Haii lolly .... 👋🏼
selamat datang di cerita Nasya 💋
I LAla and you lolly 🍭🫂💖
SEMOGAA SESUAI DENGAN HATI ❤️🩹
⭐Selamat membaca⭐
55.
Hari ke tiga Nasya koma.
Laskar kembali membuka knop pintu ruang ICU, ia tidak datang sendiri, tapi dengan setangkai bunga Rose putih, Laskar ambil Rose putih yang kemarin, yang sudah layu, dan ia ganti dengan Rose putih yang baru, yang masih segar.
Setelah nya Laskar duduk di samping branker Nasya, ia genggam tangan Nasya erat dan hangat penuh ketulusan, lalu ia kecup singkat tangan Nasya dengan air mata yang ikut membasahi punggung tangan Nasya.
"Kapan bangun nya, sayangku?" Bisik Laskar dengan suara gemetar.
Laskar usap kepala Nasya lembut, mata tajam itu sekarang berubah menjadi sendu, ada banyak harapan yang perlahan memudar.
"Nasyaa, ayo pulang, jangan bobo," bisik Laskar terus memanggil.
"Istighfar sayang, aku di sini, ayo sayang, kamu pasti bisa lewatin masa koma nya," entah harus seperti apalagi, Nasya tidak kunjung sadar.
Laskar kecup kening Nasys dengan segala doa yang ia panjatkan. Harapan yang ingin tersampaikan, dan menepis segala hal buruk. Laskar berharap bahagia nya bersama Nasya segera sampai dan menghampirinya, sudah banyak jalan telah Laskar lewati untuk ada di titik ini. Untuk ungkapan rasa cinta nya.
Ketika keduanya sudah tidak denial dengan perasaan nya, mengapa tuhan yang Denial untuk membersamai keduanya?
⭐⭐⭐⭐
Hari ke 7 Nasya koma.
Seperti biasa, selama 7 hari Nasya koma, Laskar selalu mengganti setiap bunga nya, setiap hari, setiap Laskar datang untuk Nasya, untuk menyuruh Nasya pulang dan kembali bersama nya.
"Rose ke 7, bunga terakhir yang aku punya sya," Laskar menarik nafas nya lelah, ia kembali duduk di samping branker Nasya, ia genggam kembali tangan dingin itu dengan kehangatan nya.
"Gue kangen lo tengil, lo konyol, tatapan Hazel lo, liat lo bareng Ferrari lo di sirkuit, jailan lo ke pa mamad, semuanya, gue kangen, berat sya hidup tanpa lo, gue—gue gabisa," ungkap Laskar, ia usap sendiri air mata nya yang terus berderai dengan nafas berat.
"Gue cinta lo sya, harus berapa kali gue bilang?"
"katanya mau tatap wajah gue terus? Ayo sya tatap, gue kangen mata hazel lo," Laskar kembali menghentikan kalimat nya karna tangis. "hei bangun," sakit sekali hatinya ketika hanya bisa melihat orang yang di cintai tertidur di atas branker dengan tenang.
"Nasya nya Laskar, ayo pulang .... Laskar butuh Nasya," bisik Laskar gemetar, tepat di kuping Nasya.
"Emang Nasya ga kangen Laskar?"
"Gadis penyuka bintang yang selalu nerangin kehidupan Laskar masa bobo terus sih? bobo nya udah yu sayang, udah kelamaan sayang, udah banyak waktu yang kamu habiskan untuk bobo." Laskar mengacak-acak rambut nya prustasi, perasaan penuh kegelapan, kepalanya penuh dengan asumsi jahat.
KAMU SEDANG MEMBACA
NASYA
Random"gue gamau berurusan sama yang namanya kehilangan." kehilangan bukan hal yang di inginkan oleh setiap manusia, tapi kehilangan adalah hal mutlak yang akan di rasakan setiap manusia. lahir untuk di benci setelah sama-sama kehilangan orang berharga...
