43

362 31 0
                                        

Sore ini cukup mengejutkan untuk Wicha, ia pikir ia hanya akan melawan Jeffrey namun ternyata, lebih cepat dari perkiraan, sore ini ia harus melawan Levin. Levin datang bersama dengan Biu, kedua orang tua mereka juga Xander.

"Abang Jeff!!!" seru riang Xander berlari begitu melihat Abang kesayangannya. Jeff yang melihat itu segera merentangkan tangannya dan langsung menggendong bocah kesayangannya. Sedang yang lainpun juga ahirnya ikut menghampiri Jeff yang sedang bersama Wicha dan Milery.

Begitu Biu mendekat ke arah Wicha, ia langsung memeluk Wicha, Wicha yang mendapatkan pelukan mendadak cukup kaget namun ia juga langsung membalas pelukan Biu, ia mendekap Biu.

"Wicha, rindu banyak-banyak!" lirih Biu

"Aku juga sangat merindukanmu honey" balas Wicha semakin mendekap Biu.

"Sudah paman, bubu ku kegencet nanti!" celetuk sewot Xander dalam gendongan Jeff.

Ahirnya keduanya melepaskan pelukan mereka.

"Nak Wicha bagaimana kabarmu?"

"Saya baik nyonya!"

"Baguslah, begitu kamu mengalahkan Levin, begitu juga kami akan merestui kalian, berusahalah! Griffin ingin seseorang yang pantas, kamu pasti mengerti"

"Saya sangat mengerti nyonya" jawab Wicha sedikit membungkukkan tubuhnya.

"Baiklah tidak usah berlama-lama, bersiaplah kalian berdua" ujar kepala keluarga Griffin.

---------

Kini mereka semua, termasuk anggota Phoenix yang lain sudah berada di lapangan arena pertandingan, Levin dan Wicha berada di tengah-tengah arena dengan bertelanjang dada dan menggunakan celana pendek.

Mereka hanya diperbolehkan menggunakan belati untuk melukai satu sama lain.

"WICHA BERUSAHALAH! CIUMANKU MENUNGGUMU!" teriak Biu.

Perhatian langsung tertuju padanya, beberapa anggota Phoenix juga terkejut, tak pernah menyangka bisa melihat kebucinan tuannya.

"Tidak mendukungku?" ujar Levin menatap tajam adiknya.

"SEMANGAT ABANG!! JANGAN BERUSAHA TERLALU KERAS, BERSANTAI LAH SEDIKIT, AKU TIDAK INGIN KAU KELELAHAN"

"Hih anak ini..." gemas bunda mencubit kecil lengan Biu. Biu meringis dan cemberut mendapat cubitan maut dari bundanya.

Wicha tersenyum melihat kelakuan kekasihnya.

Prittt

Peluit pertandingan berbunyi, dan segera Wicha maju untuk melawan Levin.

Pertarungan bebas mereka begitu sengit, begitu Wicha menyerang Levin, Levin tanpa ampun membalas serangan Wicha berkali lipat.

Belajar dari pengalaman kali ini Wicha tidak terlalu bernafsu untuk menyerang Levin secara membabi buta, ia sedikit menurunkan egonya agar tenaga miliknya tidak cepat habis.

Di 5 menit pertama Wicha sudah terlihat kelelahan, beberapa bagian tubuhnya juga sudah terluka dan lebam-lebam. Levin tidak ragu-ragu untuk menyerang Wicha.

Suara sorak-sorak dari anggota Phoenix mengisi pertarungan mereka.

Wajah Biu juga menampakkan kekhawatiran melihat kondisi Wicha. "WICHA!!! BERTAHANLAH!!" teriak Biu, memberi semangat Wicha.

"Hanya seginikau kemampuanmu? Kau tak pantas untuk Griffin! Kembalilah ke dunia hiburan! Griffin tidak menerima pecundang!" desis Levin melihat tubuh Wicha yang mulai melemah.

"SIALAN!! hanya Biu yang boleh mengatakan diriku pecundang!" desis Wicha menyeka darah di sudut bibirnya. Ia kemudian bangkit, kembali menyerang Levin.

SchlafenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang