Setelah Wicha dan Biu selesai dengan urusan mereka, Wicha ahirnya membuka pintu apartemennya.
"Lama sekali tuan! Aku disini hampir lumutan!"
"Cih kau ini mengganggu saja! Kan bisa nanti-nanti datangnya!"
Milery yang mendengar itu hanya bisa menghembuskan nafas dengan kesal "Kita cuma punya waktu setengah jam dari sekarang sebelum kita ketinggalan pesawat!"
"Benarkah?! Baiklah tunggu disini sebentar" balas Wicha kemudian segera memanggil Biu.
Mereka bertiga pun ahirnya segera berangkat ke bandara, dan ahirnya malam ini mereka berangkat ke Usrach.
----------
Sekitar pukul 5 pagi ahirnya Wicha, Biu dan Milery tiba di Usrach. Mereka bertiga langsung menuju ke kediaman Biu. Sampai di depan rumah Biu, mereka bertiga sudah disambut keluarga Biu.
Ayah Biu dan Levin memasang wajah seolah menunggu mangsa mereka, berbeda dengan bunda Biu yang menyambut mereka bertiga dengan senyum hangatnya. Ah jangan lupakan Xander, dia juga menyambut bubunya.
"Bubu!!!" seru Xander menghampiri bubunya.
Biu yang melihat Xander menghampiri nya langsung memeluk Xander begitu anak itu berada di depannya.
"Sayangnya bubu!! Kangen ya sama bubu!! Bubu sih kamu jual jadinya ngak bisa ketemu bubu kan?!"
"Hihihi cuma dua hari tidak apa-apa bubu, kan digantikan sama saham!"
"Kau ini memang ya!!!" gemas Biu sambil mencubit pipi Xander.
"Sudah pulih rupanya kakimu?! Ah seharusnya Jeffrey membuatmu lumpuh!" ketus Levin.
Mendengar itu Milery pun tertegun, kemudian ia melihat ke arah Wicha. "Lah iya ya, dia dari tadi ngak pakai kursi roda?!" pikirnya.
Wicha membalas ucapan Levin dengan senyumannya. "Ya! Terima kasih telah berbaik hati"
"Abanggg!!! Kangen sekali dengan Abang, Abang kok ngak nyariin Biu sih! Biu dijual tau sama anaknya Abang!" seru Biu menghampiri dan memeluk Levin, ia mencoba untuk mencair kan suasana.
"Kalau aku nyari kamu, nanti kamunya juga bakal kabur!"
"Tidak, ishh Abang sudah tidak say..."
Bruk
Tubuh Biu tiba-tiba jatuh dan Biu menutup matanya, Levin segera mendekap erat Biu. "Jadwal tidurmu benar-benar menyebalkan!"
"Levin bawa Biu ke kamar.." perintah ayah Biu.
Levin menganggukkan kepalanya kemudian segera membawa Biu ke kamarnya, Xander juga mengikuti keduanya pergi ke kamar
"Nak Wicha, nak Milery kalian mau sarapan dulu atau mau langsung istirahat?"
"Maaf nyonya sepertinya saya masih Jet lag, bolehkah saya beristirahat lebih dulu?"
"Tentu, pelayan akan mengantarkan anda ke kamar" balas bunda Biu kemudian menyuruh salah satu pelayan untuk mengantar Milery ke kamar.
Kini hanya tinggal ayah, bunda Biu dan Wicha.
"Tuan, nyonya mohon izin ada yang ingin ku sampaikan pada kalian"
"Bicarakan itu nanti saja setelah kamu sarapan dan beristirahat, sekarang ikut bunda dan ayah sarapan dulu ya"
"Baik nyoya..." balas Wicha sedikit membungkukkan badannya. Ia kemudian mengikuti ayah dan bunda Biu menuju ruang makan.
Sampai di ruang makan, mereka sarapan dalam keadaan yang sedikit canggung. Hanya bunda Biu yang sesekali mengajak ngobrol Wicha.
"Setelah sarapan, aku ingin berbicara berdua denganmu!" ujar dingin ayah Biu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Schlafen
خيال (فانتازيا)Biuniel Rylee Driffin menghabiskan hidupnya dengan sebuah penyakit langka, bertemu dengan Wicha Ximon Somers aktor dan penyanyi terkenal. Jangan ada yang copas, gue sumpah in yang copas merasakan dan mengalami "Ipar adalah Maut" dalam kehidupannya. ...
