Seseorang berjalan ke ruangan Taehyung berada dengan santainya. Melihat di depan ruang rawat ada 2 orang pengawal dan juga Jimin yang sedang bermain ponsel. Dia harus masuk, tapi tidak mungkin Jimin membiarkannya masuk saat tidak ada alasan apapun, apalagi hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja.
Dengan bantuan seorang perawat, dia memanggil Jimin agar bisa pergi dari sana, meninggalkan mereka berdua yang sedang berdiri di depan pintu. Jam sudah terlalu malam saat dia datang, namun tak mengurangi niatnya untuk menemui Taehyung.
Setelah berhasil masuk dengan cara mengelabuhi 2 pengawal yang ada di depan ruangan, dia masuk dan melihat Taehyung yang sedang terlelap di brankar rumah sakit. Perlahan langkah kakinya mengarah pada Taehyung. Di melihat, tak jauh di samping Taehyung ada Ha Seul yang terlelap. Dia bahkan tidak sadar saat dia masuk karena tidur dengan nyenyaknya.
"Kau tau aku datang. Buka matamu," bisiknya pada Taehyung yang langsung menatapnya.
"Jangan coba mencelakainya, ini bukan tentang dia, tapi aku," jawab Taehyung.
"Memang tentang dirimu. Bisakah aku membunuhmu sekarang, tapi apa akan seru jika melihatnya menyerah begitu saja. Padahal kenapa kau bersikeras dengan keputusanmu saat dengan mudah kau bisa memberikan apa yang ibumu mau. Kau bahkan mencabut fasilitas yang harusnya ibumu dapatkan," tuturnya.
"Jika aku boleh katakan. Cari lawan yang sepadan dengan kalian. Saat kalian terus menekannya, semakin aku beersemangat untuk membuar kalian hancur. Kau tau bagaimana aku bekerja, jangan karena kau ini budak Ibu, lantas kau merelakan dirimu. Bukankah kau sama dengan istrimu, yang hanya bisa menjadi budak Ayah, Suga Hyung," jelas Taehyung.
Suga datang setelah mengagalkan pertemuan mereka di sirkuit tadi. Dia memilih datang untuk bicara pada Taehyung, daripada harus beradu di lintasan, karena dia yakin tidak akan bisa mengalahkan Taehyung.
"Cukup berbaring saja. Bukankah kau harus banyak istirahat." Suga menyuntikkan sesuatu pada Taehyung yang tidak bisa bergerak karena tubuhnya yang lemah.
"Apa yang kau masukkan?" tanya Taehyung.
"Bukan apa-apa. Hanya obat agar kau tetap sehat. Bukankah kau harus menjalankan usaha ayahmu, jika kau tumbang siapa yang akan menjalankannya. Kau tau Jungkook tidak akan becus mengurus ini semua," sahut Suga dengan tubuh lebih dekat dengan Taehyung.
"Apa kau sudah tak ingin menduduki posisi ini, Hyung? Akan sangat bagus jika aku mati, kau bisa memiliki ini semua," balas Taehyung.
"Tidak sekarang. Kau hanya akan menghancurkan ku saat ini. Akan percuma saja, tapi sekeras apa kau berusaha melindungi wanitamu itu, aku akan tetap ingin kalian berpisah. Aku jijik melihat kalian bahagia saat ayahmu merenggut kebahagianku," bisik Suga.
"Bukankah itu salah Ayah. Kenapa kau melampiaskan kekesalanmu padaku? Aku tidak ikut campur, apalagi Ha Seul. Salah apa dia padamu," tegas Taehyung.
"Memang tidak ada. Hanya saja akan seru jika melihatmu tersiksa saat wanitamu itu menderita. Haruskah aku membawanya sekarang agar Jungkook senang bisa mendapatkan wanita pujaannya. Asal kau tau, dia begitu cinta pada isterimu itu. Senang melihat kalian berebut wanita cacat itu," ujar Suga.
"Aku—" Taehyung terpejam sejenak saat pendangannya mulai kabur. Dia menahan agar kesadarannya tetap terjaga agar Suga tidak mencelakai Ha Seul yang ada di ruangan itu bersamanya.
"Apa efek obat itu mulai kau rasakan? Kau tidak takut aku membawanya pergi saat kau terlelap." Suga berusaha membuat Taehyung marah saat tubuhnya tidak sanggup untuk bangun. Rasa kantuk mengusai dirinya, sangat berat untuk bertahan tetap membuka mata.
"Jangan ... coba-coba, kau ..." Taehyung coba menggapai tombol darurar di sampingnya, namun Suga tidak membiarkan itu. Dia malah tertawa puas saat melihat Taehyung menderita.
Jika dia bisa masuk dengan bebas, itu artinya Jimin tidak ada di luar. Dia tidak bisa melakukan apapun sekarang karena efek obat yang Suga suntikkan.
Taehyung melihat Suga yang lebih dekat dengan Ha Seul yang tertidur pulas. Dia hanya bisa menatapanya, tidak bisa untuk mencegah Suga yang semakin dekat dengan Ha Seul. Di tangannya ada senjata yang dia arahkan pads Ha Seul.
Taehyung meras kesal, karena untuk berteriak saja dia tidak sanggup apalagi turun dari brankar, akan tetapi dia tetap coba untuk bangun. Tak peduli jika tubuhnya begitu lemah. Dia juga mencabut alat medis yang ada ditubuhnya. Berusaha untuk turun dari brankar, namun yang terjadi dia malah jatuh dan menbuat Ha Seul terbangun karena suara benda jatuh.
Suga segera mendekap Ha Seul. Menodongkan senjata pada kepala isteri Taehyung. "Lepaskan dia!" tegasnya. Dia masih berjuang untuk bertahan agar tidak jatuh. Dia sampai mengesot karena tubuhnya yang terasa lemas.
"Ayolah, kenapa kau seperti itu. Kau itu terkenal sadis saat melawan targetmu. Kenapa hanya karena wanita kau seperti ini." Bukannya melepaskan Ha Seul, dia malah mengejek Taehyung.
Ha Seul menatap suaminya dengan berderai air mata. Ingin dia berteriak, namun dia tidak bisa. Suaranya hanya berhenti di tenggorokan saja. Dia tidak bisa berteriak.
Dengan nafas memburu dan juga batuk yang mengganggunya, Taehyung coba untuk berdiri dan menarik lengan Ha Seul. "Tembak itu padaku, tidak dengannya. Dia tidak bersalah," sahut Taehyung.
"Kau sendiri yang bilang cari lawan yang tepat. Aku pikir kau bukan lawan yang tepat, lihatlah dirimu. Kau itu lemah sekali. Akh!!" Teriak Suga saat Taehyung menancapkan pisau buah yang sengaja dia jatuhkan dan dia pegang tanpa Suga sadari pada bahunya.
Teriakan Suga membuat orang yang ada di luar segera masuk. Hal yang membuat mereka terkejut saat melihat Taehyung kembali terjatuh. Namun, kali ini Ha Seul memeganginya. Suga yang kesakitan karena Taehyung segera pergi. Dia coba melawan 2 pengawal Taehyung dan juga Jimin yang coba mengejarnya.
Ha Seul coba membuat Taehyung tetap sadar, namun kesadaran Taehyung perlahan hilang dan dia terlelap dalam pangkuan Ha Seul setelah memastikan ada yang akan membantu istrinya.
"Obat tidur dosis tinggi yang dia berikan pada pasien, tapi saya sudah bantu untuk menetralkannya. Semoga besok pagi Tuan Taehyung bisa sadarkan diri," jelas Dokter pada Ha Seul yang menatap khawatir. Dia pikir Suga memberinya racun, tapi tetap saja jika dosis yang diberikan berlebihan, sama artinya Suga membunuh Taehyung.
Saat dirinya sudah diambang kesadaran yang tidak sepeunuhnya, namun otaknya bisa bekerja untuk melawan Suga. Saat dia sendiri tidak bisa berteriak. Dia membuat Suga yang berteriak karena tusukannya di bahu.
"Maafkan aku, harusnya aku tidak meninggalkanmu lama," ucap Jimin. Dia tidak berhasil membawa Suga.
"Aku baik-baik saja. Bodohnya aku tidak mengetahui Tuan Suga datang," jelas Ha Seul dengan menunjukkan ponselnya pada Jimin.
"Dia pasti akan membunuhku nanti saat sadar," sahut Jimin sambil menatap Taehyung yang memejamkan mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight (MAFIA-KTH)
FanfictionKetua genk Mafia yang jatuh cinta pada wanita tuna wicara. Tanpa memandang kekurangan itu, Ketua Genk Mafia itu dengan sangat tulus mencintanya, sayangnya, semua itu berantakan ketika wanitanya memilih mengakhiri hubungannya karena merasa dibohongi...
