Siapa itu Kasta Brahmana?

32 3 0
                                        

Beberapa waktu aku pindah tinggal di Villa, aku dihubungi oleh manager entertainment di Hotel bintang 5 di Kuta Bali yang sebelumnya mempekerjakan ku di shift jam 10 malam, dialah Pak Gus Arya yang sebelumnya berkomunikasi dengan suamiku sebagai manajer pribadiku.

Ketika dia menghubungiku dia mengucapkan bela sungkawa kemudian bertanya apakah aku sudah kembali ke Bali, bisakah aku mengisi live piano di Hotel malam nanti?

Lalu aku bercerita keraguan ku karena jarak yang ku lihat semakin jauh, akhirnya aku sampaikan pada Pak Gus Arya bahwa aku sudah pindah tinggal ke Denpasar Timur.

Lalu dia jadi bertanya dimana aku tinggal? Ternyata dia tinggal sangat dekat dengan villa ku.
Ditambah, aku meminta untuk tidak lagi perlu bermain di shift jam 10 malam, karena aku tidak lagi khawatir meninggalkan suamiku sendirian. Aku meminta waktu yang lebih cepat.

Secara otomatis, Pak Gus Arya memberikan ku waktu di jam 7 malam. Dan menawarkan untuk pulang bersama nanti di jam 10 malam.

Setelah beberapa kali aku tampil sebagai pianist di hotel tersebut dengan shift jam 10 malam, kami tidak pernah bertemu. Mungkin selama ini jam 10 malam aku baru datang, dia sudah jam pulang.

Barulah malam itu aku bertemu langsung dengan Pak Gus Arya dan pulang pun diantarnya.

Saat itu, aku lihat Pak Gus Arya sangat baik, cerdas, dan berwibawa. Terlihat Pak Gus Arya cukup prihatin denganku yang saat itu sendirian di Bali sedang suamiku baru saja meninggal.

Sepanjang perjalananku diantarnya pulang, kami banyak saling bercerita, lalu dia mengajariku memanggilnya dengan sebutan "Ajik" dia bilang dia sudah punya anak, jadi sebagai bapak umumnya orang memanggilnya Ajik.
Pikirku, Ajik Arya sudah beristri, ternyata sudah menduda selama satu tahun.

Seusai pulang, Ajik Arya menjadi sangat intens menghubungiku, dia sangat perhatian dan perduli.

Perasaanku yang masih takut sendirian, kemudian merasa cukup aman dengan dekatnya Ajik Arya denganku. Hari ke hari timbul perasaan saling membutuhkan diantara kami.

Sebut saja, akhirnya kami pun pacaran. Yappp, jadi Ajik Arya adalah orang pertama di Bali yang ku kenal dekat.
Dia senang bercerita tentang sejarah dan sudut pandang di dalam agamanya, Hindu.

Yang dia tau, aku adalah seorang agnostik. Aku tidak menjalankan ritual agama apapun, tetapi aku sangat percaya Tuhan.

Bersamaan dengan itu,
Aku memiliki kedekatan dengan salah satu orang tua muridku, aku memanggilnya ibu Dayu Dian.

Ibu Dayu Dian adalah yang paling perduli denganku dari sekian banyak orang tua murid piano ku, karena suami dari ibu Dayu Dian adalah orang pertama yang suamiku kenal, dengan kata lain, putri dari Bu Dayu Dian yaitu Gung Ratna adalah murid piano pertamaku di Bali.

Bu Dayu Dian kala itu sering menjadi tempatku bercerita...
Beliau sangat prihatin dengan musibah yang menimpaku,
Dia sangatlah perhatian.

Hingga suatu waktu aku bercerita kini aku berpacaran dengan pria asli Bali bernama Ajik Arya,
Lalu Bu Dayu Dian berdecak kagum.

"Wah hebat miss, biar langgeng yaaa, aku aja nyerod, miss malah pacaran sama Brahmana", respon Bu Dayu Dian saat aku menceritakan pacarku Ajik Arya.

Aku sedikit bingung, apa itu nyerod? Siapa itu Brahmana?

Lalu Bu Dayu Dian mengajarkanku karena aku masih sangat baru di Bali, tentunya aku tidak mengerti istilah-istilah tersebut.

Bu Dayu menjelaskan di bali terdapat beberapa kasta, dan kasta Brahmana adalah kasta yang berasal dari rohaniawan/ Pandita(pendeta). Dianggap kasta Bali yang tertinggi.
Bu Dayu menikah dengan lelaki berkasta Ksatria, dengan gelar Anak Agung, maka dari itu ia menyebutkan istilah "Nyerod" karena menikah dengan lelaki yang kastanya setingkat dibawah Bu Dayu Dian. Aku baru menyadari karena anaknya pun mengikuti gelar suaminya dengan sebutan "Gung".

Barulah aku mengerti
Bahwa "Ajik" adalah sebutan bapak bagi yg berkasta Brahmana.
Gus Arya, ternyata singkatan Ida Bagus Arya , yang artinya aku baru tau bahwa pacarku berkasta Brahmana.
Dan Bu Dayu Dian yang tadinya ku pikir Dayu adalah satu kata sebuah nama, ternyata itu singkatan Ida Ayu, atau gelar perempuan berkasta Brahmana.

Jadi,
Apakah aku dikatakan beruntung berteman seorang Ida Ayu dan memiliki pacar Ida Bagus?
Jujur, aku tidak bermaksud.
Bahkan aku awalnya tidak mengerti,
Aku pikir ini semua hanya kebetulan. Hmm.

"NINGRAT"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang