7

551 51 1
                                        

"BIU!!!! Astaga kau kemana saja!" marah Baylee ketika melihat Biu, ia segera menghampiri Biu kemudian memeluknya.

Sementara Biu yang mendapatkan pelukan mendadak sempat terkejut, namun setelahnya ia mengelus punggung yang kini memeluknya dengan erat. Biu memahami kekhawatiran kakaknya ini.

"Maaf kak Baylee, Biu salah, Biu ngak sempat ngabarin kalian"

Baylee melepaskan pelukannya. Memegang bahu Biu dan menatapnya intens. "Kau kemana saja Biu?! Kami dari tadi mencarimu, kami takut kamu diculik"

"Hehe ngak lah kak, masak aku di culik" ujar Biu yang ahirnya menjelaskan semuanya.

"Lain kali kabari kami dahulu Biu, kami benar-benar khawatir ketika kamu tidak segera kembali dari toilet" ujar Dixon.

"Maaf Abang Dixon.." ujar Biu kemudian memeluknya, ia tahu abangnya ini hanya mencoba untuk memendam kemarahannya.

Cukup lama Biu memeluk Dixon, setelah dirasa kemarahan abangnya sudah reda ahirnya ia melepas pelukannya. Tatapan Biu tertuju ke arah Apolius, Biu sudah mengangkat tangannya untuk memeluk Apolius namun sebelum itu Baylee sudah menyerobotnya.

"Kamu cukup meminta maaf pada Apolius, tidak perlu kau beri pelukan juga!" ujar Baylee sambil melepas pelukannya pada Biu.

"Maaf ya kak Apolius.."

"Jangan diulangi lagi ya Biuniel, Baylee dan Dixon, benar-benar menghawatirkan mu. Kamu juga baru disini, kami takut kamu hilang"

"Iya kak Apolius, sekali lagi aku minta maaf kepada kalian semua..." menyesal Biu. "Oh iya.. ini.." ujar Biu memberikan amplop coklat yang di berikan oleh staff tadi.

"Apa itu.."

"Kayaknya si uang kak, belum ku buka si, tapi uang deh.."

"Kau benar-benar bekerja Biu?" seru Apolius.

"Aku niatnya bantu, eh sebelum liftnya nutup dikasih ini, ini kak Baylee bawa aja, lumayan kan buat pengganti penghasilan kita selama ngak buka toko hehehehe"

"Kau ini, hihhh gemas sekali aku denganmu Biu. Aku benar-benar takut kau diculik tau. Lihat lah beberapa orang mencuri-curi pandang padamu" ujar Baylee

"Ya benar! Meski kau menggunakan kemeja panjang, semua orang masih mencuri-curi untuk melihat mu Biuniel"

"Kulit dan matamu benar-benar menarik banyak lalat Biu. Ini pakailah topi ini, agar kau tidak terlalu mencolok" ujar Dixon menambahi ucapan Baylee.

"Hehehe maaf kak Baylee, kak Apolius dan Abang Dixon lain kali aku pakai karung deh biar ngak keliatan orang-orang"

"Kau!! Ihhh...." ujar Baylee sambil mencubit pipi Biu hingga kemerahan.

"Baylee...." tegur Dixon.

Sebenernya Apolius juga sangat ingin mencubit pipi Biu, namun ia takut dengan Dixon, hingga dia harus menahan kegemasannya pada Biu.

"Aishhh kakak mahh, sakit tauuu!!" protes Biu.

"Yasudah, kalau gitu kita akan kemana lagi? Kelantai bawah yuk, kita belanja, siapa tahu ada beberapa barang yang ingin kalian beli"

"Ayok!! Aku mau belanja kak Apolius.." seru rumah Biu.

"Iyaa, yasudah ayo kita ke bawah.."

Mereka berempat pun ahirnya kebawah untuk belanja beberapa barang.

---------

Setelah cukup puas berbelanja, mereka ahirnya pulang. Besoknya Dixon, Baylee dan Biu memutuskan pulang ke Laquil. Mereka diantar oleh Apolius.

SchlafenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang