Haii lolly .... 👋🏼
Apakabar????
Selamat datang di cerita Nasya 💋
I LAla and you lolly 🍭🫂💖
⭐Selamat membaca⭐
28.
Frustasi, benar-benar frustasi, dua hari Nasya tidak di sini, tanpa kabar sedikitpun. bahkan hanya ada kabar dari polisi bahwa Nasya baik-baik saja di salah satu negara.
Ya! Nasya pergi ke China karna sudah berbuat janji bersama salah satu sahabat nya di negara sana untuk bertemu, karna janji di hari itu jadi Nasya harus berangkat di hari itu juga agar tiket pesawat yang sudah di pesankan kerabat nya tidak hangus. Laskar sedikit lega karna akhirnya ada kabar, walau bukan dari Nasya-nya langsung.
Berkali-kali Laskar mengecek handphone nya berharap Nasya memberinya kabar, lewat nomor yang tidak ia kenal, karna handphone Nasya berada pada Laskar, Nasya meninggalkan handphone nya di mobil.
"udah dapat kabar?" tanya Natali Syafira bunda nya Laskar.
"Belum bun" jawab Laskar yang masih memainkan handphone nya di sofa, Natali tersenyum kecil yang kemudian ikut duduk bersama Laskar.
"Makan dulu, kamu belum makan dari kemarin," ujar Natali seraya mengusap rambut putranya halus.
"Mau, bun tapi bunda suapin ya?" Natali mengangkat halis nya satu lalu tertawa.
"Ketua geng, nih?" Tawa Natali lepas.
"Ish bundaa!" Natali beranjak dari duduk nya berniat mengambil makan untuk Laskar.
"Nanti yang suapin kamu selain bunda siapa ya" Laskar menoleh ke arah Natali dengan tatapan serius.
"kamu emang belum punya pacar, bang?"
"Ga mau pacaran bun," berdecih Natali kembali berjalan menghampiri Laskar dengan sepiring nasi, lalu duduk kembali di samping Laskar.
"Ga mau pacaran atau lagi nunggu?" lagi-lagi Laskar di buat salah tingkah, itu hanya pertanyaan sederhana, bukan?
"Lagi nunggu, percuma Abang bohong, bunda pasti ga bakalan puas, di tanyain terus sampe di jawab jujur" jawab Laskar dengan kekehan ringan.
"Siapa?" goda Natali, sebenarnya Natali sudah tahu akan jawaban nya, tapi Natali ingin mendengar jawaban dari putranya.
"gadis bintang, ndaa"
⭐⭐⭐⭐
Malam ini Anggota inti Straccks berkumpul, karna memang sudah menjadi bagian prioritas mereka untuk selalu ada waktu berkumpul.
"Yang nitip makan list, gue mau keluar," seru Vero.
"Tapi pake duit masing-masing," lanjut Vero. Vero tahu betul isi dari otak-otak sahabat nya yang mau gratisan itu.
"Batagor ceban, sama coffe di minimarket," titip Jaguar lalu memberi Vero uang berwarna Biru.
"Gue bakso pa Pato jangan pake sayuran," sambung Chiko ikut menitip dan memberi uang nya juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
NASYA
De Todo"gue gamau berurusan sama yang namanya kehilangan." kehilangan bukan hal yang di inginkan oleh setiap manusia, tapi kehilangan adalah hal mutlak yang akan di rasakan setiap manusia. lahir untuk di benci setelah sama-sama kehilangan orang berharga...
