Kesultanan Demak & Uji Kelayakan

27 3 0
                                        

Setelah ku diberikan hak melanjutkan silsilah, maka ku bawa silsilah tersebut ke Bali.
Ajik pun menolong ku lagi memberikan beberapa referensi untuk menjadi informan yang mungkin aku perlukan.

Sebelum aku kembali ke Bali,
Seperti yang ku bilang,
Perihal rezeki, apa yang masih milik, pasti akan dikembalikan.
Tiba-tiba saja keluarga almarhum Den Andy membagi hasil jual mobil lama kami, padahal dulu menjadi sengketa .
Ku sisihkan untuk membeli mobil bekas di Bali.

Sepertinya ini akan mempermudah aku dalam masa penelusuran, pastinya aku membutuhkan kaki untuk kesana kemari menggali informasi.
Lagi, Ajiknya yang membantu memilihkan mobil.

Baru beberapa hari aku kembali ke Bali dengan membawa beberapa dokumen silsilah, akupun mulai menemui satu persatu orang yang mungkin bisa membantuku merangkai teka-teki ini.

Uniknya,
Di suatu malam aku mendatangi sebuah Geriya di Badung, Bali yang sudah lama Ajik kenalkan untuk aku belajar.
Baru kali ini aku datangi untuk bertanya-tanya tentang silsilah. Tetapiiiiiii...
Saat aku menghadap Ratu Peranda malah kami sedikit membahas silsilah, beliau lebih tertarik mengulas pribadiku

Ratu Peranda bilang, dari awal kedatanganku beliau mengatakan bahwa aku orang kuat dan membawa sakti.
(Bagaimana dibilang kuat, saat itu aku bahkan sedang sakit, kemungkinan DBD hehe).

Aku pun menceritakan semua hal diluar nalar yang terjadi padaku di Bali.
Lalu beliau juga mengatakan bahwa yang terjadi antara aku dan almarhum Den Andy pernah tersurat dalam sejarah leluhur, dimana terdapat sumpah serapah serta amarah Majapahit kepada Kesultanan Demak, sehingga tidaklah mudah untuk Den Andy dapat hidup di Bali, apalagi dia bukan yang menghormati ku sebagai cucu keturunan Majapahit yang ternyata dari Raja Bali.

Tertulisnya Raja Bali di silsilah ku mengindikasikan, berarti leluhurku adalah yang berpindah ke Bali dan tidak mau diislamkan, sedangkan Leluhur Den Andy adalah yang menyebabkan keruntuhan dengan penyebaran agama Islam.

Boleh percaya boleh tidak,
Terdengar hanya cocokologi.
Tetapi, rasanya sumpah serapah leluhur di masa lalu tidak bisa dianggap remeh.

Secara keleluhuran memang aku sudah lama mengetahui bahwa sakitnya Den Andy seperti tidak masuk diakal, dan mungkin ini ada kaitannya dengan Den Andy berasal dari Kesultanan Demak.

Ratu Peranda pun menjelaskan dia melihat leluhur ku bukan sembarangan apalagi aku penganut kejawen, dibacanya berulang silsilahku,dan aku masih sedikit bingung dengan penjelasannya, namun dia mengatakan di Jawa aku Ningrat, kasta Bangsawan. Tetapi di Bali aku percampuran Kasta Brahmana dan Ksatria jika di telaah dari asal usul pusat silsilah ku.

Lalu berganti topik dari analisa silsilah menjadi 'Uji Kelayakan'.

Beliau tiba-tiba saja mengajakku keliling dan aku disuruh melihat energi yang ada di dalam Geriya tersebut,
Bahkan beliau mengeluarkan semua koleksi pusakanya.

Aku pun disuruhnya menyentuh, meneliti asal usul, bahkan membaca isi dari semua pusaka-pusaka beliau.

Seusai itu, beliau berkata
"Kamu punya modal, kamu saya jadikan asisten saya. Sekarang coba kamu bertapa sebentar disini, Saya mau tau adakah yang kamu bisa lihat. Saya matikan dulu semua lampu. "

Aaaaaaaaaaakkkk
Rasanya sedikit bingung, karena aku tidak pernah diuji seperti ini.

Akhirnya aku pun menuruti tantangan tersebut, hingga aku hentikan tapa ku ketika aku menemukan satu kalimat yang masuk ke pikiran ku, yaitu "Sabran Brata".

Aku menghampiri Ratu Peranda dan menyampaikan apa yang aku temukan.
Beliau kaget, karena itu adalah bahasa Sanskerta yang merupakan nama daerah Geriya tersebut yang memiliki arti "Selalu Berlaku Brahman"

Maka beliau seperti mendapatkan suatu pencerahan seolah aku memang diterima dan disambut kedatangannya disana.

Hingga beliau tanya sekarang ini apa fokus ku, aku menjawab,
"Aku akan menelusuri silsilah sampai tuntas ke Raja Bali jika Tuhan mengizinkan, dan aku akan berpindah hindu setelah aku berhasil menemukan dimana leluhur ku".

Namun Ratu Peranda malah bilang, "Kalau sudah yakin, besok rabu saja datang lagi. Kita upacara Sudhi Wadani, saya hindu kan kamu. Kalau dari kejawen, belajarnya sambil menjalani saja.. Rabu ya.."

Haaaaah?
Baiklah rabu.
#Speechless.

"NINGRAT"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang