadi sekedar sahabat berbagi,
Sungguh saat itu aku berjaya, serba berkelimpahan, aku cukup santai mempercantik diri, menyekolahkan batita ku ke sekolah yang mahal, memanjakannya dengan mainan dan makanan mahal,
Tanpa takut kehabisan karena rekening ku selalu mengalirkan uang dari berbagai usahaku.
Aku bahkan bisa bisnis properti (apartemen),
Untuk seorang mamah muda berusia 26 tahun, tentu hal itu pencapaian yang membanggakan. Rasanya balas dendam ku terhadap tragedi Den Gung Dhana mulai terobati dengan keberhasilan ku saat itu. Walau tidak mudah untuk mencintai orang lain, termasuk suamiku sendiri.
Tidak sampai disitu saja,
Aku terus mengembangkan usahaku. selanjutnya sebagai pebisnis Vape, akupun membuat produk dengan brand yang ku bangun sendiri.
Dan aku menyebarkan produk ku tersebut dari store ke store.
Hingga suatu hari,
Aku mengenal seorang pemilik Vape Store yang cukup terkenal dengan cabang toko nya yang banyak,
Aku hanya mengenal dia dengan sebutan "Andy" saja awalnya. Tanpa pernah tau bahwa ia juga trah dalam Kesultanan.
Kebebasan sebagai seorang istri yang ku sadari saat berteman dengan Den Panji,
Aku terapkan untuk kedekatan ku dengan Andy.
Intensitas interaksi Andy ibarat serangan bombardir.
Dia sering sekali menghubungiku, menelpon ku bahkan berjam-jam,
Sering sekali dia mengejutkanku dengan datang tiba-tiba ke tempat dimana aku berada.
Hal itu menimbulkan perasaan ketergantungan. Padahal aku mulai menyadari ini adalah sebuah kesalahan, karena tidak sepatutnya seorang Andy yang beristri dan aku yang bersuami sedemikian dekat.
Entah kenapa aku mulai menyayanginya dan membutuhkannya seperti saat aku dengan Den Gung Dhana, hingga aku baru menyadari bahwa dia bernama R. Andy Agus Salim asal Kesultanan Demak.
Den Andy saat itu memiliki istri dan satu putri,
Sedangkan aku bersuami dengan satu putra.
Tetapi tampaknya masing-masing rumah tangga kami tidak sebaik dimata orang banyak, Den Andy juga memiliki masalahnya sendiri sehingga ia cukup bebas untuk menghabiskan waktunya bersamaku.
Kami sering pergi bersama bahkan membawa anak kami, pernah beberapa kali juga ketika ada festival Vape Fair di luar kota, kami pergi bersama.
Ke jogja, Bandung, Malang, dll.
Hingga akhirnya kami sadari kami saling ketergantungan,
Bisa disebut kami pun berpacaran.
Den Andy menjadi pria ke 2 yang ku cintai semasa hidupku setelah Den Gung Dhana.
Perlahan aku mulai semakin dan semakin mencintai Den Andy, aku merasa dari sangat lengkap.
Selama ini, aku memimpin diriku sendiri, suamiku tidak pernah berhasil menjadi pemimpin untukku, tetiba Den Andy masuk ke hidupku menjadi sosok pemegang kendali.
Hal ini tentu menumbuhkan hasratku sebagai perempuan yang selama ini tegar dan berani, rasanya aku kini memiliki tempat untuk bersandar dan menunjukkan sisi lemahku sebagai seorang wanita biasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
"NINGRAT"
Spiritual• Jembatan Tak Terlihat Antara Jawa dan Bali • Sebuah Kisah Nyata Inspiratif Tentang Perjalanan Hidup Seorang Wanita Bangsawan Yang Tidak Biasa
