32

444 41 0
                                        

Pagi ini Biu berangkat ke Nexus untuk mengirimkan pesanan bunga pelanggan. Awalnya Dixon ingin menemani Biu, namun Biu menolak, dengan sedikit rayuan ahirnya Dixon dan Baylee mengizinkan Biu pergi sendiri.

Bukan tanpa sebab Biu kekeh untuk berangkat sendiri ke Nexus, selain ingin mengantarkan pesanan bunga, Biu juga akan bertemu dengan seseorang di Nexus.

----------

Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya Biu tiba di tempat pelanggan yang memesan bunga, Biu menyerahkan pesanan tersebut dan setelahnya ia pergi ke salah satu cafe yang telah di sepakati nya dengan seseorang.

"Kau telat!"

"Maaf! Ada perlu apa kau mengajakku bertemu?!"

"Duduklah!"

Tanpa menjawab ucapan orang di depannya, Biu segera duduk di kursi dihadapan orang tersebut.

"Langsung saja! Jauhi Wicha! Wicha milikku!"

Biu tersenyum sinis "Sejak kapan?!"

"Apa maksudmu!!"

"Sejak kapan Wicha milikmu?!" dingin Biu.

"KAU!!!" geram Teressa menunjuk wajah Biu. "Kau hanya orang miskin! Kau tidak pantas dengan Wicha. Kau sudah menggaet Levin dan sekarang kau mengincar Wicha?! Levelmu tidak sama dengan Wicha maupun Levin. Tidak tahu diri!!"

"Wicha yang menyukaiku lagipula jika bisa aku memiliki keduanya kenapa aku harus memilih satu?"

"Ohh Hahaha begini rupanya sifat aslimu?!" sinis Teressa.

"Sifatku tergantung pada sifat orang yang memperlakukan ku!" tatap tajam Biu pada Teressa.

"Dasar Jalang!! Hahaha Aku akan mengatakan semua nya pada Levin bahwa kau telah mengincar pacarku! Levin akan segera membuang mu, Sialan!"

"Katakan saja! Jika perlu dan jika mampu jadikan saja Levin milikmu. Tentu, jika kau bisa? Levin sangat mencintai dan menyayangi ku, pasti tidak masalah jika aku juga memiliki Wicha!"

BRAKK "JALANG SIALAN!!! HENRIK!!" Teressa berteriak kesetanan, ia segera memanggil orang suruhannya.

Seketika itu juga ada 10 orang berbadan cukup besar dan seluruh badannya dipenuhi oleh tato tiba-tiba saja masuk ke dalam cafe itu.

"Sialan!" batin Biu, melihat orang-orang milik Teressa.

Biu masih berada di tempat duduknya, ia terlihat sangat tenang. "Kau membawa kawan?! Hahahaha, hanya menghadapi jalang seperti ku, kau membawa kawanmu?!"

"TUTUP MULUTMU JALANG SIALAN!!! SEBENTAR LAGI KAU AKAN MENDERITA DAN MATI!!! LAKUKAN SESUAI RENCANA!!" perintah Teressa kemudian ia berlalu.

Seketika Teressa pergi, orang-orang itu langsung mendekati Biu. Salah seorang mencoba menyentuh bahu Biu, namun sebelum orang itu menyentuhnya, Biu langsung menangkap tangan itu dan langsung memelintirnya.

Melihat pergerakan Biu, yang lain langsung mendekat dan langsung menyerang Biu.

Bugh

Bugh

Bugh

Orang-orang itu terus menyerang Biu dan Biu mencoba untuk menangkisnya, cukup lama pertarungan mereka, beberapa kali Biu juga mendapat pukulan di beberapa bagian tubuhnya. Meski tubuh Biu tergolong kecil namun Biu mampu menumbangkan beberapa orang itu.

Namun semakin lama, kekuatan Biu juga semakin berkurang.

BUGH

Pukulan telak di dapatkan Biu di pipinya, Biu tersungkur dan limbung, melihat keadaan Biu, seketika orang yang memukul Biu, menyuntikkan cairan ke tangan Biu.

SchlafenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang