Haii lolly .... 👋🏼
selamat datang di cerita Nasya 💋
I LAla and you lolly 🍭🫂💖
SEMOGAA SESUAI DENGAN HATI ❤️🩹
⭐Selamat membaca⭐
45.
"Kenalin, anak gue."
Semuanya menatap dua lelaki di depanya. "RAKHA?" Pekik, Laskar, Vero, Felix, Chiko, Jaguar, dan Nasya secara bersamaan. Kaget tentunya.
"Rakha Damian, anak Talia?" Tanya Erga yang melihat Rakha lebih condong mirip Talia.
Dengan kebingungan Rakha mengangguk. "itu bunda saya." Jawab nya tegas.
"Benar dugaan gue, kalo lo anak tante Talia, gelang yang lo pakai, itu punya Straccks generasi dua." Laskar ikut bicara seraya menunjuk tangan Rakha.
"Ini juga gelang bunda."
Pandangan Rakha beralih menatap satu per satu anggota inti Straccks generasi tiga yang di ketuai oleh Laskar, matanya kembali berputar menatap satu-persatu anggota purna Straccks.
"Ada apa." To the point Rakha menatap malas jejeran di depan nya.
"Bisa kita bicara?" Ujar Erga menatap Rakha penuh harap.
"Untuk apa?" Jawab Rakha sopan mengingat bagaimana Erga sebegitu menyayangi Talia sewaktu masih bersahabat.
Erga menarik tangan Laskar untuk ikut bersama nya, pergi dari acara ini.
Mata Damian beralih menatap Vero, Vero yang merasa di perhatikan tersenyum kikuk, entahlah, rasanya sangat canggung dan iba, padahal sebelum ini keduanya tidak pernah bertemu.
"Sudahkah memperbaiki semuanya? Jangan mengulang, dan membuat saya membenci kesalahan itu, Damian." Tekan Abigail dengan suara berbisik yang hanya mampu di dengar Damian.
⭐⭐⭐⭐
Erga dan Rakha duduk di depan danau yang sepi, keduanya masih belum memulai obrolan, Erga hanya menatap Rakha penuh harap. Entah harapan apa, semoga Rakha tidak hancur.
"Ada apa, saya tidan lagi berurusan dengan anak om, Laskar, bahkan Nasya, saya juga sudah keluar dari Alexanderia, maaf jika karna masalah yang kemarin." Seloroh Rakha yang mendapat tatapan aneh Erga.
"Laskar ataupun Nasya tidak pernah mengadukan tentang musuh mereka sekalipun hal berat. Saya baru tahu dari kamu bahkan hari ini." Kekeh Erga.
"Terus kalo bukan itu apalagi?" Tanya Rakha, matanya masih tidak lepas menatap danau di depan sana.
"Damian ayah kamu?" Rakha mengangguk lalu tertawa hambar, matanya langsung menoleh ke arah Erga. Mata itu menunjukan banyak luka.
"Saya tidak memiliki ayah." Jawab Rakha dengan wajah datar dan masih dengan kekehan.
"Apa yang kamu tahu soal ayah kamu, Rakha?" Rakha menoleh kembali.
"Orang yang menyakiti hati bunda dengan berselingkuh bersama sahabat bunda hingga hamil? Apakah dia seorang ayah? saya bahkan tidak mau menganggap nya. Ayah kotor seperti dia bisa saya temukan di jalanan." hina Rakha penuh dengan emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
NASYA
Random"gue gamau berurusan sama yang namanya kehilangan." kehilangan bukan hal yang di inginkan oleh setiap manusia, tapi kehilangan adalah hal mutlak yang akan di rasakan setiap manusia. lahir untuk di benci setelah sama-sama kehilangan orang berharga...
