Re-Write
[Adult - Be wise!!]
Orang gila mana yang memiliki kehidupan terjamin dalam keluarganya malah memilih melarikan diri dengan seorang pria yang tak setara dengan nya. Hanya seorang Chef di keluarga nya.
Tapi siapa sangka, pria itu menyimpan...
Secara perlahan mata Zara terbuka, sinar matahari menerpa kulit nya menetralisir suhu dingin yang sedang ia rasakan. Mata nya melihat ke sisi kanan kiri, tak ada pria yang semalam bersama nya, menghabiskan waktu lama di atas ranjang. Ya, itu momen yang indah, tak terbayang oleh Zara ia sampai di fase ini.
Tapi, ia juga menyimpan ketakutan.
Zara mengubah posisi nya menjadi duduk, pakaian nya masih sama hanya saja lebih berantakan dari semula, sesuatu lebih menjulang di dada nya karena pakaian yang ia kenakan jauh dari kata rapi.
"..." Zara segera melangkah mencari sesuatu yang sejak tadi ia cari. Cahaya matahari yang masuk ke kamar itu membentuk bayangan tubuh wanita yang berjalan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
____________________________
Langkah Zara berhenti tak terlalu jauh dari pemandangan itu, itu suaminya, pria yang menghabiskan waktu bersama Zara meski dalam hitungan jam yang lama.
Meski sudah berpenampilan rapi dengan kemeja blue sky dengan bagian atas yang sengaja kancing nya tak di tautkan, pria itu terlihat sedang sibuk di depan kitchen set, membuat hidangan tanpa menganggu istri nya apalagi memerintah. Selagi Cedrik bisa melakukannya sendiri, kenapa tidak?.
Dia melakukan nya dengan baik, dari yang ia pelajari. Belajar beberapa hal dengan baik membuat Cedrik tumbuh menjadi pria yang lumayan baik meng-handle beberapa hal.
Salah satunya wanita yang memeluknya dari belakang saat ini.
"Good morning" Zara berujar sambil memeluk tubuh Cedrik dengan erat, mungkin ia harus melakukan ini sampai nanti agar Cedrik tetap bersama nya, mungkin untuk beberapa jam.
"Morning, Ma belle" Senyuman tipis terukir di bibir Cedrik, ia melihat kedua tangan Zara yang melingkar memeluknya seperti enggan untuk melepaskan Cedrik.
Cedrik memutar tubuhnya menghadap Zara, sengaja ia tak mau mengganggu tidur Zara hanya untuk sekedar membuat sarapan. Sesuatu yang setiap hari terjadi.
"Aku sengaja tidak mau mengganggu tidur mu" Zara menatap pria dihadapannya, jika terus seperti ini tentu saja Zara enggan kehilangan Cedrik. Zara terlalu gila tentang hal ini, tapi tanda akhir-akhir ini membuatnya ingin terus mempertahankan suaminya.
"Selalu begitu, aku juga mau jadi istri yang berguna seperti diluar sana. " Zara mendongak menatap pria yang tinggi badannya melebihi dirinya.
"Kamu melakukannya dengan sangat baik, " Cedrik tersenyum pada Zara sebelum melanjutkan kalimatnya. "Setiap malam. "
Zara melihat ke arah lain, pipinya memerah karena perkataan Cedrik, setiap malam ia melakukannya dengan sangat baik sebagai seorang istri, tapi bukan itu yang Zara maksud.