Haii lolly .... 👋🏼
Apakabar????
Selamat datang di cerita Nasya 💋
I LAla and you lolly 🍭🫂💖
⭐Selamat membaca⭐
23.
Menuju 22 November.
Malam ini, lebih tepat nya malam yang menunggu tanggal 22, yaitu besok. agenda menggeser posisi kekuasaan itu akan di buka dengan party antar geng motor terlebih dahulu guna membuat tawa menuju kekalahan.
Semuanya hadir dengan slayer dan jaket kebanggan mereka. Slayer hitam dengan aksen harimau itu terikat rapih di tangan setiap anggota Straccks.
Juga Slayer merah dengan aksen X sudah terikat rapih di tangan anggota Alexanderia.
Nasya memparkirkan Ferrari f40 nya rapih di tengah-tengah puluhan motor sport hitam. dengan elegant nya Nasya berjalan memasuki gedung party itu. ada banyak pasang mata yang melirik ke arah Nasya, ah tapi sudahlah itu mata mereka, tidak mungkin Nasya mencopot mata itu untuk menghentikan tatapan nya, bukan?
Pandangan nya ia edarkan melihat sekeliling gedung itu, Refleks Nasya membulatkan matanya dengan tangan yang menutup wajah nya, pemandangan gila itu sangat membuat nya jengkel. ada banyak sepasang entah kekasih atau bukan saling menempelkan bibir nya seraya memasuh leher mereka dengan Beer.
"Konyol. Harusnya Laskar kasih tau buat ga ada hal kaya gini." Kesal Nasya memutar tubuh nya untuk kembali berjalan.
"Hai?" Baru satu langkah, tapi suara berat dan serak itu berhasil menghentikan Langkah nya.
"Ha-i" gugup Nasya yang hampir menabrak laki-laki di hadapanya.
"Sendirian?"
Nasya menarik Nafas nya panjang lalu mengidikan bahu nya. "Engga, ada sahabat-sahabat gue di sana." ujar Nasya seraya menunjuk tempat yang di kuasai jaket hitam berlogo Harimau.
Laki-laki itu menggenggam tangan Nasya dan memberikan satu gelas beer. "Sorry, tapi gue ga pernah minum." Tolak Nasya seraya menepis tangan laki-laki di depan nya.
"Satu tegukan aja, nanti kita tidur di dalem." Laki-laki itu mengangkat-ngangkat halis nya centil.
Ingin rasanya Nasya menampar wajah laki-laki itu, kalimat yang tadi bukanlah hal yang sepantas nya di ucapkan. "bacotan lo ga ada harga nya, pergi dari hadapan gue." Usir Nasya dengan emosi.
"Tapi lo berharga buat gue." Nasya benar-benar jengkel, dasar gila! Kenal saja tidak.
Nasya mengangkat satu halisnya. "Siapa Lo." tanya Nasya dengan nada suara yang tegas.
"Santai, gue cuma mau kenalan" Nasya terkekeh mendengar nya. "Gaperduli, dan gausah." tidak ingin meladeni Nasya berbalik badan lalu melangkah.
"Wait, Nasya?" Cowok itu menahan tangan Nasya yang ingin berlalu dari hadapannya, karna cekalan itu Nasya berhenti, refleks menepis tangan cowok itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
NASYA
De Todo"gue gamau berurusan sama yang namanya kehilangan." kehilangan bukan hal yang di inginkan oleh setiap manusia, tapi kehilangan adalah hal mutlak yang akan di rasakan setiap manusia. lahir untuk di benci setelah sama-sama kehilangan orang berharga...
