Seiring berjalannya waktu, aku mulai merasa ada yang aneh.
Beberapa kali ku rasakan di Villa ku sendiri, aku mencium wangi bunga melati, hingga suara-suara misterius yang seringkali kudengar. Akupun mengalami beberapa keanehan, kehilangan benda berkali-kali tetapi saat kulelah mencari, benda tersebut kutemukan lagi di tempat semestinya.
Hal ini tidak hanya ku alami di villa, tetapi juga di sekolah, di hotel, dan dimanapun.
Bahkan suatu hari aku mengalami "Ngrogo Sukmo"
yang tidak ku kehendaki.
Berawal dari sembahyang seperti biasa, aku bakar dupa, nyaji, duduk dan meditasi.
Saat aku membuka mata, aku lihat dupaku sudah mati,
Pikirku aku meditasi sekitar 15-20 menit.
Ternyata saat ku lihat HP ku dalam keadaan lowbat.
Saat charge dan berhasil ku hidupkan, ternyata semua orang mencariku.
Kulihat hari sudah berganti jumat, sedangkan seingatku aku sembahyang di hari selasa.
Aku kaget bukan main, tapi aku bingung harus bercerita ke siapa, saat ku sadari bunga di sanggar pemuja pun sudah layu seperti berhari-hari.
Rasanya aku hanya memejamkan mata kurang dari 30 menit, ternyata menembus 3 hari.
Anehnya, aku tidak merasa kelaparan atau apapun. Bahkan aku tidak mengingat kejadian apapun. Bahkan jika aku terbawa dimensi lain, akupun tidak memiliki memori apapun tentang perjalanan astral ku selama 3 hari itu.
Saat itu aku takut campur bingung,
Aku mau mencoba bercerita dengan Ajik Arya tapi dia tidak antusias dengan kepercayaanku, yasudahlah biar ku simpan sendiri.
Hingga mendekati hari-hari menuju Nyepi, hari raya umat hindu Bali yang pertama kalinya ku jalani di Bali saat itu aku memang benar-benar ketakutan, karena aku mengalami hal-hal aneh ditengah kesendirianku di Villa. Mau pulang ke Jakarta kehabisan tiket, mau tetap di Bali pun aku takut karena aku baru mengalami kejadian aneh itu.
Hingga H-1 nyepi, aku tidak punya teman yang berstatus single selain Ajik Arya dan Ajik Derry.
Ku hubungi keduanya mencari tempat singgah untuk nyepi karena aku takut jika hari raya Nyepi tidak boleh menyalakan lampu mengingat villa ku bagian depan dan belakangnya full kaca.
Keduanya memberikan jawaban yang sedikit membimbangkan.
Ajik Arya bilang dia mau bantu tetapi dia masih mau main dengan teman-temannya, dia belum bisa kasih kepastian.
Ajik Derry kasih alamat rumahnya, tetapi aku segan karena mana mungkin aku bermalam dirumah keluarga yang belum pernah ku kenal.
Tiba-tiba kunci villa ku PATAH!
Tuhaaannnnn...
Apalagiiiiiii...
Apa iya aku memang diharuskan sendiri saja untuk Nyepi?
Aku kesana kemari mengusahakan mencari tukang kunci, penjaga villa ku sulit dihubungi.
AKU TERKUNCI DI DALAM VILLA.
aku benar-benar memaksakan diri untuk mencari cara bagaimana pun caranya aku harus bisa keluar villa, masa aku dipenjara di villa ku sendiri?? Haruskah aku Nyepi sendiri?? Tahukah Tuhaaann, aku takut.
Akhirnya setelah upaya menghubungi sana dan sini, akupun mendapatkan tukang kunci. Kunciku Berhasil diperbaiki, aku harus segera pikirkan bagaimana caranya aku Nyepi tidak sendirian!
Aku memilih untuk menunggu Ajik Arya saja sampai malam, karena aku memang lebih dekat dengan Ajik Arya dan kami sudah sering mendatangi rumah masing-masing.
Dibandingkan Ajik Derry, yang aku belum begitu kenal.
Hari semakin malam, Nyepi akan dimulai besok pagi jam 6.
Ah sudahlah, aku kerumah Ajik Derry saja, rasanya bodoh sekali kenapa aku menunggu Ajik Arya yang jelas-jelas sudah tarik ulur dalam hubungan ini.
Mungkin tadi hanya basa-basi, belum tentu dia benar menjemputku untuk Nyepi.
Aku hampir saja berangkat kerumah Ajik Derry, aku sudah siapkan baju, tetapi tidak ada ojek atau taksi online yang menerima orderan ku, sampai tiba waktu tengah malam.
Ajik Arya pun masih main dengan temannya.
Akupun pasrah, ah sudahlah...
Villa ku yang depan dan belakang dikelilingi kaca itu, mulai ku tutupi celahnya dengan koran agar aku bisa menyalakan lampu untuk melewati Nyepi sendirian di villa.
Tapi tiba-tiba saja Ajik Arya datang menjemputku jam 3 pagi, akhirnya aku Nyepi dirumahnya.
Ah Finally, ada yang menjemput sebelum Nyepi dimulai jam 6 pagi hingga keesokan harinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
"NINGRAT"
Spiritual• Jembatan Tak Terlihat Antara Jawa dan Bali • Sebuah Kisah Nyata Inspiratif Tentang Perjalanan Hidup Seorang Wanita Bangsawan Yang Tidak Biasa
