11

527 54 1
                                        

Belum sempat Levin menjawab pertanyaan anak kecil tadi. Kedua orang tua Biu sudah lebih dulu menyapa mereka.

Mereka, khususnya Apolius, Baylee dan Dixon lagi-lagi terkesima dengan visual wajah orang tua Biu. Ayah Biu hampir sama seperti Biu dan Levin, memiliki mata berwarna biru, tinggi dan terlihat maskulin sama seperti Levin. Bunda Biu memiliki bola mata berwarna coklat lembut, wajahnya sangat cantik ukuran tubuhnya sama seperti Biu. Ia nampak seperti nyonya yang sangat bermartabat namun tatapannya sangat lembut.

"Hay kalian sudah datang, mari masuk lebih dulu, kalian pasti lelah bukan? Biar Biu dibawa penjaga ke kamarnya, penjaga tolong panggilkan dokter Asmus untuk memeriksa Biu"

Penjaga itu langsung melaksanakan perintah nyonyanya.

Ctak, daddy Apolius menghampiri ayah Biuniel kemudian menjitak dahinya. "Kau ya Hamilton! Bisa-bisanya!"

"Heheh maaf bang Simon, ceritanya panjang"

Kemudian mereka pun berpelukan, tak lupa daddy Apolius juga memeluk Leyna, bunda Biuniel.

"Bagaimana kabarmu bang? Aku turut berdukacita ya"

"Ya terima kasih Leyna, kabarku baik seperti yang kalian lihat. Oh iya ini Apolius anakku, dan ini kedua kakak angkat Biuniel" balas daddy Apolius memperkenalkan ketiganya juga memberikan kode untuk mereka agar menyapa orang tua Biuniel.

Bunda Biu langsung menghampiri Apolius kemudian memeluknya, "Kau tampan sekali nak, mata dan bibirmu mirip sekali dengan ibumu" ujar Leyna lirih, namun Apolius masih bisa mendengar nya. Seketika mendengar hal itu, Apolius reflek langsung mempererat pelukan mereka.

Cukup lama mereka berpelukan, sampai pelukan mereka ahirnya terlepas, bunda Biu langsung bergantian memeluk Dixon dan Baylee.

"Ah kakak dan abangnya Biu cantik dan tampan sekali, kalian panggil bunda aja yaa biar sama kayak Biuniel, okey?" ujar bunda Biu sambil mengusap sayang pipi mereka berdua.

"Eh iy-iya ta- eh bunda" ujar Baylee diikuti Dixon yang menganggukkan kepalanya.

"Panggil om dengan sebutan ayah juga ya, anak-anak. Oh iya kami ingin melihat Biu di kamarnya kalian mau ikut?"

Semuanya pun menganggukkan tanda setuju,

"Bubu, Omaaa mau bubu ka-ngen bubuuu" teriak anak kecil tadi yang sudah ada dalam gendongan Levin.

"Iya Xander ini mau lihat bubu, bubu ada dikamarnya, Xander tidak boleh teriak-teriak yaa, itu ada teman-teman nya bubu loh"

"Ung.." balas Xander.

----------

Kini mereka semua sudah dikamar Biu. Apolius, Baylee dan Dixon terkesima dengan kamar Biu yang sangat besar, bahkan lebih besar dari kamar Apolius. "Anjir inimah beneran anak orang kaya raya" pikir Apolius.

"Nyonya, Tuan saya telah memeriksa tuan Biuniel. Ini cukup aneh karna siklus tidur tuan Biu kembali seperti saat ia masih kecil. Pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuh tuan Biuniel  baik-baik saja dan normal. Kita hanya bisa menunggu saja sampai tuan Biuniel sadar.  Saya akan memberikan tuan Biu infus neurbiuon. Adapun manfaat utama dari infus neurobion ini adalah memenuhi kebutuhan vitamin B kompleks dalam tubuh, dan memberikan dukungan tambahan bagi tubuh jika kekurangan vitamin B"

"Baik dok terima kasih banyak.."

"Sama-sama nyonya, saya akan memeriksa tuan Biuniel pagi dan sore hari. Saya juga memerintahkan satu suster untuk berjaga"

"Bubuu!! Mau tidur sama bubu, ka-ngen bubu" seru Xander lagi, ia memberontak dalam gendongan Levin.

"Dokter apakah tidak apa?.."

SchlafenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang