Wajahnya pucat menandakan dia sedang tidak baik saja, namun setelah bangun dari tidurnya pria dengan paras tampan itu berusaha untuk membujuk gadis kecil yang tidak mau bicara padanya. Segala cara dia lakukan untuk membujuknya, namun selalu gagal.
Semalaman dia mabuk, dan saat sadar, orang pertama yang dia cari Taeri, putri semata wayangnya. Mereka masih di apartemen Jimin karena Taeri tidak mau pulang ke rumah Taehyung.
"Ayolah, Nak. Kita pulang," bujuk Taehyung dengan nada bicara lemah lembut.
"Tidak mau. Aku mau pulang ke rumah lama saja. Ibu, ayo pulang." Taeri menarik baju ibunya, berharap dia mengajaknya pulang sekarang. Dia bahkan bersembunyi di balik tubuh ibunya.
"Biarkan kita pulang beberapa hari saja, nanti aku akan membujuknya," jelas Ha Seul dengan bahasa isyarat.
Taehyung menghela nafas, ini kesalahannya memang, jadi dia tidak bisa bersikap kasar pada putrinya. "Tapi, kalian--" Taeri menatap sang ayah saat jawaban dari ayahnya akan menolak permintaannya. Matanya sudah berkaca-kaca menatap sang ayah.
Hati Taehyung sakit melihat anaknya saja takut padanya. Bisa apa dia saat pulang menjadi kemauan putrinya. Dia akan terus menangis jika tidak ditiruti. Sejak pagi dia sudah menagih untuk pulang pada Jimin, namun belum dia turuti karena Taehyung belum bangun untuk mengatakan boleh atau tidak.
"Aku tidak mau ada mereka. Aku mau diantar Paman J-Hope saja. Tidak dengan mereka. Paman Jimin hanya berbohong," ucapnya.
Akan sulit untuk Taehyung melindungi mereka saat tidak ada pengawal yang pulang bersama mereka. Apalagi Taeri tidak mau ayahnya yang mengantar.
"Tetap jaga mereka. Otakku tidak bisa berpikir dengan benar. Aku tidak bisa meluapkan emosiku dihadapannya," ujar Taehyung.
"Lebih baik tenangkan dirimu," balas Jimin.
"Aku ikuti dengan mobil yang berbeda," sahut Taehyung sambil berjalan pergi. Dia tetap tidak tega untuk membiarkan istri dan putrinya pergi.
Taehyung dengan mobilnya mengikuti mobil yang membawa anak dan istrinya. Dia mengendarai bersama Jimin yang duduk di sampingnya. Ada juga mobil anak buah Taehyung yang tak jauh dari mereka.
"Berapa mobil yang ikut bersama kita?" tanya J-Hope dari sambungan telepon. Dia menghubungi Jimin untuk bertanya.
"Mobil Tuan dan satu mobil pengawal," jelas Jimin.
"Kau yakin? Aku pikir mobil Sedan hitam itu mengikuti kita sejak dari apartemenmu. Siapa mereka?" Jimin dan Taehyung yang mendengar itu segera memastikan apa yang dikatakan J-Hope benar atau tidak.
Benar saja, mobil itu melaju mendahuli mobil depannya dan juga Taehyung. "Kejar mobil itu," ujar Taehyung pada mobil belakangnya selalui sambungan telepon.
Diikuti Taehyung yang melajukan mobilnya dengan kencang, dia mengekor di mana mobil Sedan hitam itu coba mendahului mobil J-Hope. Dia bahkan menabrak sisi samping mobil J-Hope hingga mobilnya oleng ke samping, untung J-Hope bisa mengendalikan laju mobilnya tidak sampai terbalik.
Taehyung tak ingin diam. Dia juga menabrak bagian belakang mobil itu diikut mobil anak buahnya yang menghimpit mobil itu agar tidak lolos dari mereka.
"Pegang kemudi," pinta Taehyung saat dia coba untuk menembak mobil Sedan hitam itu.
Namun, percobaan pertamanya gagal dia lakukan. Terjadi pengejaran antar 4 mobil di jalan raya, untung jalanan tidak ramai, akan bahaya jika ada pengguna jalan lain.
"Bisa buat aku pindah ke mobilmu?" tanya Taehyung pada J-Hope yang ada di depannya dan mobil sedang itu ada di sisi kiri mobil J-Hope.
"Itu akan sulit karena mereka berusaha untuk menabrakku lagi. Singkirkan dia dulu," pinta J-Hope.
Taehyung mengiyakan apa yang J-Hope katakan. Dengan bantuan mobil lainnya, mobil Sedan itu dibuat mundur sebelum Taehyung pindah ke mobil J-Hope.
"Kau siap?" tanyanya pada Jimin yang sudah memegang kemudi.
"Jika kau gagal, kau akan terjatuh," ucap Jimin.
"Lebih dekat agar aku bisa masuk." Mobil mereka sejajar dengan kecepatan yang sama. Waktunya tidak lama karena ada tikungan tajam di depan. Taehyung harus segera masuk melalui jendela mobil J-Hope.
Dengan sangat hati-hati tapi juga harus cepat, Taehyung meloncat ke atas mobil sebelum dia masuk. Jika dia bisa di atas mobil, dia bisa membuka pintu mobilnya. Dia coba melompat dan berhasil. Sayangnya mobil Sedan hitam itu menembakinya. Taehyung harus segera masuk sebelum mereka tepat sasaran mengenai dirinya.
"Akh!" Satu tembakan mengenai lengan kirinya saat dia berhasil masuk ke bangku samping kemudi di sisi kanan. Terlihat di belakang Ha Seul memeluk erat tubuh Taeri yang ketakutan. Tanpa peduli lengannya tergores karena luka tembak.
"Kau tertembak," ucap J-Hope saat melihat lengan kanannya berdarah.
"Biar aku yang mengemudi," sahut Taehyung tanpa ingin peduli apa yang J-Hope katakan. Dia harus bisa lolos dari kejaran mobil Sedan hitam itu.
Setelah berhasil duduk di kemudi, Taehyung menginjak gas dan coba untuk kabur dari kejaran mobil sedan hitam dengan bantuan Jimin dan anak buahnya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Taehyung sambil melihat dari spion kecil di depannya Ha Seul yang mengangguk menjawab pertanyaannya.
Dia harus berhasil lolos, namun ada 2 mobil yang sama ikut mengejar Taehyung yang lebih depan beberapa meter. Mobil yang Taehyung bawa meliuk ke kanan dan kiri melewati beberapa mobil di depannya. Dia tidak boleh sampai tertangkap mereka.
"Pasang sabuk pengaman kalian." Taehyung memiliki rencana agar mereka bisa lolos dengan cara melawan laju mobilnya berlawanan dengan lawannya.
Dengan sekali banting setir ke kanan, Taehyung membuat mobil itu ke arah sebaliknya dengan harus hati-hati karena dengan kecepatan seperti itu jika ada yang menabraknya akan habis karena terpental.
Taehyung berhasil di jalur yang berbeda dengan mereka. Dan saat mereka ingin mengikuti, lampu merah menyalah walau lolos satu mobil yang mengikuti mereka. Mobil Jimin dan anak buahnya menghentikan 2 mobil itu dan membuat penumpangnya keluar. Masih ada satu mobil yang mengikuti Taehyung sekarang, dia beberapa kali menembaki mobil yang Taehyung kendarai.
"Akh!" teriak Ha Seul saat peluru hampir mengenai dirinya.
Taehyung melihat istrinya lagi dan coba untuk membuat mobil itu tidak mengejarnya lagi. "Pegangan!" teriak Taehyung. Dia melihat mobil Jimin di belakangnya.
Taehyung kembali memutar balik mobilnya saat merasa lebih jauh dari mobil yang mengejarnya dan mengarahkan senjata yang dia bawa ke arah pengemudi mobil itu.
Dengan satu bidikan Taehyung berhasil menembak pengemudi mobil itu melalui jendela mobilnya. Dengan arah mobil berlawanan dari mobil yang mengejarnya.
Mobil itu terus melaju kencang walau pengemudi itu sudah tertembak. Membuat mobilnya mengarah dan menabrak mobil Taehyung yang melaju tidak begitu kencang.
Mobil itu terpanting dan melewati mobil Taehyung yang berputar karena tabrakan dari mobil itu dengan keras. Taehyung yang memang melepas sabuk pengamannya terpanting ke kanan dan kiri mengikuti mobil. Sampai mobil itu terhenti di pembatas jalan tepat di sisi kana di mana Taehyung berada.
Penumpang mobil Taehyung tampak merintih kesakitan, begitu juga Taehyung yang terluka diwajah dan tubuhnya. Dia melihat belakang dan coba membangunkan Ha Seul dan Taeri.
"Sayang, bangunlah," ucap Taehyung sambil berusaha untuk membuka pengaman yang mereka kenakan. Taeri berada dalam dekapan sang ibu. Dia menangis melihat ayahnya terluka parah, namun masih ingin membantu keluar dari mobil.
"Akh ..." Taehyung memuntahkan darah segar karena benturan keras di dadanya.
"Tuan, biar aku," ucap J-Hope yang juga terluka walau tidak begitu parah karena menggunakan sabuk pengaman.
"Biar aku membawanya keluar. Bawa Taeri," ujar Taehyung saat Ha Seul yang tak kunjung bangun saat Taehyung coba membawanya keluar mobil.
"Ayah!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight (MAFIA-KTH)
FanfictionKetua genk Mafia yang jatuh cinta pada wanita tuna wicara. Tanpa memandang kekurangan itu, Ketua Genk Mafia itu dengan sangat tulus mencintanya, sayangnya, semua itu berantakan ketika wanitanya memilih mengakhiri hubungannya karena merasa dibohongi...
