"Apa alasanmu mengatakan hal yang tidak aku pernah lakukan pada kekasihku?" Taehyung mendatangi Black Angel dengan amarah yang tidak bisa tertahan lagi. Dia bahkan menghajar siapapun yang menghalangi.
"Kasihan gadis bisu itu jika kau terus dengannya. Apa kau lupa posisimu sekarang? Dia hanya akan celaka dekat dengan pria sepertimu. Malang benar nasibnya, bagaimana dia bisa mengenal dirimu yang dia anggap baik, padahal kau ini hanya seorang pembunuh yang begitu kejam," jawab seseorang yang memang memiliki hubungan dengan keluarga besar Taehyung.
"Tau apa kau tentang itu, bukankah kau merelakan istrimu untuk kedudukanmu," sahut Taehyung.
Dia hanya tersenyum, dia suka sekali membuat adiknya itu marah dengan apa yang dia lakukan. "Aku hanya melakukan perintah Paman saja. Jika kau ingin seseorang bertanggung jawab atas renggangnya hubunganmu, tanyakan pada ayahmu," jelas Suga, dia keponakan Ayah Taehyung yang juga pemimpin genk Mafia yang sekarang Taehyung yang jadi pemimpinnya.
"Aku pikir tidak sekali ini kau membuat ulah, dan menyebut Ayah yang menjadi dalang. Kau hanya ingin memuaskan dirimu atas apa yang aku alami. Sekarang kau puas?" Taehyung mencengkram baju Suga yang hanya tersenyum mendapatkan perlakuan dari Taehyung.
"Kau lupa siapa aku? Kau hanya akan babak belur saat kau mengancamku. Kau hanya harus merelakan wanita bisu mu itu, daripada dia berakhir sama seperti isteriku, saat ayahmu yang membuatnya pergi dariku. Kita impas sekarang," bisik Suga. Dia menang membuat hubungan adiknya hancur.
"Fokus dengan apa yang kau pimpin sekarang. Tidak ada yang mampu berada di posisimu sekarang, bahkan jika itu adik cupu mu itu," imbuhnya.
Suga hanya ingin Taehyung fokus, lebih baik berpisah daripada Ha Seul dibunuh oleh ayah Taehyung. Dia benar-benar tidak akan membiarkan siapapun menghalangi jalan bisnisnya, apalagi wanita yang ada di samping Taehyung.
Taehyung meluapkan kemarahannya dengan melakukan Boxing, meski itu tidak mengurangi kesedihannya, namun dia harus sadar dengan posisinya sekarang. Dia tidak bisa mundur, karena dia memiliki tujuan menjadi pemimpin genk Mafia kelas kakap.
Merelakan apa yang dia miliki, itu yang harus Taehyung lakukan sekarang, namun jika kebencian Ha Seul mengenai masalah keluarganya, Taehyung tidak terima itu. Dia tetap harus bertemu dengannya untuk mengatakan apa yang Suga katakan.
***
"Nona Cho sedang perjalanan untuk kembali ke kampungnya. Haruskah anak buah kita mencegahnya?" tanya J-Hope, orang kepercayaan Taehyung, dia yang menjadi kaki tangan Taehyung selama ini selain Jimin.
"Buat aku duduk di sampingnya saat perjalanan pulang menggunakan kereta," jawab Taehyung. Dia harus bertemu dengan Ha Seul, mau dia maki juga dia tidak peduli, yang pasti dia ingin bertemu dengannya.
Ha Seul masuk gerbong kereta dengan membawa tas berisi perlengkapannya. Dia mencari nomor tempat duduk yang tertulis di tiket yang dia pegang. Sampai dia tak fokus jika gerbong yang dia masuki tidak ada seorang pun selain orang suruhan Taehyung.
Saat dia menemukan tempat duduknya, dia dibuat terkejut dengan pria yang sudah duduk di bangku itu. Pria yang sangat dia kenal itu mengenakan kaca mata hitam saat menatap Ha Seul. Mengetahui Taehyung ada di hadapannya, dia berencana pergi sampai 2 anak buah tidak membiarkan dirinya pergi.
"Duduklah, aku perlu bicara padamu," ucap Taehyung.
Ha Seul menggeleng kepala pelan, tidak ada lagi yang perlu mereka bicarakan lagi pikirnya. "Duduklah," tegas Hoseok yang memang sedang berdiri di samping Ha Seul.
Taehyung mengisyaratkan agar tidak memperlakukan Ha Seul dengan kasar, dia tidak ingin kekasihnya itu semakin membenci. "Aku mohon, kereta juga sudah jalan. Kau tidak bisa turun sekarang," tutur Taehyung.
Ha Seul memilih untuk duduk, namun dia tidak menatap Taehyung sedikitpun. "Apa yang mereka katakan tentang diriku? Karena aku bersumpah jika apa yang mereka lakukan tidak ada hubungannya dengan keluargamu, aku malah--"
Taehyung menghentikan ucapannya saat Ha Seul menatap tajam. Sorot matanya sudah tampak berkaca-kaca. Dia sungguh kecewa pada Taehyung yang membohonginya.
"Apa hubungan kita 5 tahun ini tidak membuatmu percaya akan diriku? Aku tulus padamu," ujar Taehyung.
"Aku tidak menyangka jika kau pria seperti itu. Aku anggap kau baik, nyatanya kau membodohiku selama ini. Kau hanya mementingkan perasaanku saja, agar aku tidak bisa melihat dosamu," tutur Ha Seul. Dia mulai bicara dengan gerakan isyarat sambil menatap Taehyung.
"Aku bersumpah tidak membodohimu. Aku benar mencintaimu," jawab Taehyung. Dia langsung memegang tangan Ha Seul, berharap hubungan mereka tidak seperti ini. Dia bisa menyembunyikan hubungan ini 2 tahun belakang ini, dua yakin akan bisa menjaga Ha Seul.
"Kau pandai bicara," kata Ha Seul dengan bahasa isyaratnya.
"Dalam sekejap kau mempercayai apa yang mereka katakan, padahal tidak sebentar kau mengenalku. Maafkan aku jika masalah itu aku membohongimu, namun bukan berarti aku tidak tulus padamu," ucap Taehyung.
Ha Seul diam saat tangannya digapai Taehyung yang menatapnya. Tangannya terbalut perban karena terluka, dia tak peduli akan hal itu. Yang dia inginkan, Ha Seul memaafkan dirinya.
"Maafkan aku, ini semua memang kesalahan yang aku lakukan. Namun, aku bersumpah tidak ada ikut campurnya dengan masalah keluargamu, mereka hanya menjebakmu saja agar pergi dariku, aku mohon maafkan aku," ujar Taehyung.
Taehyung membuang harga dirinya untuk minta maaf pada Ha Seul, dia tidak bisa bersikap keras pada kekasihnya apalagi masalah yang dia dengar salah.
Ha Seul menarik paksa tangannya dari Taehyung. "Haruskah aku membuktikan dengan sesuatu agar kau mempercayaiku?" tanya Taehyung.
"Tidak perlu. Kebohonganmu membuatku yakin memang aku tidak bisa hidup bersamamu. Berhenti untuk menemuiku mulai dari sekarang, anggap hubungan kita selama ini tidak pernah terjadi. Dan--" Ha Seul menghentikan gerakan tangannya, dia tidak melanjutkan apa yang harusnya dia katakan.
"Aku membencimu!" Sorot mata Ha Seul terlihat jelas akan apa yang dikatakan dengan tegas.
"Kau menganggapku jahat saat kau tau setiap detail diriku. Percuma saja aku menjelaskan saat hatimu menganggapku salah. Kau bisa mempercayai apa yang kau dengar, walau itu tidak benar." Taehyung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan Ha Seul yang menangis di tempat yang sama. Hatinya begitu sakit mengatakan hal itu, tapi dia tetap tidak bisa kembali pada Taehyung karena satu hal, salah satunya karena Taehyung pemimpin genk mafia yang berpengaruh di Asia.
"Maafkan aku," batin Ha Seul. Hatinya berat untuk mengatakan dirinya membenci Taehyung, saat apa yang dia punya diberikan pada Taehyung, bahkan hubungan mereka bukan tentang perasaan, tapi juga kepuasan dia atas ranjang. Itu sebabnya mereka hidup bersama, namun jika dipikir lagi, apa untungnya Ha Seul dekat dengan Taehyung, saat dia akan terus ingat tentang masalah yang menimpah keluarganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight (MAFIA-KTH)
Fiksi PenggemarKetua genk Mafia yang jatuh cinta pada wanita tuna wicara. Tanpa memandang kekurangan itu, Ketua Genk Mafia itu dengan sangat tulus mencintanya, sayangnya, semua itu berantakan ketika wanitanya memilih mengakhiri hubungannya karena merasa dibohongi...
