Andai saja aku memahami patahnya kunci dan aku terkunci didalam Villa sebagai pertanda saat H-1 sebelum Hari Raya Nyepi, mungkin karma tunai tidak perlu kami jumpai.
Kunci yang patah,
Itulah pertanda yang terlambat ku pahami.
Aku baru paham, bahwa seperti ada yang melarangku untuk keluar dari Villa saat nyepi nanti, demi kebaikanku.
Sayangnya aku begitu mengusahakan untuk memperbaiki kunci, hingga akhirnya aku siap dijemput Ajik Arya.
Hari Raya Nyepi, bagi umat Hindu harusnya menjadi hari yang dijaga kesuciannya, tetapi Ajik Arya dan aku menodai kesucian hari itu.
Ya, kami berbuat yang seharusnya tidak boleh terjadi apalagi di dalam keheningan perayaan Nyepi.
Aku mungkin hanya seorang pendatang, dan kejawen tidak merayakan Nyepi, tetapi kenapa Ajik Arya sebagai seorang Brahmana bahkan gagal menahan diri untuk tidak menodai hari penting di dalam agamanya??
Jahatnya, setelah melewati Nyepi, dia antar aku pulang dan dia berpesan,
"De, aku cuma mau ngingetin apapun yang terjadi diantara kita tidak akan bisa membuat hubungan ini ada ujungnya ya, dan inget jangan ada satu orangpun di hotel yang tau kalau kita dekat... Nanti malam kamu pulang sendiri ya, takutnya Dayu ngajakin aku makan malam."
WOW!
Andai saja,
Aku mengerti kenapa kunci ku perlu patah dan harusnya aku biarkan diriku terkunci didalam villa ku, mungkin kesalahan dan kebodohan ini tidak pernah terjadi.
Aku yang tadinya bisa berhenti menangisi suamiku Den Andy,
Kemudian jadi kembali menangis dan menangis.
Itu saja yang bisa aku lakukan, betapa bodohnya aku, aku melanggar janjiku padanya untuk menjaga diri dengan baik.
Aku marah sama diriku sendiri,
Aku marah sama keadaan,
Andai Den Andy tidak pernah meninggalkanku sendirian di Bali.
Berberapa hari setelah Nyepi, aku lupa obrolan ku dengan Ajik Derry, sepertinya aku sempat bercerita tentang sinyal yang gak cukup bagus di villa ku, tetiba dia datang dan memasang alat penguat wifi. Entah kebaikan apa yang membawanya memberikan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu kubutuhkan, tetapi aku mulai tidak kaget bahwa sosok Gus Derry yang ku karang memang seorang penolong.
Di moment itu, tiba-tiba Ajik Derry bilang dia melihat mention di instagram ku tentang Ajik Arya dan dia mengenal Ajik Arya karena mantan istri mereka berteman.
Aaaaahh!!!!
Mengetahui Ajik Derry ternyata kenal dengan Ajik Arya rasanya aku ingin menangis sebentar saja dan bercerita bahwa pasca nyepi aku habis dibuat Ajik Arya menangis sejadi-jadinya.
Aku benar-benar ingin cerita, tetapi Ajik Derry tidak punya banyak waktu kala itu.
Ah sudahlah, biar ku simpan kebodohanku sendiri.
Tidak lama sejak itu,
Segala yang tidak kusangka terjadi, aku mulai kedatangan tamu-tamu tidak diundang ke Villa ku, binatang-binatang yang hanya menyerang ruangan ku, sedangkan villa tersebut memiliki banyak kamar.
Tetapi hanya unitku yang kedatangan 2x ular, ribuan serangga, ribuan kumbang, dan sebagainya hingga binatang-binatang kecil berbau menyengat yang belum pernah ku lihat seumur hidup ku.
Hingga kejadian diluar nalar menghabiskan pendapatan ku berkali-kali. Aku bekerja, penghasilanku lebih dari cukup, tetapi banyak biaya tak terduga terjadi hingga hilang uangku begitu saja.
Anakku sakit, aku sakit, ditipu teman, auto debet rekening almarhum Den Andy, dll.
Seperti rasanya uangku menguap entah kemana, pendapatanku besar tetapi aku selalu kekurangan.
Hingga aku tidak punya kenalan lain yang mungkin bisa membantu, kala itu Ajik Derry lah yang sering membantu keuangan ku yang tidak karuan.
Aku anggap semua ini sebagai Karma. Ya, mungkin kesalahan besar yang harus ku bayar.
Setelahku mengalami keanehan ini, menyusul Ajik Arya.
Selama aku bekerja di hotel, aku menyisihkan 10% pendapatanku untuk Ajik Arya yang ku berikan setiap bulannya. Tiba-tiba saja hal ini dipermasalahkan oleh manager baru di hotel tersebut yang punya niat untuk menyingkirkan Ajik Arya.
Orang itu mengkambinghitamkan aku seolah aku korban pemerasan yang dilakukan oleh manager terhadap talent nya. Hingga Ajik Arya hampir dipecat tidak terhormat karena termasuk melakukan pelanggaran dengan dasar serupa gratifikasi.
Siapa yang membantu Ajik Arya? Ya aku.
Aku masih sayang, maka akulah yang akhirnya membantu, diapun menyadari berbagai pertolonganku, mulai dari memberikannya penasehat hukum/lawyer, penasehat bidang hak tenaga kerja, surat menyurat untuk ke dinas ketenagakerjaan, dll.
Ajik Arya yang sudah bekerja 10 tahun di hotel tersebut kini berada di ujung pemecatan, hal ini juga berdampak pada gajiku yang tidak dikeluarkan pihak hotel.
Aku mendampingi Ajik Arya setiap harinya,
Bagiku ini juga Karma, karena sebelumnya Ajik Arya benar-benar memperlakukan ku antara butuh dan tidak, bahkan kadang menghindari pergi bersama dengan ku lagi,
Tapi kejadian ini membuatnya sangat membutuhkanku, kami pergi setiap hari bersama lagi.
Dan,
Ingat pesan Ajik Arya untuk tidak membocorkan hubungan kami di lingkungan Hotel?
Justru di masa ini Ajik Arya dituntun penasehat hukum untuk membuat pernyataan bahwa dia memang memiliki hubungan denganku bahkan uang yang ku berikan padanya adalah tabungan pernikahan, alasan ini dipakai untuk menghindari kasus gratifikasi.
Percaya kan kalau ini Karma?
Dari melarang 1 orang pun untuk tau hubungan kami,
Tetapi semesta menjadikan 1 hotel bahkan hingga ke petinggi tau hubungan kami.
Singkat cerita,
Pihak hotel menerimanya kembali, berkat perjuangan kami.
Namun, baru saja bekerja 2 hari dia berkata padaku lagi
"De, sudah ya kita jangan berkomunikasi lagi.. Aku gak mau berdampak lagi sama kerjaanku"
Lalu aku berkata,
"kita kan bisa berteman, toh selama ini aku tidak menuntut apapun, aku seneng jadi banyak tau agama Hindu dari Ajik, itu sudah lebih dari cukup, aku gak akan menuntut apapun"
Ia pun menjawab,
"Sudah de cukup, kamu belajar aja sendiri. Jangan nanti kamu masuk Hindu karena aku padahal aku udah bilang aku kita gak akan seserius itu. Udah dulu ya, aku gak mau kerjaanku kacau gegara hubungan kita. "
Whattttt???
Masuk Hindu gegara dia???
Sudah???
Gitu aja???
Baru 2 hari masuk kerja kembali setelah bantuanku tiba-tiba memutuskan hubungan???
Aku yang terlalu sabar atau dia yang terlalu tega???
...
KAMU SEDANG MEMBACA
"NINGRAT"
Spiritual• Jembatan Tak Terlihat Antara Jawa dan Bali • Sebuah Kisah Nyata Inspiratif Tentang Perjalanan Hidup Seorang Wanita Bangsawan Yang Tidak Biasa
