4.Beach

8.8K 249 14
                                        

________________

Typo tandai
.
.
Happy Reading, votment

___________________

.
.

Rambut tergerai nya beterbangan oleh tiupan angin laut ketika ia berada di pesta pertunangan Kakak nya yang terselenggara di dekat sebuah pantai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Rambut tergerai nya beterbangan oleh tiupan angin laut ketika ia berada di pesta pertunangan Kakak nya yang terselenggara di dekat sebuah pantai.
Ia nampak berbeda kali ini, perempuan yang biasanya tampil bebas, kali ini lebih sedikit terbatas, harusnya Zara mengikuti dirinya atau kekasih nya, bukan malah mengikuti pria yang diam-diam ia sukai.

"Kenapa nggak pilih dress yang aku pilih?" Zara melihat kekasihnya sekilas, pria itu menatap penampilan perempuan yang berstatus sebagai kekasihnya itu.

Klasik dan membosankan, padahal kulit putih perempuan itu berpadu dengan dress berwarna cream dengan lengan panjang dan v-neck yang begitu sempurna menyembulkan sesuatu berisi di dada nya.

"Aku nggak suka. " Ucap Mario lagi.

"Bagus kok, selara kamu yang murahan." Ucapan Mario barusan di balas oleh perempuan bergaun merah yang mengganggu kebersamaan sepasang kekasih ini.

"Sayang, aku pergi dulu. " Bisik Mario yang hanya di angguki oleh Zara, ia malas dengan pria itu, makin Zara mengingat pria yang biasa berada di dapur rumah nya, makin Zara sadar jika Mario terlalu di bawa standar nya.

"Kenapa sih, kayak nggak ada cowok lain aja malah milih yang muka nya tengah malem banget"

Zara hampir saja tertawa dengan perkataan sahabat nya itu, ia melihat punggung Mario yang sudah menjauh darinya.

"Nggak terselamatkan kalau benaran nikah sama modelan begitu."

"Di kasih harga lima ribu juga aku masih mikir-mikir. "

Zara kali ini tak bisa menahan tawa nya, ia tertawa pelan agar keluarga nya atau mungkin keluarga Mario mendengar obrolan mereka.

"Mending kawin lari daripada gagal menyelamatkan keturunan. " Ucapan wanita yang satu ini memang ada benarnya juga, lagipula selama ini Zara hanya mengikuti alurnya saja, menjalani kisah cinta tanpa cinta. Itu sangat menguras energi. Tapi tak ada salahnya menjalani ini, sampai ia melepaskan apa yang tak ia inginkan.

Jika bukan karena permintaan orangtua, Zara juga enggan menjalani semua ini. Menyiksa dan menekan nya, ia ingin bebas atau mungkin perkataan Vania akan menjadi opsi terakhir nya untuk hidup dengan pria yang ia cintai. Tidak, itu tidak akan.

_________________________

"Kata Papa kamu, dia setuju dan merestui kita. "

"Mungkin satu sampai dua bulan lagi, aku pastikan aku melamar kamu. " Zara menatap pria yang berbisik di sampingnya saat acara pertunangan Sheerin di mulai. Apa-apaan yang Mario katakan!.

My Favorite Chef Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang