"Seperti yang kau mau. Aku hanya harus melaporkan apa yang menjadi rencana mereka, jika kau merugikanku. Aku akan menjadi lawanmu," ucap seorang pria yang duduk di hadapan Taehyung.
"Kau lupa dengan hutangmu padaku saat kau mengatakan itu? Jika iya, aku pastikan kau tidak akan bisa keluar dari tempat ini," sahut Taehyung.
"Oh ayolah Kim Taehyung. Bagaimanapun aku ini temanmu, bermurah hatilah padaku," imbuhnya.
"Ya, aku bisa bermurah hati untuk itu. Tapi saat kau menatap isteriku seperti itu, aku tidak akan terima. Turunkan pandanganmu darinya," tegas Taehyung. Sejak tadi pria yang duduk di hadapannya itu terus menatap Ha Seul yang sengaja ikut ke Basecamp, Taehyung sengaja mengajaknya.
"Aku pikir kau tidak akan mau padanya, nyatanya dia sekarang menjadi isterimu," sahutnya. Mereka memang berteman lama, namun Ha Seul tidak pernah melihat teman Taehyung satu ini. Makanya dia tidak tau siapa dia.
Taehyung menarik lengan Ha Seul agar duduk di pangkuannya. Memeluk pinggang istrinya dari belakang. Dia ingin menunjukkan jika Ha Seul memang istrinya.
"Tenanglah, melihatnya saja tanpa menyentuh apa itu salah? Menikmati lukisan indah Tuhan, jangan di sia-siakan. Walau ya ..." Ucapannya menggantung begitu saja. Dia tau kekurangan Ha Seul, tapi dia tak akan berani mengatakannya.
"Sebaiknya pergilah. Lakukan yang menjadi tugasmu," balas Taehyung.
Setelahnya dia pergi, meninggalkan Taehyung dan Ha Seul di ruangan itu dengan posisi yang sama. Ha Seul menatap suaminya yang juga menatapnya. Dia memegang pipi suaminya, dan memainkannya. Senyum manis Ha Seul mengembang saat Taehyung hanya diam dengan perlakuannya.
Di dalam ruangan itu mereka tak peduli jika nanti akan ada yang masuk. Mereka benar-benar romantis, apalagi Taeri tidak bersamanya. Hari ini rencananya Taehyung akan mengajari bela diri istrinya di basecamp nya.
"Kau bersikap manja, ada apa?" tanya Taehyung.
Ha Seul menatap suaminya dan menjawab dengan bahasa isyarat. "Beberapa waktu ini aku pikir waktu Oppa hanya untuk Taeri. Aku jarang bisa seperti ini lagi. Tidak bolehkah aku bermanja-manja pada suamiku," jelasnya.
"Tidak ada salahnya. Tapi kenapa jadi iri pada putrimu sendiri. Dia itu juga putrimu," sahut Taehyung.
"Ya, aku melahirkan musuh perebut suamiku dari rahimku," gerutunya kesal.
Taehyung tersenyum gemas. Taeri memang tidak bisa jauh dari ayahnya. Padahal yang dia tau ayah Taehyung hanya ayah bohongannya, dia belum paham jika dirinya putri kandung Kim Taehyung.
"Baiklah, aku akan membagi waktu untuk kalian berdua. Tapi jika boleh jujur aku begitu sayang pada putriku, daripada ibunya," bisiknya sambil tersenyum menggoda.
Ha Seul seketika cemberut mendengar jawaban itu. Dia hanya ingin bermanja-manja saja bukan niat untuk serius. Dia tau jika putrinya yang sangat butuh figur ayah.
Satu kecupan hangat mendarat ke bibir Ha Seul yang merasa kesal, namun kecupan itu bisa mencairkan kembali suasana dengan senyum manis Ha Seul.
"Oppa yakin tidak merasa pusing? Aku tidak mau memaksa Oppa yang kurang enak badan," ucapnya dengan bahasa isyarat.
"Tidak. Oh ya, tentang pria tadi. Bersikaplah kau tidak pernah bertemu dengannya, apalagi dihadapan Ibu," ujar Taehyung.
Ha Seul mengangguk, mengiyakan apa yang Taehyung katakan. Dia melingkarkan tangannya pada leher Taehyung dan menatap suaminya lekat.
"Ada apa?" tanya Taehyung saat mata istrinya berkaca-kaca menatap dirinya.
Ha Seul memeluk erat dan bersembunyi pada lekuk leher Taehyung yang mengusap punggungnya pelan. "Aku mau kau terbiasa dengan ini semua," ujar Taehyung.
