Pagi ini Wicha sudah berangkat ke bandara kembali ke Nexus. Sementara itu Biu masih berada di rumahnya dan kini bunda membantu Biu untuk mengganti perbannya.
"Jangan terlalu sering menggendong Xander, lihat luka di perutmu ini semakin parah.." omel bunda.
"Heheh habisnya Xander sangat menggemaskan, aku tidak tahan untuk menggendong kemudian memakan pipi gembulnya itu"
"Kau ini.. sayang kau yakin tidak ingin ke Dokter spesialis luka bakar bedah plastik saja? Ini bekas luka nya banyak loh"
"Tidak Bun, sudahlah biarkan saja... Bunda jijik ya melihat luka ku?"
Pletak "kau bicara apa sih? Mana mungkin bunda jijik. Kau itu mengapa selalu membuat kami khawatir jika kau berada jauh dari kami. Sayang, kau harus lebih berhati-hati lagi. Balas jika seseorang menyakitimu, jangan diam saja" ujar bunda setelah menjitak kepala anaknya.
"Hmmm balasnya nanti saja Bun... Biu malas hehehe"
"Sudah kau disini saja sampai luka mu benar-benar kering, bunda tidak mau kau terluka lagi"
"Hmm iya Bun, eh Bun heheh itu.."
"Apa? Ish pasti kau mau meminta sesuatu kan? Cepat katakan, bunda mau ke dapur soalnya.."
"Itu, itu Bun ini kan luka Biu nanti kering, trus ada bekas lukanya kan ya? Trus hehehe biar gak ada bekas lukanya tersamarkan, boleh ngak di tempat yang ada bekas lukanya di tato saja" ujar Biu takut-takut.
"Tato?"
"Iyaa di tato, tato dengan gambar yang sama seperti tatonya bunda, ayah sama Abang.. masak kalian boleh tato, Biu tidak boleh" cemberut Biu.
"Bukan tidak boleh, tapi Biu kau tau resikonya..."
"Iya bundaa, Biu tauuu, pleaseee boleh yaaa.."
"Tapi masak tato Burung phoenix nya di perut kamu yang banyak lemaknya itu?"
"Bun... Bunda serius bilang perut Biu banyak lemak?? Bundaaaaaa nyebelin banget ihh!!"
"Hahahah ya kamu sih, tato bunda mah bagus di dada, ayah di punggung, Abang di lengan, nah kamu masak burung Phoenix nya di perut kasian dong kelipet"
"Bundaaaaa....!!!"
"Hahaha iya-iya boleh... di kaki aja ya burung Phoenix nya, tapi Biu, tato burung Phoenix nya jangan sampai orang lain tahu yaa, Biu janji?"
"Janji bunda, Biu janji bakal nutupin tato phoenix nya"
"Di perut dan tangan mau Biu kasih gambar apa?"
"Gambar bunga sakura aja Bun, bunganya kecil-kecil warna pink, cantik"
"Oke, bunda uda ngebolehin, tapi nanti waktu makan malam Biu bilang sendiri juga sama ayah dan abang?"
"Siap bundaa... Akan ku buat dua orang itu setuju hihihi"
"Yasudah, bunda tinggal ya, kalau perlu bantuan panggil pelayan, jangan banyak bergerak"
"Iya Bun, makasi bunda.."
Bunda mengangguk kan kepalanya kemudian berlalu"
---------
Sementara itu di Nexus ada Wicha yang menemui ayahnya.
"Nak bagaimana kerjasama nya? Lancar?"
"Lancar yah, Griffin menyetujuinya kerjasama kita. Ayah aku ingin bertanya, ayah tahu kalau Levin anak pertama Griffin sudah pernah menikah dan mempunyai anak?"
"Mengapa kau tiba-tiba menanyakan itu? Ya ayah tahu, ayah dan ibu datang ke acara pernikahannya. Sayang memang istrinya meninggal saat melahirkan anak pertama mereka"
KAMU SEDANG MEMBACA
Schlafen
FantasiBiuniel Rylee Driffin menghabiskan hidupnya dengan sebuah penyakit langka, bertemu dengan Wicha Ximon Somers aktor dan penyanyi terkenal. Jangan ada yang copas, gue sumpah in yang copas merasakan dan mengalami "Ipar adalah Maut" dalam kehidupannya. ...
