Taehyung datang ke tempat di mana dia ingin bertemu dengan orang yang meneror Ha Seul. Karena memang kurang sehat, Taehyung sejak tadi banyak diam sambil merasakan dada nya yang sakit. Sesekali di terbatuk karena memang harusnya dia memeriksakan diri.
"Sebenarnya siapa dia orang yang meneror Ha Seul," ucap Jimin.
"Kau akan tau nanti. Apa mobil itu dalam kondisi baik?" tanya Taehyung. Dia berjalan ke mobil yang akan dia gunakan balap.
"Oppa, kondisimu sedang tidak baik. Sebaiknya aku saja yang mencobanya," jelas Ha Seul dengan bahasa isyarat.
"Kita lakukan berdua. Mau coba satu putaran?" Taehyung mengajak Ha Seul untuk balap drift yang akan mereka lakukan dengan mobil yang Taehyung bawa.
"Maksdumu mencoba dengan istrimu?" tanya Jimin menatap terkejut.
"Tentu. Apa kau anggap dia tidak bisa. Ayo lihat secara langsung." Taehyung mengajak Jimin untuk ikut latihan balap bertiga.
Taehyung masuk dan duduk di bangku kemudi, di sampingnya ada Ha Seul dan di belakang ada Jimin. Dia menggunakan mobil sport miliki Taehyung untuk mencoba balapan.
"Siap?" tanya Taehyung sebelum dia menginjak gas.
Setelah memasang sabuk pengaman, Taehyung kemudian menginjak pedal gas. Jimin tidak merasa aneh dengan Taehyung karena dia memang suka balap. Apalagi koleksi mobilnya banyak, dari yang biasa, Sportcar, sampai Supercar. Dia memiliki semua, dan salah satunya yang Jungkook rusak beberapa waktu lalu.
Dengan kecepatan tinggi, adrenaline Taehyung terpacuh. Dia terlihat senang dengan itu. Ha Seul juga seperti biasa, tidak ada ketakutan dari raut wajahnya. Dia begitu tenang, walau menggenggam erat safetybell.
Setelah beberapa menit dari start, Taehyung coba melepaskan safetybell nya dan meminta Ha Seul duduk di bangkunya. Bergantian dengan Taehyung. Di belakang, Jimin menatap terkejut. Dia tidak menyangka Ha Seul yang terlihat lemah lembut suka dengan hal yang memicu adrenaline.
Dengan mudahnya mereka berdua berpindah tempat tanpa membuat laju mobil terganggu sampai Ha Seul benar-benar duduk dan memasang sabuk pengaman.
"Bagaimana--" Ucapan Jimin terhenti menatap terkejut. Karena dari penampilannya saja, Ha Seul begiu elegan.
"Dia pernah belajar bersamaku dulu. Aku pikir dia tidak melupakan tekniknya. Dan dia teman belajar yang hebat," sahut Taehyung.
Satu putaran saja membuat Jimin terkesan dengan cara mengemudi Ha Seul, dia memang tidak mengira jika wanita seperti Ha Seul sehebat itu. Bukan maksud merendahkan karena dia memiliki kekurangan, tapi wanita seperti Ha Seul tampak polos dan tak akan suka dengan dunia otomotif seperti ini.
"Aku sudah katakan untuk istirahat. Jangan memaksakan diri. Jika nanti Oppa bisa menang, aku ingin kita pergi ke rumah sakit besok," ucap Ha Seul dengan bahasa isyarat. Dia menantap khawatir suaminya yang tampak pucat. Harusnya juga Taehyung istirahat, bukannya malah menerima tantangan dari orang yang meneror Ha Seul.
"Aku akan turuti apa yang menjadi kemauanmu nanti. Kita lihat apa dia sungguh mau datang atau tidak," jawab Taehyung. Dia duduk di mobil dengan pintu terbuka dan Ha Seul berdiri di hadapannya.
Tak lama yang ditunggu datang juga. Namun, bukan orang bicara dengan Taehyung tadi yang menemuinya. Taehyung hanya tersenyum tipis. Dia tau jika orang itu tidak akan berani untuk datang.
"Lalu haruskah aku adu balap denganmu, untuk apa?" Taehyung tidak mau melakukannya saat bukan orang yang menantangnya.
"Mau kau sehebat apa. Suruh dia ke sini jika mencari lawan yang tepat." Taehyung memilih pergi. Dia merasa dibohongi oleh orang itu, tapi dia menganggap orang itu memang tidak sanggup untuk melakukannya.
"Kau memang sedang kurang sehat, sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang." Saat berjalan beberapa langkah Taehyung hampir terjatuh karena kepalanya terasa sakit.
Tanpa menolak, Taehyung mengiyakan apa yang Jimin katakan. Dibantu Ha Seul masuk ke mobil. Meninggalkan orang pengganti itu. Percuma saja dia datang saat lawannya memilih untuk mundur.
Di dalam mobil, Taehyung memejamkan mata sambil bersandar. Tangannya digenggam oleh Ha Seul. Dia begitu khawatir dengan kondisi Taehyung. Dia membiarkan kepalanya tanpa ingin ke rumah sakit, dan sekarang dia tak berdaya.
Sesampainya di rumah sakit, Taehyung langsung mendapatkan penanganan. Sudah diingatkan jika harus segera ke rumah sakit setelah, namun dia biarkan begitu saja.
Dokter memintanya untuk bermalam. Di ruang rawat inap, Taehyung memejamkan mata. Dia tak sanggup lagi untuk membuka mata karena rasa sakit yang dia rasakan.
"Pulanglah, biar aku yang menjaganya di sini," ucap Jimin pada Ha Seul.
"Aku ingin tetap di sini. Dia begitu keras kepala, saat kondisinya seperti ini dia terus saja minum, Dokter bilang ada masalah pada paru-paru dan juga lambungnya. Jika terus seperti ini, dia hanya akan mati secara perlahan," jelas Ha Seul. Dia tadi sempat mendengarkan penjelasan Dokter tentang kondisi Taehyung. Untuk sejauh ini dia masih bisa dikatakan baik, karena memang yang dikeluhkan kepalanya yang sakit akibat pukulan saat menyelamatkan Taeri.
"Aku sering mengingatkannya, tapi dia sudah terlanjur kecanduan minuman keras itu," sahut Jimin.
Malam ini mereka akan bermalam di rumah sakit. Jimin tidak bisa meninggalkan Ha Seul sendiri di sana, karena memang perintah Taehyung dia harus menjaga Ha Seul. Di rumah J-Hope bersama Taeri yang sejak tadi coba menghubungi Ha Seul menanyakan kapan akan pulang. Jika dia tau ayahnya sedang sakit, dia pasti akan merasa bersalah.
"Tuan, boleh aku bertanya?" Ha Seul menulis sesuatu di Note ponselnya dan menunjukkan pada Jimin.
"Katakan saja," jawab Jimin.
"Apa dari dulu mereka sudah berselisih. Maksudku, antara Tae Oppa dan juga keluarganya. Aku pikir Tuan Suga itu seperti kalian berdua, menjadi kepercayaan Oppa, ternyata dia tetap sama. Aku memang lama dekat dengannya, tapi Tae Oppa tidak pernah sedikitpun menceritakan keluarganya. Itu sebabnya aku terkejut saat mengetahui dirinya adalah ketua mafia. Dan akhirnya juga aku terperdaya oleh Tuan Suga. Dia memang tidak suka denganku sejak lama." Tulisnya dalam Note itu.
"Hal ini sudah lama terjadi, pastinya setelah Tuan Besar menikah dengan Nyonya Gyeong. Mereka awalnya tidak memiliki hubungan yang sah. Itu sebabnya Tuan Jungkook tidak memiliki hak yang tepat untuk apa yang Tuan Besar miliki, karena Ibu Tuan Taehyung yang berjuang untuk mendapatkan bagian Tuan Taehyung. Perjanjian yang tertulis warisan milik Tuan Besar seluruhnya Tuan Taehyung yang berhak memiliki. Apalagi Tuan Besar tau bagaimana Tuan Jungkook, itu yang membuat Tuan Besar yakin jika apa yang tertulis dalam surat wasiat itu benar adanya. Tuan Taehyung memang tidak mau menjadi seperti ayahnya, sampai dia ingin menikahkan kalian dulu, sayangnya Suha Hyung mengetahui rencana itu, dan membuat kalian berpisah. Semua agar Nyonya Gyeong bisa memperdaya Tuan Taehyung. Untuk itu, kau harus menjadi sama seperti Taehyung. Kuat dan yakin akan apa yang kita lakukan. Jika kau lemah, maka lawan Tuan Taehyung juga akan mengalahkannya dengan mudah," tutur Jimin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight (MAFIA-KTH)
FanfictionKetua genk Mafia yang jatuh cinta pada wanita tuna wicara. Tanpa memandang kekurangan itu, Ketua Genk Mafia itu dengan sangat tulus mencintanya, sayangnya, semua itu berantakan ketika wanitanya memilih mengakhiri hubungannya karena merasa dibohongi...
