"Dia bilang hutang untuk apa yang Jungkook lakukan? Apa aku tidak salah dengar? Dia ini adiknya, bagaimana dia bilang berhutang atas apa yang dia miliki juga milik Jungkook.
"Saya hanya menyampaikan apa yang Tuan katakan. Kalau begitu saya permisi," ucap J-Hope. Tidak hanya itu, dia tidak pergi begitu saja. Apa yang Taehyung miliki di sana seperti mobil kesayangan yang berjejer di garasi rumahnya anak buahnya bawa. Dia benar-benar ingin lepas tangan dari tanggung jawabnya untuk ibu tirinya.
Taehyung membiarkan rumahnya ditemnpati oleh ibu tirinya itu, dia tidak akan ambil itu. Tapi untuk isi rumahnya dia ambil. Dia hanya ingin tau, apa Gyeong masih ingin tetap menekan Taehyung saat dia tidak lagi mendapat apa yang biasa Taehyung berikan padanya.
"Dia bahkan memblokir kartu kreditku," ujar Gyeong dengan kesal. Dia salah untuk menantang Taehyung. Bagaimanapun dia juga membutuhkan Taehyung untuk kehidupannya.
"Apa dia kira hanya dia sumber keuangan yang aku miliki. Dia begitu percaya diri untuk itu. Dia berani menantangku, dia akan mendapatkan apa yang akan membuatnya menyesal. Culik putrinya saat dengan cara kemarin tidak berhasil," ucap Gyeong. Dia memang gila. Hanya untuk mendapatkan apa yang dia mau, dia menghalalkan segala cara.
Keluarganya sendiri yang menjadi lawan untuk Taehyung. Dia tetap berusaha untuk tenang sampai mana mereka ingin menyudutkan dia. Segala cara akan Gyeong lakukan agar Taehyung tunduk padanya.
***
Dengan pengawalan yang ketat, mereka mengantarkan Taeri untuk pergi ke sekolah. Hal yang selalu menjadi pusat perhatian saat beberapa mobil yang mengikuti Sportcar milik Taehyung untuk mengantarkan putrinya.
"Ayah, tidak bisakah mereka tidak ikut. Teman Taeri takut, saat diantar mereka," gerutunya dengan kepala tertunduk.
"Baiklah, nanti pulang sekolah biar Ayah sendiri yang jemput," jawab Taehyung.
"Terima kasih, Ayah." Taeri tersenyum dan mencium pipi ayahnya sebelum dia berjalan masuk ke kelas. Dibantu guru yang menunggunya di depan kelas.
Mengenakan kacamata dan Jas hitam dengan kemeja hitam dan 2 kancing dibuka membuat Taehyung terlihat begitu tampan. Dia selalu menjadi pusat perhatian para wanita, meski merasa risih, tapi dia tidak peduli apalagi tergoda dengan wanita yang coba menggodanya.
Setelah mengatarkan Taeri, dia kemudian pergi ke Basecamp yang sekarang akan menjadi rumah kedua mereka. Kalau biasanya rumah yang Gyeong tempati menjadi markas, sekarang tidak lagi. Vibes mafia terlihat nyata saat Taehyung sampai. Mereka yang ada di sana menundukkan kepala hormat karena Taehyung datang.
"Tuan Nam ada di dalam menunggu Anda," ucap salah satu anak buahnya.
"Ada apa dia kemari? Apa Ibu ingin membayar hutangnya?" Taehyung berjalan masuk ke ruangannya. Tampak di sana sudah ada pengacara Gyeong yang datang.
"Selamat pagi, Tuan. Saya--"
"Jika ini urusan apa yang sudah aku tarik, aku tidak ingin membahasnya. Sebaiknya Anda pergi," sahut Taehyung. Dia duduk di kursi kerjanya dan menyalakan rokok yang ada di atas meja kerjanya.
"Tapi, Tuan. Dalam surat wasiat Tuan Seokjin. Anda harus memberikan apa yang menjadi kebutuhan ibu dan adik Anda," jelasnya.
"Apa kerusakan dan juga kerugian yang mereka buat termasuk dari surat wasiat itu? Mereka menjadikan diriku penghasil uang mereka yang tinggal menikmati saja tanpa bekerja. Apa seperti itu? Yang aku pahami dari surat wasiat itu, aku menjadi pewaris pertama atas semua aset yang ayah miliki. Saat mereka merugikan, aku bisa mencoret dari hak waris. Haruskah aku mengusirnya juga dari rumah ayah?" Taehyung bersikap keras pada mereka karena kesalahan mereka juga.
"Percuma saja membahas ini karena, apa yang mereka lakukan akan membuat mereka menderita juga. Padahal hanya diam dan menikmati hasil tanpa susah payah cukup untuk mereka. Katakan pada tuanmu, apa yang aku lakukan akan berhenti saat mereka menjaga sikap. Jika mereka teguh pada pendiriannya, pastikan untuk pergi dari rumah itu. Sebaiknya Anda pergi, aku ada urusan," imbuh Taehyung yang tetap pada pendiriannya.
Pengacara Gyeong tidak mendapatkan hasil atas apa yang dia minta. Dia harus mengurungkan niatnya baru Taehyung bermurah hati untuk mengembalikan apa yang menjadi hak mereka.
Setelah pengacara itu pergi, seperti biasa Taehyung melakukan pekerjaannya. Mengurus bisnis legal yang dia miliki menjadi rutinitas di balik gembong mafia yang dia rintis. Untungnya usaha legal miliknya berhasil, itu Taehyung jadikan topeng untuk menutupi bisnis ilegal yang dijalankan.
"Aku harus menjemput putriku. Kalian tidak perlu mengikutiku. Dia merasa tidak nyaman untuk itu," ucap Taehyung pada J-Hope yang membukakan pintu mobil untuknya.
"Kau yakin tidak apa-apa?" tanya J-Hope.
"Aku bisa menjaganya. Bukankah di sana juga ada anak buahmu, buat mereka mundur." Setelahnya Taehyung masuk dan tak lama melajukan mobilnya meninggalkan basecamp mereka.
Tepat waktu saat Taehyung sampai di depan sekolah Taeri. Dia segera masuk dan menjemput putrinya. Guru di sekolah Taeri tak membiarkan muridnya keluar kelas sebelum wali muridnya menjemput.
"Ayah!" Taeri berlari dan memeluk erat tubuh ayahnya. Dia tampak bahagia melihat sang ayah menjemput.
"Apa hari ini menyenangkan? Teman gadis ayah tidak lagi takut?" tanya Taehyung. Dia membawa putrinya dalam gendongan.
"Ya, kata mereka. Ayah sangat tampan," jawabnya dengan senyum yang bikin candu.
"Benarkah? Oh ya, kita membelikan sesuatu untuk Ibu sebelum pulang. Bukankah hari ini mau ke acara makan malam bersama Ibu," ucap Taehyung.
"Benar juga. Ayah Taeri ingin gaun yang sama seperti Ibu," sahutnya antuasias. Rencananya malam ini mereka ada acara makan malam bersama. Acara sederhana saja, dan Taeri bilang dirinya suka pesta. Akan ada kembang api, katanya.
Mereka kemudian pergi membeli sesuatu untuk Ha Seul sebelum pulang. Dan mengambil gaun pesta yang sudah mereka pesan. Taehyung mengandeng tangan Taeri keluar dari toko Cake yang Taeri minta saat melintas dari Butik.
"Ayah, tas Taeri tertinggal di Butik tadi," ucap Taeri.
"Bukankah tadi di mobil, Nak," sahut snag ayah.
"Tidak. Tas berisi stiker Taeri di sana. Bisa kita kembali Ayah?" tanya Taeri dengan wajah melas agar ayahnya tidak marah.
"Baiklah, kita ambil." Kembali Taehyung menggandeng Taeri untuk berjalan ke Butik itu. Menanyakan apa benar ada tas yang Taeri cari pada penjaga Butik, namun tas itu tidak ada.
Mereka kemudian mencari di Toko Cake yang tak jauh dari Butik itu. Namun, saat akan masuk seseorang menyenggol Taehyung, membuat genggaman tangannya pada Taeri terlepas.
"Ayah!!" Teriak Taeri saat seseorang menggendongnya dan membawanya lari dari sang ayah yang masih membantu barang orang itu yang jatuh.
Taehyung segera mengejar orang yang membawa Taeri yang menangis ketakutan sambil memanggil nama ayahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight (MAFIA-KTH)
FanfictionKetua genk Mafia yang jatuh cinta pada wanita tuna wicara. Tanpa memandang kekurangan itu, Ketua Genk Mafia itu dengan sangat tulus mencintanya, sayangnya, semua itu berantakan ketika wanitanya memilih mengakhiri hubungannya karena merasa dibohongi...