"Tentang kematian keluargaku. Bagaimana bisa keluargamu tau tentang itu? Bukankah Oppa bilang tidak ada campur tangan atas kematian keluargaku." Ha Seul menatap Taehyung dan bicara bahasa isyarat pada suaminya.
"Kau yakin ingin tau itu? Apa kau tidak akan merasa tertekan?" Pertanyaan Taehyung segera mendapatkan gelengan pelan dari Ha Seul. Dia ingin tau kebenaran yang Taehyung tau.
"Dari yang aku tau dan dapatkan informasi, sebenarnya mereka salah target. Dulu mereka pikir ayahmu yang menjadi penghianata, nyatanya mereka membunuh orang yang menyelamatkan mereka. Dan saat itu orang yang bertugas menghabisi keluargamu sudah di hukum, apa kau tidak ingat tentang itu?" tanya Taehyung. Trauma yang membuat Ha Seul lupa semuanya. Dia bahkan tidak ingat bagaimana wajah orang tuanya. Hanya bayangan yang tergambar, tanpa wajah yang jelas.
"Aku bahkan lupa dengan namaku setelah koma waktu itu," jelas Ha Seul.
"Tidak perlu di paksakan untuk mengingatnya jika itu akan membuatmu terluka. Aku akan buktikan jika kesalahan yang ayahmu lakukan tidak benar, dan ibu yang akan menanggung kesalahan itu," jelas Taehyung.
"Kenapa Oppa tidak pernah bercerita tentang ini?" tanya Ha Seul.
"Aku tau semua itu setelah kau pergi. Bagaimana aku bisa jelaskan," ujar Taehyung.
"Sekarang aku seorang diri. Hanya Oppa yang aku miliki. Itu sebabnya aku tidak peduli jika Tuan Suga mengancamku lagi. Dia yang ingin aku pergi dari Oppa, apalagi ibu Oppa," sahut Ha Seul.
Ha Seul memeluk erat tubuh Taehyung yang hanya diam. Dia ingat jika semua masalah datang dari keluarganya, dan itu yang tidak Taehyung sadari dari awal.
Taehyung membuat Ha Seul menatapnya. Mencium bibir sang istri dan melumatnya perlahan. Membawa tubuh istrinya lebih dekat lagi. Mereka menikmati setiap sentuhan yang mereka buat berdua, tak peduli jika mereka melakukan itu di basecamp Taehyung.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat mereka menghentikan kegiatan. Taehyung tidak membiarkan Ha Seul turun dari pangkuannya. Dia melihat Jimin masuk setelah mempersilakannya.
"Ada yang mencarimu di luar. Dia bilang sesuatu yang penting," ucap Jimin.
"Biarkan dia masuk," jawab Taehyung.
Ha Seul tampak malu duduk di pangkuan suaminya karena ada Jimin. Dia coba untuk turun dan berdiri di samping suaminya. "Kenapa kau terlihat malu-malu pada Jimin, santai saja," ujar Taehyung saat istrinya tersipu malu.
"Oh ya, apa latihan nanti sore tidak jadi?" tanya Jimin.
"Tidak. Dia merasa malu padamu. Biar aku yang mengajarinya nanti. Aku titip Taeri padamu. Apa dia sudah datang?" tanya Taehyung.
"Dia bersama J-Hope di rumah. Dia tidak mau pergi ke sini. Apa harus aku menjemputnya untuk datang?" tanya Jimin.
"Tidak perlu. Kenapa sayang?" Taehyung mengapai tangan Ha Seul dan menariknya lebih dekat. Dia fokus pada ponsel yang dia pegang.
"Bukankah ini nomor yang sama dengan yang mengirimkan video padaku." Ha Seul menunjukkan layar ponsel yang ada panggilan masuk.
Taehyung mengambil ponsel Ha Seul dan menjawabnya. "Ada apa kau terus mengganggu isteriku," ucap Taehyung saat sambungannya terhubung.
"Temui aku jika kau ingin lawan yang tepat," imbuh Taehyung. Dia menatap Ha Seul yang tampak takut.
"Tentu bisa. Apa yang tidak untukmu, Hyung. Datanglah ke Sirkuit malam ini, temui aku secara langsung, jangan kau terus meneror isteriku," timpa Taehyung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight (MAFIA-KTH)
Hayran KurguKetua genk Mafia yang jatuh cinta pada wanita tuna wicara. Tanpa memandang kekurangan itu, Ketua Genk Mafia itu dengan sangat tulus mencintanya, sayangnya, semua itu berantakan ketika wanitanya memilih mengakhiri hubungannya karena merasa dibohongi...
