32. Won't leave

3.7K 142 4
                                        

__________________

Update
.
.
Typo tandai
.
.
Happy Reading

Playlist : Desert rose ~ Lolo Zouaï

_____________________

.
.




"Dan kamu membenci ku atas itu. "

"Apa kamu membenci ku atas semua ini?" Pernyataan yang sama, tetapi berbeda makna terlontar dari mulut kedua nya secara bergantian. Pernyataan yang seperti menjadi penentu atas pernikahan mereka.

Zara mengarahkan tatapannya pada netra pria yang berdiri di hadapannya, napas lembut menerpa wajahnya. Ia menatap ke arah lain untuk beberapa saat, lalu kembali menatap Cedrik.

"Ya, " Jawab Zara dengan cepat, tapi terdengar penuh keraguan.

Cedrik menarik satu alisnya. "Kenapa?" Itu seperti pertanyaan konyol, padahal ia sudah tahu jawabannya tanpa harus Zara menjelaskan nya lagi.

"Kenapa? Kamu masih bertanya?" Zara menatap Cedrik, lalu menggeleng kepala heran. Zara melanjutkan langkah menjauhi Cedrik, tapi sayangnya hal itu terjadi sebelum Zara mengambil langkah kedua saat Cedrik menahan tangan Zara.

"Terlihat seperti seorang gadis yang mempercayai sebuah dongeng. " Zara menghentikan langkahnya tanpa memutar arah menatap Cedrik .

"Mendengarkan setiap omong kosong yang masuk ke telinganya, " Cedrik tersenyum miring menatap Zara yang masih membelakanginya, sepertinya perempuan ini lupa jika semalam ia memeluk erat tubuh Cedrik, sebelum pagi ini Zara bergegas untuk pergi.

"Kamu membenci ku? Terdengar seperti omong kosong lucu. " Zara menahan napas, ia tak bergerak dari posisinya ketika suara itu terdengar benar-benar dekat dengan telinganya.

"Cara memalukan yang kita lakukan untuk kita sampai di titik ini. "

"Sama sekali aku nggak pernah minta cara itu!" Balas Zara dengan penekanan, tetapi sekalipun ia tak menatap Cedrik, sebuah hal kecil yang membuat Cedrik tersenyum samar.

Jemari Cedrik menyelipkan rambut Zara ke belakang telinga, perlahan tanpa memperdulikan reaksi Zara.

"But you enjoyed it, right?"

Zara menggeleng. "Sama sekali tidak. "

"Itu terdengar aku menjual diriku ke kamu. "

Cedrik tersenyum mendengar apa yang Zara katakan. "Benarkah?"

Zara langsung mengubah posisinya, ia menatap Cedrik yang segera mundur ketika Zara menatapnya, tapi senyuman itu masih terukir di wajahnya.

"I won't do this sh!t, even though I love you so much!" Ucap Zara secara emosional, meski Cedrik menanggapinya dengan tenang.

"Good answer. "

Zara memutar tubuhnya, lalu segera melangkah cepat menjauhi Cedrik yang membiarkan Zara pergi, ekspresi puas di wajahnya tak bisa dibohongi.

"Tapi kita sudah melakukannya. " Ucap Cedrik saat Zara akan membuka pintu, jadi sekarang Cedrik berusaha memancing amarah Zara, bahkan di saat hubungan mereka memiliki konflik. Tapi pria itu nampak tenang, ah mungkin karena niat awalnya.

"Kita melakukan banyak hal sampai kamu melupakan semuanya, bahkan tunangan mu yang tak berguna itu. "

Zara menghembuskan napas berat saat pintu kamar itu terkunci, tanpa perlu berpikir panjang ia tahu siapa pelakunya.

My Favorite Chef Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang