Rencana Taehyung untuk tidur gagal, dia dibuat membuka mata saat Jimin membangunkannya dengan Ha Seul yang tak sadarkan diri. Dia semakin marah saat melihat Suga mengirimkan video yang entah darimana video itu dia dapat. Dokter di Malta sudah mengingatkan Taehyung agar istrinya tidak memaksakan ingatannya. Jika itu terjadi bukannya pulih, Ha Seul akan semakin terluka.
"Apa Taeri tau kondisi ibunya?" tanya Taehyung yang sedang duduk di samping Ha Seul yang masih memejamkan mata. Dokter sudah mengecek kondisinya dan sudah memberikan obat penenang untuk Ha Seul.
"J-Hope membawanya pergi. Sebaiknya istirahat di samping istrimu. Kau tidak bisa memaksakan diri saat kau juga kurang enak badan," sahut Jimin.
"Mereka ingin menekanku dengan cara ini. Aku harap kau lebih bisa menjaga anak dan istriku," timpa Taehyung
Taehyung berjalan turun untuk menemui putrinya. Terlihat Taeri tertidur di sofa di temani J-Hope yang ada di sampingnya. "Apa dia baik-baik saja?" tanya J-Hope pada Taehyung.
"Ya." Tatapan Taehyung masih mengarah pada Taeri yang tertidur pulas. Dia yang memilih untuk hidup bahagia bersama mereka, namun dia juga yang memberikan mereka masalah.
Memang harusnya Taehyung tidak keras kepala untuk menikahi Ha Seul, karena itu hanya akan membuat Ha Seul dan Taeri terluka. Setelah menatap lama putrinya, dia kemudian membawa putrinya berbaring di samping Ha Seul yang juga terlelap. Dia berjanji pada dirinya agar tida membiarkan mereka terluka.
Baru kali ini dia merasa takut melawan seseorang, biasanya dia tidak pernah takut karena pikirnya apa yang harus ditakutkan saat dia sendiri yang menakutkan.
"Lalu apa rencanamu sekarang?" tanya Jimin.
"Aku akan tetap dengan keputusanku. Sejauh mana mereka akan membuatku bertekuk lutut," jawab Taehyung. Dia meneguk Whiskey yang ada di hadapannya. Dia harus tenang menghadapi keluarga yang ingin menghancurkan dirinya.
Dia sudah berjanji dan itu yang harus dia tepati. Jika semuanya Gyeong dan Suga tetap saja memaksa dia tidak akan segan untuk menyingkirkan mereka.
***
Jungkook sedang berdebat dengan sang ibu karena Ha Seul, walau kakaknya melarang untuk mendekatinya. Dia tetap ingin dekat dengan wanita yang dia sukai itu. Dia tidak setuju jika ibunya akan mencelakai Ha Seul untuk menekan Taehyung.
"Aku tetap tidak setuju. Lebih baik aku membawanya ke sini agar Ibu tidak bersikap seenaknya sendiri pada Ha Seul," tegas Jungkook.
"Apa spesialnya wanita bisu itu. Dia itu hanya anak dari seorang penghianat. Jadi tidak perlu kau dekat dengannya, karena Ibu tidak suka kau bersamanya. Memang harusnya dia itu mati sejak lama seperti keluarganya yang lain," jelas Gyeong pada sang putra.
"Aku tetap tidak setuju. Jika ingin membunuh, bunuh saja Tae Hyung. Tidak dengannya," ucap Jungkook.
Jungkook memilih pergi, hanya untuk menekan Taehyung, mereka ingin menjadikan Ha Seul umpan. Dia tidak mau wanita yang dia cintai terluka. Meskipun dia ditolak, tapi dia tetap mencintai Ha Seul.
Daripada mendengarkan apa yang ibunya katakan, Jungkook memilih untuk pergi dengan Supercar milik kakaknya. Apa yang ada di rumah lama Taehyung, dia gunakan. Terutama mobil kesayangan kakaknya dia gunakan sekarang tanpa sungkan.
Dia memilih pergi ke Bar untuk meluapkan kekesalannya. Tubuhnya belum sepenuhnya sembuh, tapi dia tidak mau tinggal di rumah.
"Apa Tuan Taehyung datang. Aku lihat mobilnya terparkir di depan," ucap salah orang yang bekerja di Bar itu.
"Apa ada masalah untuk itu?" Jungkook yang mendengar menyaut dengan apa yang pekerja itu katakan.
"Aku di sini juga tuanmu. Kau harus melayaniku di sini." Jungkook mendorong tubuh pekerja itu. Dia tidak peduli jika tubuhnya kalah besar dari pekerja Bar itu. Merasa dirinya adik Taehyung, dia tak mau bersikap karas.
Taehyung memang terkenal di Bar itu, karena itu juga salah satu usaha miliknya. Pekerja itu hanya bertanya karena saat Taehyung datang, dia harus melaporkan tentang perkembangan Bar nya. Sayangnya dia salah, dia berhadapan dengan Jungkook yang memiliki sifat arogan. Seperti sekarang, dia bersikap dirinya penting. Bisa apa mereka saat dia adik dari atasannya.
"Tuan, sudah datang. Ada Tuan Jungkook di dalam." Seorang yang bertugas pengurus Bar itu menghampiri Taehyung yang baru datang. Dia melihat Supercar nya ada di depan Bar, itu artinya ada Jungkook di dalam.
"Apa yang aku mau sudah kau siapkan?" Tanpa ingin menjawab ucapan lawan bicaranya. Dia tak peduli ada Jungkook atau tidak. Dia datang untuk bertemu dengan seseorang.
"Sudah, Tuan. Tamu Anda juga sudah menunggu di dalam," jelasnya tanpa berani untuk menatap wajah Taehyung.
Diikuti Jimin dan J-Hope, Taehyung segera ke tempat di mana akan membicarakan bisnis dengan koleganya. Saat berjalan ke ruang VVIP, terlihat Jungkook sedang menikmati minumannya dengan beberapa wanita. Melihat itu Taehyung tetap melangkah tanpa ingin berhenti atau menyapa adiknya.
"Kau ingin taruhan denganku? Dia pasti akan membuat onar. Dia buruk saat mabuk," ucap J-Hope.
"Jangan sampai dia tau, jika Tuan di sini," ujar Jimin pada anak buah yang lain.
Taehyung kemudian masuk di temani oleh Jimin. Sedangkan J-Hope menunggu di depan. Tamu ini tidak ingin di expost, jadi Taehyung harus hati-hati bertemu dengannya.
"Apa itu tadi pemilik Bar ini?" tanya seorang wanita yang tak jauh dari Jungkook.
"Iya, aku pertama kalinya berpapasan lebih dekat dengannya. Dia begitu tampan. Walau tatapannya begitu mematikan, aku suka pria dingin," jawab wanita yang lain.
"Tapi aku dengar dia Bos Mafia. Jika itu benar, wanita yang bersamanya akan sangat beruntung. Andai aku menjadi kekasihnya, aku tidak akan dianggap remeh seperti sekarang," timpanya.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Jungkook. Mereka pikir Jungkook sudah mabuk, nyatanya dia masih sadar. Jungkook menarik lengan wanita itu, membuatnya duduk dalam pangkuannya.
"Benarkah Tuan Taehyung itu Hyung Anda?" tanya wanita itu.
"Kenapa memangnya? Apa kau menyukainya? Kenapa semua orang menatapnya. Apa buruknya diriku!" Jungkook mengempaskan tubuh wanita itu sampai terbanting ke lantai.
Dia sangat marah saat wanita itu hanya bertanya. Tidak hanya mendorong, Jungkook menghampiri wanita itu dan menamparnya keras. Entah efek obat atau memang sikapnya, tapi Jungkook sungguh keterlaluan.
"Jika kau membahasnya di hadapanku, kau akan tau resikonya." Jungkook menunjuk ke arah wanita itu dan bicara kasar padanya.
"Maaf, saya hanya bertanya. Saya--"
"Kau!!" Jungkook kembali menampar dan menarik rambut wanita itu hingga dia mendongka karena tarikan dari Jungkook. Pipinya sudah merah karena tamparan dari Jungkook, sekarang rambutnya malah ditarik.
"Am-puni saya, Tuan. Saya yang bersalah. Saya tidak bermaksud," ucap wanita itu sambil memegang kaki Jungkook yang sudah memegang botol minuman keras yang akan dipukulkan padanya.
Benar juga, Jungkook pasti membuat onar, dan itu terjadi. Sekarang dia tanpa perasaan menganiaya wanita itu dihadapan banyak orang. Tidak ada yang berani karena mereka pikir dia adik Taehyung. Dan kebetulan Taehyung sedang berada di Bar. Tidak mungkin jika mereka melarang, akan membuat Taehyung marah, padahal Taehyung saja tidak peduli.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight (MAFIA-KTH)
FanfictionKetua genk Mafia yang jatuh cinta pada wanita tuna wicara. Tanpa memandang kekurangan itu, Ketua Genk Mafia itu dengan sangat tulus mencintanya, sayangnya, semua itu berantakan ketika wanitanya memilih mengakhiri hubungannya karena merasa dibohongi...
